Mengenaskan, Puluhan TKI Tewas di Selat Malaka Demi Nafkah Keluarga

0
900

Nusantara.news, Batam – Sejak Januari 2016 hingga Januari 2017, tercatat sedikitnya 53 TKI tewas dan sekitar 60 orang lagi hilang di Selat Malaka.  Terus apa kerja Menaker dan BNP2TKI?

Presiden Jokowi pernah menyerukan kerja… kerja… kerja… Tapi rupanya di kampung halaman para TKI adanya cuma kerja bakti. Maka, entah bagaimana caranya mereka berangkat tahu-tahu sudah ada 1,2 juta TKI ilegal yang bekerja di Malaysia.

Padahal jalur yang mereka lintasi sangat mengerikan. Dari Batam mereka kucing-kucingan dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mencapai tepian pantai Johor yang banyak ditumbuhi pohon sawit. Lewat hutan sawit itu, sambil sembunyi-sembunyi, mereka menunggu jemputan menuju rumah persinggahan sebelum disebar ke majikan yang membutuhkan

“Dari data yang kami temui, ternyata Johor Bahru sebagai titik untuk masuk, karena mungkin kedekatan jarak dengan Batam itu dijadikan untuk titik masuk yang lebih mudah daripada daerah yang lebih jauh ke utara,” jelas Konsul Jenderal KBRI di Johor Bahru Haris Nugroho, Rabu (25/1/2017) sore.

Hasil gambar untuk tki kelapa sawit di malaysia

Panjang pantai di Johor Bahru rupanya menyulitkan pengawasan. Tapi Johor Bahru hanyalah daerah transit. Sambil sembunyi di hutan mereka menunggu kapal yang membawa mereka masuk lewat  Laut Cina Selatan. Sebab kalau menyusuri Selat Malaka ke utara penjagaannya sangat ketat. Hampir mustahil dtembus.

“Beberapa kali kami meninjau yang disebut sebagai jalan tikus itu, yang membentang sekitar 70km, dan di pinggir pantai itu ada kombinasi hutan alam dan perkebunan kelapa sawit yang amat lebat. Sebagian besar sekarang melului jalur itu,” papar Haris Nugroho.

Berapa jumlah pekerja tak berdokumen asal Indonesia? Jumlah pastinya sulit dihitung. Sedangkan pekerja berdokumen lengkap, mengutip keterangan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, Maret 2016 lalu, tercatat 792.581 orang.

Catatan yang jauh bebeda diungkap KBRI di Kuala Lumpur. Dalam hitungannya setidaknya ada 2,5 juta orang Indonesia merantau ke Malaysia, dengan rincian 1,3 juta berbekal dokumen dan 1,2 juta tidak berdokumen. Diantara perantau asal Indonesia yang tak berdokumen sebagian besar diduga banyak yang bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Mengerikan

Sebagaimana diberitakan sejumlah media,  sebuah kapal kayu yang mengangkut sekitar 40 TKI asal Indonesia tenggelam di perairan Batam dalam perjalanannya menuju Johar Bahru, Malaysia, pada Senin (23/1/2017) malam lalu.

Hingga Rabu (25/01) sore sudah ditemukan 16 jenazah (sembilan pria dan tujuh perempuan). Korban selamat tercatat 21 orang.  Diantara 21 orang yang ditemukan selamat ada 13 orang yang melarikan diri menghindari kejaran polisi Malaysia.

Johor, Malaysia,

Diperkirakan penumpang mengangkut 40 orang. “Jadi masih ada beberapa yang hilang dan pencarian terus dilanjutkan,” jelas Haris Nugroho. Hingga berita ditulis, Tim Sar gabungan masih sibuk melakukan pencarian hingga lepas pantai Tanjung Rhu, Johor, Malaysia.

Memang, itu bukan kecelakaan pertama dan satu-satunya. November 2016 lalu tercatat 40 orang hilang di perairan Batam. Kapal yang tenggelam diduga membawa perjalanan pulang TKI dari Malaysia. Bulan Juli 2016 tercatat 10 tewas dan puluhan lainnya hilang setelah kapal mereka tenggelam di Pantai Batu Layar, Johor, Malaysia.

Juni 2016 tercatat 9 jenasah yang ditemukan dan sekitar 20 hilang. Dan pada Januari 2016 tercatat 18 orang meninggal dari kapal yang tenggelam membawa sekitar 30-an penumpang. Mereka terpaksa masuk melewati jalur yang sulit ditempuh untuk menghindari kejaran polisi Malaysia yang sangat ditakuti oleh para TKI.

Akankah tragedi memilukan itu terus berulang. Oleh karenanya wajar bila sebagian masyarakat bertanya apa kerja Menaker dan BNP2TKI selama ini? Seberapa rumitkah prosedur yang mesti ditempuh sehingga masing-masing TKI berdokumen resmi? Biar mereka tak lagi menyabung nyawa di perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here