Mengungkap Lika-Liku Pembunuhan Kim Jong-nam yang Melibatkan Siti Aisyah

1
1339
Doan Thi Huong (kanan) dan Siti Aisyah (kiri) mengenakan pakaian anti peluru saat menghadiri sidang pertama selaku terdakwa pembunuhan Kim Jong-nam di Pengadilan Malaysia/Foto : BBC London

Nusantara.news, Jakarta – Pagi itu dalam benak Siti Aisyah, dia hadir di Bandara Internasional Kuala Lumpur II (Kuala Lumpur International Airport 2/KLIA 2) untuk memerankan acara “Prank”, sejenis reality show lucu-lucuan yang akan tayang di televisi.

Sekitar pukul 8 pagi, Senin, 13 Februari 2017, perempuan asal Banten yang mengaku tinggal di Batam itu duduk-duduk menikmati secangkir kopi di Bibik Heritage. Dia mengenakan jeans belel, kaos abu-abu tak berlengan, selendang dan tas kecil hitam.

Tak lama datang lelaki bernama Chang dan seorang perempuan bernama Doan Thi Huong menghampirinya. Perempuan ini dikenalkan Chang yang akan mendampingi Siti dalam reality show nanti. Di sudut tempat yang lain tiga lelaki warga Korea Utara lainnya juga terekam kamera CCTV dengan kesibukan masing-masing.

Sebelumnya Siti memang tidak mengenal Huong. Dia baru mengenal Huong di Bibik Heritage saat dipertemukan oleh Chang beberapa jam sebelum terjadinya kasus pembunuhan. Sayangnya, Chang yang  bernama asli Hong Song-hac (32) ini bersama tiga warga Korea Utara lainnya keburu kabur ke negaranya sebelum dibekuk polisi Malaysia.

Keberadaan Doan Thi Huong, perempuan berkewarganegaraan Vietnam di Malaysia sebenarnya sudah terekam kamera CCTV sejak 4 Februari. Dia tampak bersama Ji-hyon di sebuah hotel kawasan Sepang. Huong juga terekam CCTV, selama tiga hari antara 11-14 Februari berpindah-pindah hotel di kawasan yang sama.

Seorang anggota Tim Pendamping Siti Aisyah mengungkap, Doan Thi Huong yang bersama Siti Aisyah menjadi terdakwa pembunuhan Kim Jong-nam, direkrut oleh Ri Ji-hyon (33) yang fasih berbahasa Vietnam. Ji-hyon sendiri adalah anak mantan Duta Besar Korea Utara di Vietnam yang sekarang juga bekerja sebagai diplomat di Hanoi, Vietnam.

Peran Chang dan Ji-hyon dalam kasus ini cukup krusial. Mengutip pengakuan Siti kepada Tim Pendamping, Chang lah yang menunjuk Kim Jong-nam sebagai target acara “Prank” hari itu. Sebelum beraksi, Siti tampak sembunyi di balik tiang sambil menelepon, Chang juga yang mengoleskan cairan mematikan VX ke tangannya.

Pengakuan Siti diperkuat rekaman pada kamera CCTV. Beberapa detik setelah Kim Jong-nam melintas di sebelah Siti, Chang yang menggunakan topi hitam menenteng tas plastik mendekati Siti. “Saat itulah Chang mengoleskan cairan yang sudah ada di telapak tangannya ke telapak tangan Siti,” beber anggota tim pendamping kepada wartawan.

Memang, ada empat warga Korea Utara yang terekam kamera CCTV di hari itu. Pria pertama berada di dekat Siti yang tampak sibuk menelepon. Pria kedua mengikuti Kim Jong-nam sambil menyeret troli. Pria ketiga nongkrong di Bibik Heritage, dan pria keempat yang bertopi dan memberikan cairan kepada Siti.

Sayangnya, keempat-empatnya kabur tak lama setelah terjadinya kasus pembunuhan terhadap Kim Jong-nam yang masih saudara tiri sekaligus pesaing pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Kini hanya Siti Aisyah dan Huong yang tersisa untuk menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan itu.

Asal-Usul Keterlibatan Siti

Sebelumnya Siti Aisyah yang kepada ibu kandungnya di Serang, Banten, mengaku tinggal di Batam itu, setidaknya pada Januari 2017 bekerja sebagai pemijat paruh waktu di kawasan Beach Club, tak jauh dari Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur.

Suatu ketika, pukul 3 dinihari, Kamis, 5 Januari 2017, saat pulang dari tempat kerjanya Siti bertemu John, sopir taksi kenalannya. John menawari tumpangan tapi Siti menolak karena telanjur sudah memesan GrabCar. Saat menunggu GrabCar itu John mengajak Siti bertemu kenalannya yang akan memberinya pekerjaan. Siti pun sepakat.

Pagi harinya, sekitar pukul 10 pagi John mempertemukan Siti dan Ri Ji-u (30) yang mengaku bernama James. Siti sendiri mengaku namanya Nindya. Pertemuan berlangsung di sebuah mal dekat Menara Kembar Petronas.

Kala itu, meskipun pembicaraan melalui aplikasi penterjemah di seluler, Ji-u alias James, berdasarkan pengakuan Siti kepada Tim Pendamping, menawarinya bermain di acara televisi prank yang sedang dia garap. Setiap berperan dalam acara lucu-lucuan itu, Siti akan diberi honor RM 400 atau sekitar Rp1,2 juta. Siti pun menyanggupinya.

Sejak itu paling tidak sepanjang Januari-Februari Siti sudah 12 kali berperan dalam acara “Prank” yang katanya akan disiarkan di televisi. Shooting dilakukan sembilan kali di tujuh lokasi di seputaran Kuala Lumpur, antara lain KLIA 1 dan 2, Pavilion Mall, Mandarin Oriental Hotel, Double Tree Hotel, dan KL Central. Peran Siti selalu sama, dia harus cepat kabur setelah menyiramkan cairan.

Keterangan lain menyebutkan, sebelum menjalankan aksinya, Siti dan Huong dilatih di Kamboja oleh warga Korea Utara untuk merencanakan pembunuhan. Namun keterangan ini dibantah oleh Siti karena dia mengenal Huong terdakwa lainnya baru beberapa jam sebelum terjadi kasus pembunuhan.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here