Mengukur Peluang Poros Baru di Pilgub Jatim

0
140

Nusantara.news, Surabaya – Pengamat dan Peneliti Politik Mochtar W Oetomo menyebut Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) sangat berpeluang untuk mewujudkan terbentuknya ‘Poros Alternatif’ atau ‘Poros Baru’ di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Itu, kata Mochtar, karena partai politik tersebut dinilai sulit mendapat tempat strategis di kubu pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas (GI-Anas) atau juga nantinya di kubu Khofifah Indar Parawansa.

“Saya rasa peluang Partai Gerindra, PAN, dan PKS untuk mewujudkan poros tengah sangat terbuka lebar. Karena, baik Gerindra, PAN maupun PKS sulit mendapatkan tempat yang strategis di kedua poros itu (pasangan GI-Anas dan Khofifah),” urai Mochtar, Rabu (8/11/2017).

Mochtar W Oetomo Peneliti Politik (Foto: Tudji)

Menurutnya, jika ketiga partai politik itu bergabung dengan salah satu poros yang sudah ada maka hanya akan lebih banyak menjadi followers. Sehingga tidak akan ada keuntungan elektoral apa pun yang didapat.

“Di sinilah peluang poros tengah itu, menurut saya akan bisa terwujud,” terangnya.

Dosen Fakultar Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Madura itu menjelaskan, kalau kekuatan tiga partai politik tersebut pantas untuk diperhitungkan. Bahkan, bisa saja akan membuat kejutan seperti dalam pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta.

Ditambahkan, saat ini ketiga partai politik itu sedang solid-solidnya pasca Pilgub DKI Jakarta, dan bersikap tegas terhadap keberadaan UU Ormas. Jadi, poros tengah itu sangat setanding dan sebanding dengan kekuatan yang sudah muncul saat ini.

“Menurut saya, kekuatan ketiga partai politik itu cukup setanding dan sebanding jika hadir dan berhadapan dengan poros GI-Anas dan juga pasangan Khofifah,” tegasnya.

Baca Juga: Poros Baru Tergantung Siapa Pendamping Khofifah

Alasannya, partai tersebut juga memiliki potensi kekuatan yakni, irisan suara dengan Prabowo yang militansinya tidak bisa diremehkan. Termasuk juga dengan potensi irisan suara Muhammadiyah dan irisan suara Islam modern yang selama ini relatif teruji militansinya di dalam gelaran pilkada. Pihaknya juga meyakini ada banyak kandidat diluar Gus Ipul dan Khofifah yang bisa dan sangat mumpuni untuk diusung maju di Pilgub Jatim oleh poros tengah atau poros alternatif.

“Misalnya saja seperti Emil Dardak, Azrul Ananda, dan Mahfud MD untuk maju di bursa cagub, saya rasa bisa menandingi kekuatan GI-Anas dan Khofifah,” katanya.

Sementara keberadaan nama-nama lain seperti Masfuk, Suyoto, Anwar Sadad, Anang Hermansyah juga dinilainya kompetitif untuk maju di bursa cagub Jatim.

PAN, sejak awal mempertimbangkan munculnya poros baru di Pilgub Jatim 2018. Itu untuk membuktikan bahwa masih ada kekuatan lain selain Gus Ipul dan Khofifah.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno mengatakan, pembentukan poros baru untuk Pilgub Jatim akan melibatkan Partai Gerindra. Alasannya, partai berlambang Burung Garuda yang dikomandani Prabowo Subianto itu masih netral alias belum menentukan sikap dan pilihan.

“Kita mempertimbangkan pembentukan poros baru bersama parpol yang belum menentukan pilihan, termasuk Gerindra,” kata Eddy Rabu, (8/11/2017).

Jika poros baru nantinya terbentuk, PAN dan Gerindra akan memiliki kecukupan kursi untuk mengusung bakal calonya sendiri, dengan total sebanyak 20 kursi di DPRD, sesuai syarat yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Poros Tengah Usung Calon di Pilgub Jatim 2018

Jika itu terwujud, partai berlambang matahari terbit itu telah memiliki tiga sosok yang digadang sebagai jago di Pilgub Jatim. Yakni, Bupati Brojonegoro Suyoto, Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk dan anggota DPR RI Anang Hermansyah, yang juga musisi asal Jember. Sebagai partai yang lumayan lama berkibar, meski punya semangat membentuk poros baru atau poros alternatif, dipastikan tidak begitu saja menghentikan kontak dengan kubu Khofifah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here