Mengerikan, 1.578 Warga Kabupaten Malang Terjangkit HIV/AID

0
55
Ilustrasi HIV/AIDS

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Penderita Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Malang terlampau cukup tinggi. Berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dari tahun 1991 hingga 2016 tercatat sebanyak 1.578 orang yang terinfeksi ODHA.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Lulus Condro Trikoratno menyatakan jika secara kuantitas, Jawa Timur menempati urutan ke-2 terbesar nasional setelah DKI Jakarta.

Kabupaten Malang menempati urutan ke-2 terbanyak di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Data mencatat pada 2016, jumlah ODHA di Kabupaten Malang sebanyak 245 orang. Sementara, jumlah akumulatif, atau jumlah total dalam beberapa tahun, mencapai 1.578 orang.

Hal tersebut apabila tidak dilakukan penyuluhan, penyadaran kepada masyarakat akan terus bertambah. Selain itu, dikhawatirkan juga timbul fenomena diskiminasi sosial dimasyarakat.

Dimana kelompok ODHA, akan dikucilkan, dijauhi dan lainnya. Pihak Dinas Kesehatan tidak menginginkan hal tersebut terjadi di Kabupaten Malang, meskipun mengingat tingginya jumlah ODHA di daerahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Abdurrohman menjelaskan pihaknya telah melakukan beberapa upaya preventif untuk menekan naiknya jumlah ODHA di Kabupten Malang. “Sudah kami lakukan pemaparan, sosialisasi dan pembekalan melalui jalur-jalur yang bisa kita gerakan, lewat jaringan sekolah, kelompok pemuda, komunitas dan lainnya,” ungkap dia kepada wartawan, Rabu (6/12/2017).

Dinkes juga melakukan penanganan dengan cara bersinergi dengan stakeholder terkait. “Penanganan dijalankan dengan metode TOP, yakni Temukan Obati dan Pertahankan. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan cara penerapan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Sehat, itu adalah beberapa metode penangan kami kepada ODHA” ujar Abdurrohman.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mengucilkan ODHA agar tidak terjadi diskriminasi sosial di masyarakat. “Jangan sampai ada yang judge, bully, pengucilan. Hal tersebut bisa merusak tatanan sosial masyarakat dan merusak mental dan jiwa,” tutur dia.

Sementara itu, di Kota Malang juga tidak jauh beda dengan Kabupaten Malang. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Malang, jumlah ODHA di Kota Malang ini sekitar 316 ODHA sepanjang 2016. Sementara sampai pertengahan 2017, tercatat ada 219 ODHA baru.

Nampak perkembangan cukup cepat dari termin waktu 1 tahun saja, dari total pelapor sebanyak 3.800 orang, belum lagi kemungkinan masih ada beberapa yang belum atau tidak berani memberi laporan.

Sebagai kota pendidikan sekaligus kota wisata, Kota Malang memang sangat terbuka, dan tidak menutup kemungkinan adanya penyebaran HIV/AIDS Para pendatang keluar masuk, mulai dari pekerja, pelajar, dan mahasiswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi menjelaskan, jumlah pelaporan yang sudah mencapai ribuan itu tidak dapat dikatakan mengalami peningkatan atau penurunan. Di mana jumlah yang didapat merupakan hasil temuan, bisa saja banyak yang belum ditemukan.

“Seperti Iceberg theory, atau teori Gunung Es.  Kita hanya melihat permukaannya saja yakni data temuan di permukaan terlihat sedikit tetapi di bawah bisa jadi banyak. Ini yang membua kami juga harus bekerja ekstra untuk masyarakat juga,” jelas Asih.

Temuan baru kasus ODHA, memberi harapan bagi petugas kesehatan. Dengan ini petugas kesehatan dapat mengetahui keberadaan ODHA, petugas kesehatan pun bisa memantaunya untuk menjaga kualitas hidup ODHA.

“ODHA bisa tetap survive, dengan pemberian ARV (antiretroviral) untuk menjaga kualitas hidup ODHA. Keberadaan klinik VCT di Puskesmas dan rumah sakit pun juga akan membantu para penderita ODHA,” imbuhnya.

Pihaknya berharap kedepan tidak ada penularan baru HIV/AIDS (zero new infection) di Kota Malang. “Iya semoga bisa tidak ada lagi penularan baru, bersama kita hidup sehat dan sejahtera bebas dari penyakit,” harapnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here