Menguak Kekejaman Komunis Cina Bantai Bangsanya Sendiri (1)

0
1493

Nusantara.news, Surabaya – Pengikut Falun Gong di seluruh penjuru dunia tak akan pernah melupakan tragedi kejam dan tidak berperikemanusiaan yang terjadi pada Peristiwa 20 Juli 1999. Saat itu, ribuan pengikut Falun Gong di Republik Rakyat Cina (RRC) diperlakukan keji. Tak berlaku gender atau usia, semua ‘dihabisi’, tak peduli teman, sahabat dan bahkan keluarga. Mereka ditahan di berbagai penjara serta tempat-tempat pengasingan rahasia.

Pengikut ajaran Kultivasi ini disiksa dan dibabat habis. Bahkan, lebih tak beradab. Tubuh mereka yang jadi korban pembantaian juga dibedah. Organ-organ tubuh mereka seperti hati, ginjal, kornea mata dsb, diambil kemudian dijual secara ilegal. Untuk menghilangkan jejak, para penyiksa membakar jasadnya lalu dibuang entah ke mana.

Meski tragedi tak berkemanusiaan itu berusaha dibungkam, akhirnya mulai sedikit terbongkar. Namun, hingga saat ini tuntutan keadalian yang disuarakan pengikut Falun Gong belum menuai titik terang. Pengadilan tak juga ditegakkan, semuanya masih buram.

Tragedi pembantaian terhadap anggota Falun Gong itu terjadi di saat rezim Jian Zemin berkuasa. Saat itu, Jiang Zemin khawatir kekuasaannya goyah lantaran anggota Falun Gong melebihi jumlah anggota Partai Komunis Cina (PKC). Di tahun 1997, pengikut Falun Gong jumlahnya mencapai lebih 100 juta orang, sedang anggota PKC hanya berjumlah sekitar 70 juta orang. Namun, terlepas dari semua itu, apakah sebenarnya Falun Gong itu?

Ajaran Falun Gong menganut prinsip sejati tertinggi di alam semesta: “Sejati Baik Sabar”. Prinsip ini dianggap berbahaya karena melawan ideologi PKC. Apalagi, beberapa orang di dalam pemerintahan juga ada yang ikut  ajaran ini. Itulah sebabnya pada tanggal 20 Juli 1999  Jiang Zemin memutuskan melancarkan aksi penangkapan, pelarangan ajaran dan bahkan pembunuhan terhadap praktisi (pengajar) dan anggota Falun Gong.

Berkat kekuasaan dan otoritas yang dipegangnya Jiang Zemin bertindak pongah. Ia praktis mengendalikan sejumlah media massa, lembaga peradilan, partai politik, hingga angkatan bersenjata untuk membasmi Falun Gong. Cara licik yang dijadikan strategi adalah menghasut dan merekayasa agar dunia menuding ajaran Falun Gong anti masyarakat, anti manusia, anti ilmu pengetahuan dan kejam.

Semua media digiring untuk memfitnah Falun Gong. Setiap hari termuat berita miring tentang ajaran ini yang kemudian disebarluaskan sampai ke luar negeri. Praktisi Falun Gong sendiri tidak diberi kesempatan untuk membela diri dan kelompoknya. Semua media tetutup bagi para organisatoris dan aktvis Falun Gong.

Setelah berhasil mengelabuhui rakyatnya dengan memutarbalikkan fakta, orang-orang Jiang Zemin melancarkan aksi kekejamannya. Untuk mempermulus langkahnya ia mengeluarkan tiga dekrit:  cemarkan reputasinya, bangkrutkan secara finansial dan hancurkan secara fisik.

Para praktisi yang ditangkap dipaksa melepaskan ajaran Falun Gong. Jika menolak, mereka ditangkap, dipenjara, didenda, bahkan disiksa dengan kejam. Tidak sedikit pula yang dibunuh. Aliran spiritual yang didirikan dan diajarkan Master Li Hong Zi ini pada tahun 1990-an ini tidak mau mengingkari hati nurani dan prinsip yang telah dianutnya. Aliran keseimbangan spiritual Falun Gong dilarang menyakiti dan membunuh sesama makhluk hidup.

Baca juga: Menguak Kekejaman Komunis Cina Bantai Bangsanya Sendiri (2)

“Membunuh makhluk hidup bukan saja menimbulkan karma yang besar, tetapi juga berimplikasi pada masalah belas kasih. Bunuh diri adalah perbuatan berdosa”, begitu yang diajarkan Li Hong Zi. Ajaran ini sangat menekankan penghargaan yang tinggi kepada semua mahluk hidup di alam semesta ini.

Ajaran itulah yang menjadi alasan pengikut Falun Gong tidak mau membalas ataupun melawan aksi kekejaman dengan kekerasan di era kediktatoran Jiang Zemin. Praktisi dan anggota Falun Gong lebih memilih cara damai untuk mengakhiri penindasan yang sampai saat ini masih terus terjadi. Mereka mengikuti jalur konstitusional, menuntut dalang aksi kekejaman Jiang Zemin agar diadili, dengan membeberkan semua alat bukti kekejamannya. Di samping itu, mereka juga terus melakukan klarifikasi dengan mengungkap peristiwa sebenarnya terhadap Falun Gong ke masyarakat luas dan dunia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here