Wakaf Produktif Indonesia (2)

Mengubah Wakaf Menganggur Menjadi Produktif

0
218

Nusantara.news, Jakarta – Kementerian Keuangan sendiri sudah mengusulkan dibentuknya Badan Pengelola Aset Wakaf Indonesia yang bernilai hingga US$60 miliar tersebut.

Wakaf, menurut mantan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, bisa berperan sebagai mekanisme untuk melembagakan kegiatan amal. Mekanisme wakaf memiliki legalitas terpisah dari pengelolanya sehingga cocok untuk dibuat suatu lembaga non-profit yang mengumpulkan suatu aset komunitas.

Dengan menciptakan pengelola aset komunitas, wakaf memiliki potensi untik menciptakan suatu entitas non-profit yang bisa dipergunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lain di komunitas muslim.

Apabila wakaf bisa dikelola secara maksimal maka peranannya bisa setara dengan sektor keuangan syariah berbasis sosial lain seperti zakat dan sadaqoh.

Ketiga sektor keuangan itu bisa menopang tercapainya Target Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development goals–SDGs) 2030 yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan dan melawan ketimpangan dan ketidakadilan serta perubahan iklim.

Lantas kreativitas dan produktivitas apa saja yang bisa diciptakan dari pilar ekonomi umat bernama wakaf ini? Paling tidak ada tujuh ide kreatif untuk pengembangan wakaf di tanah air.

Pertama, wakaf ritel, yakni merupakan hasil dari optimalisasi dana wakaf melalui pengelolaan bisnis, sehingga lebih produktif berkelanjutan dan member manfaat berlipat bagi umat. Belakangan tengah berkembang fenomena Kita Mart dan 212Mart, dimana dihadirkan sebuah ritel muslim berbasis masjid.

Selain itu toko ritel muslim Shodaqo Mart, NUMart, LEUMart dan mart-mart lain berbasis koperasi pesantren yang jumlahnya ribuan. Sehingga setidaknya bisa menggerakkan ekonomi setempat.

Selain toko modern tersebut di atas, perlu juga dibuat Distribution Center (DC) di seluruh Indonesia. Kini telah ada PT Hydro, DC yang mendistribusikan produk-produk ritel di jaringan Kita Mart dan 212 Mart di seluruh Indonesia. Selain itu juga sudah ada Trans Mart, SB Mart, Kita DC, dan DC-DC muslim lainya. Dana wakaf yang ada bisa digelontorkan untuk penembangan toko ritel maupun DC-DC sebagai supporting system lanjutan.

Kedua, wakaf UMKM. Sejauh ini barang-barang yang disuplai DC-DC muslim yang ada mayoritas masih diproduksi oleh produsen raksasa seperti Unilever, Wings, Indofood Group, dan lainnya. Sehingga rantai terbesar penikmat marjin laba ini masih dikuasai peritel raksasa nonmuslim.

Alur penyerahan wakaf yang dikembangkan oleh Keluarga Masyakarat Islam Indonesia (KMII):
1. Waqif (pemberi wakaf) mengirim email ke panitia pembangunan masjid (panitia@masjid-indonesia.jp) tentang keinginan berwakaf dengan menuliskan nama, alamat lengkap, dan nilai wakaf tunai (mauquf) yang akan diserahkan kepada KMII sebagai pihak penerima wakaf (mauquh ’alaih).
2. Panitia wakaf memberikan surat akad wakaf melalui email kepada waqif (pemberi wakaf).
3. Waqif mencetak (print), mengisi, menandatangani, dan mengirimkan kembali surat akad wakaf ke email panitia wakaf (dalam bentuk pdf atau jpg file).
4. Waqif (pemberi wakaf) mentransfer sejumlah uang seharga luas bangunan yang ingin diwakafkan ke rekening masjid yang telah ditentukan.
5. Panitia wakaf bersama wakif mengatur jadwal untuk proses penyerahan wakaf (iqrar) melalu skype beserta para saksi.
6. KMII mengeluarkan sertifikat wakaf dan mengirimkan ke alamat waqif (pemberi wakaf) melalui pos setelah data dan jumlah uang telah terverifikasi.

Sementara di Kita Mart dan 212Mart sudah mempersilakan produk-produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) walau masih di bawah 15%. Namun kontribusi omzet atas produk-produk UKM terkadang sudah mencapai 30% hingga 50%. Bahkan di 212Express atau Kita Express produk UMKM bisa masuk hingga 60%, artinya kontribusi omzet UMKM bisa menembus 75%.

Semua ini akan makin akseleratif jika disuntik pendanaan dari dana wakaf yang dikelola BWI atau lembaga wakaf lain ataupu perorangan.

Ketiga, wakaf properti. Wakaf properti ditujukan untuk meningkatkan manfaat dari aset wakaf agar mampu berkontribusi di bidang sosial ekonomi serta menopang kemajuan pembangunan suatu daerah.

Contoh kasus Singapura, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) lewat bantuan Warees Investment Limited Ptd. yang merubuhkan masjid dengan halaman luas, lalu diubah menjadi office tower, dimana lantai satu berfungsi sebagai ballroom yang bisa disewakan untuk meeting. Sementara lantai dua disulap menjadi masjid, sedangkan mulai lantai ketiga hingga 25 atau 50, disewakan sebagai pusat perkantoran.

Hasil dari wakaf properti ini bisa digunakan untuk pengembangan properti lainnya. Sebagian dibagikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.

Potensi wakaf properti Indonesia sangat luas karena pemerintah telah memiliki aset wakaf berupa tanah dan bangunan seluas 1.400 kilometer persegi dengan nilai pasar senilai Rp840 triliun. Ini adalah aset iddle yang perlu dikelola secara produktif.

Keempat, wakaf surat berharga. wakaf surat berharga ditujukan untuk memaksimalkan perolehan deviden akan dioptimalkan untuk memberikan manfaat bagi umat. Seperti pembelian dan penerbitan sukuk (surat berharga syariah) dari dan untuk korporasi yang bergerak di sektor riil, sehingga dapat memacu perekonomian.

Kelima, wakaf ternak, yakni upaya menggerakkan perekonomian lewat Lumbung Ternak Masyarakat. Indukan ternak kurban yang diwakafkan akan dipelihara dan dikembangbiakkan serta terus dimanfaatkan demi kemaslahatan umat.

Saat ini telah ada pengusaha-pengusaha ternak kelas UMKM dan menengah, dengan bantuan kucuran dana wakaf, maka usaha-usaha mereka dapat diperbesar dengan konsep bagi hasil. Disamping juga dapat mengembangkan pusat-pusat peternakan baru dengan pendampingan peternak yang sudah berhasil. 

Keenam, wakaf infrastruktur didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan infrastuktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah Indonesia tengah gencar-gencarnya membangun infrastruktur, dana wakaf dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan infrastruktur di tanah air yang nilainya mencapai Rp5.500 triliun sampai dengan 2019

Tentu saja ladang investasi dana wakaf yang bisa disalurkan difokuskan pada infrastruktur yang segera menghasilkan, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, bandara, hingga infrastruktur produktif lainnya. Selain menghasilkan, pembangunan infrastruktur itu juga dapat men-generate pertumbuhan ekonomi, jika dana pembangunan infrastruktur tersebut berasal dari dana wakaf, maka wakaf juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Ketujuh, wakaf start up. Pada zaman now, bisnis yang dibangun generasi milenial dan menghasilkan perputaran ekonomi cukup besar adalah bisnis start up. Kabarnya kue bisnis start up pada 2017 telam menembus angka Rp1.000 triliun, itu sebabnya dana wakaf dapat disalurkan pada bisnis start up yang juga diseleksi pada start up yang segera menghasilkan.

Dengan demikian wakaf umat Islam di Indonesia dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang juga mayoritas dijalankan oleh generasi muda Islam. Di bisnis start up ini berkembang bisnis aplikasi seperti Gojek, Grab, Uber, yang sudah berjalan berkat sumbangan para investor.

Di dalam negeri juga ada start up yang sedang berkembang dan butuh kucuran dana untuk menjadi besar seperti Call Ind, Express, hingga penemuan start up-start up lainnya.

Itulah potensi ekonomi yang bisa dikembangkan lewat dana wakaf dan aset wakaf yang ada saat ini. Ke depan tentu akan terus berkembang kreativitas ekonomi baru yang muncul, dan wakaf harus mengikuti kecenderungan ekonomi baru yang tumbuh dan berkembang.

Dengan demikian diharapkan, wakaf tak hanya dapat membantu menggulirkan perekonomian Indonesia, menggulirkan perekonomian tapi juga dapat mengeluarkan Indonesia dari krisis yang berkepanjangan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here