Menggali Konsep Kepala Daerah

0
177

CALON kepala daerah yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah di 171 daerah pada pertengahan tahun depan, satu persatu sudah mulai terlihat sosok mereka. Pada waktunya nanti, masyarakat akan menentukan pilihan terhadap salah satu dari sekian banyak pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah yang tersedia.

Setiap menjelang detik terakhir dalam proses elektoral, yakni ketika kertas suara hendak dicoblos, kita belum tahu apakah pertanyaan pokok bagi publik sudah terjawab: Apa sebetulnya alasan yang tepat dan rasional untuk memilih salah satu di antara mereka.

Masyarakat pemilih baru sampai pada kesimpulan bahwa memilih pasangan tertentu, karena dia secara emosional memang suka kepada pasangan itu. Masyarakat belum terlalu bertanya, jika pasangan yang dipilihnya itu nanti memenangkan pemilihan, apa gerangan yang akan dilakukannya sebagai kepala daerah untuk membangun masyarakat   dan daerahnya.

Seharusnya setiap calon kepala daerah dan wakil kepada daerah itu ditanya secara mendalam, mau dibawa kemana daerah yang akan dipimpinnya. Dia harus tahu tujuan yang hendak dicapai, tahu jalan mencapai tujuan, dan paham apa saja yang harus dilakukan dalam perjalanan itu agar tujuan tidak makin menjauh.

Memang sudah ada forum debat kandidat dalam masa kampanye, tetapi karena keterbatasan format dan durasi, forum ini masih terlalu jauh untuk menggali konsep kepala daerah secara menyeluruh.  Padahal, nasib dan masa depan daerah ditentukan di sini.

Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus menguji capres dan cawapres: apakah mereka tahu hendak kemana, atau tahukah mereka “rute” perjalanan. Gerakan perburuhan, misalnya, harus juga menanyai capres tentang konsep mereka dalam ketenagakerjaan, pengentasan pengangguran, pemberdayaan serikat buruh, hubungan industrial, profesionalisme, upah, perlindungan buruh migran dan lokal, antisipasi masuknya tenaga kerja asing, dan sebagainya.

Kalangan pengusaha juga mesti tahu juga apa konsep mereka dalam membangun ekonomi,  industrialisasi, investasi dan segala rupa masalah ekonomi. Hal yang sama juga harus dilakukan oleh kalangan pendidikan. Sebab, pendidikan kita seolah jalan di tempat, dan tidak menghasilkan produk pendidikan yang bermutu. Padahal, semua negara maju merintis kesuksesan mereka melalui peningkatan kualitas pendidikan bangsanya.

Begitu juga dengan para aktivis pemberdayaan perempuan, aktivis mahasiswa, pers, atau bahkan para penyandang cacat. Semuanya harus bertanya kepada para calon kepala daerah tentang apa yang akan mereka lakukan.

Sebab, kita tidak bisa menyerahkan nasib daerah ini kepada calon pemimpin yang tidak punya konsep dan rencana. Akan makin gelap nasib negeri ini jika daerahnya dikelola oleh orang-orang yang tak tahu harus berbuat apa ketika mereka duduk di kursi kekuasaan.

Dari berbagai dialog itu nanti akan terpapar jelas seberapa hebat seseorang yang begitu bernafsu menjadi gubernur, bupati atau walikota. Apakah mereka hanya jenis orang yang ingin melancungkan kekuasaan, atau justru pribadi-pribadi yang memasuki dunia politik dengan berbekal konsep membangun negara.

Masyarakat di daerah masing-masing mungkin sudah, atau sebentar lagi akan mendengar janji dan program para calon pemimpin daerah.  Mereka menjanjikan memberantas korupsi, mereka berjanji akan meningkatkan anggaran pendidikan, mewujudkan keamanan, menciptakan lapangan kerja, dan sebagainya. Sebagai program itu bagus. Tapi, bagaimana merealisasikannya? Nah, masyarakat di daerah harus menuntut para kandidat itu menjelaskan bagaimana mencapai semua itu.

Perguruan tinggi, LSM, dan mahasiswa harus ikut mengedukasi masyarakat agar mempertanyakan banyak hal kepada kandidat kepala daerah, sekaligus mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin mereka secara rasional.

Negara ini tidak membutuhkan presiden yang hanya pandai membuat program yang rumit dan canggih. Tapi, bagaimana mewujudkan program sederhana dengan efektif dan efisien. Inilah semestinya yang menjadi satu-satunya alasan  bagi masyarakat untuk memilih mereka. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here