Menjerat Sinterklas

0
187

Nusantara.news, Surabaya – Prilaku politik segelintir elite, menjadi persoalan bagi demokrasi Indonesia yang terjerumus ke genggaman oligarki. Dukungan materi yang tiada berseri, seolah jadi gambaran bagaimana partai politik sebagai tiang demokrasi bisa dikendalikan sekehendak hati. Perlahan, terjadi simbiosis mutualis antara pemilik modal, pengusaha dengan organ partai politik.

Partai berkembang menjadi sarang untuk menjalankan bisnis demokrasi, kendati hasil yang didapat menabrak etika maupun hukum positif di negeri ini. Kondisi ini pun menjadi biang yang berdampak sistemik dan terus menggali jurang kesenjangan yang kian melebar. Tak hanya kesenjangan ekonomi, tetapi juga kesenjangan dalam penegakan hukum. Salah satunya adalah dugaan kasus korupsi yang melilit Setya Novanto.

Belum usai dikaitkan dengan kasus E-KTP, Novanto kembali tersangkut kasus baru. Yakni, pembangunan pelabuan Bajo di Sulawesi. Namanya menjadi buah bibir, seperti Sinterklas saat bagi bagi hadiah. Tak heran kalau tersangka kasus suap wisma atlet M Nazaruddin menyebut SN sebagai tokoh kebal hukum. Atau karena dia memang sinterklas? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here