Mensos Jamin Bansos Utuh Tanpa Potongan

0
40
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Nusantara.news, Tuban – Kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia untuk sosialisasikan bantuan sosial (bansos) bagi warga penerima Program keluarga Harapan (PKH). Apalagi masih banyak kekhawatiran yang hinggap akan efektivitas program yang dikelola Kementerian Sosial ini. Mulai dari penyalahgunaan sampai potongan akibat minimnya pengawasan.

Seperti ketika mengenalkan PKH kepada warga di Tuban, Senin (22/5/2017). Mensos sekali lagi menegaskan agar warga penerima tidak memanfaatkan bansos untuk kebutuhan di luar pendidikan anak-anak. “Saya minta ibu-ibu PKH yang ada di sini tidak memanfaatkan bansos untuk kebutuhan Lebaran, sebab bulan depan sudah Lebaran,” katanya.

Di hadapan ribuan ibu-ibu penerima PKH di daerah itu, ia menyebutkan sebentar lagi akan turun bansos tahap berikut sebesar Rp500 ribu yang masuk langsung ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM), dan sebulan lagi sudah masuk Lebaran. “Meskipun suami yang meminta tetap jangan diberikan, sebab bansos ini untuk pendidikan anak-anak,” ucapnya menegaskan.

Menjawab pertanyaan wartawan, ia menjelaskan penyaluran bansos bagi KPM akan dilakukan agen (bank) melalui sistem edisi android mobil, bahkan dengan edisi android kendaraan roda dua. Dengan demikian, lanjut dia, warga tidak harus datang ke agen, tetapi bisa langsung mengambil bansos melalui kendaraan roda dua dengan edisi android yang dilengkapi dengan boks.

“Adanya edisi android kendaraan roda dua, maka kalau ada empat atau lima warga bisa didatangi untuk penyaluran bansos. Bantuan yang disalurkan tidak hanya uang tunai melalui transfer, tetapi juga sembako,” ucapnya menambahkan.

Di Jawa Timur, menurut dia, daerah yang sudah siap dengan edisi android kendaraan roda dua, yaitu Trenggalek dan Malang. “Nantinya akan dikembangkan di daerah lainnya agar warga tidak harus datang ke agen,” katanya menegaskan.

Terkait kemungkinan bansos dipotong, ia menegaskan dari hasil pertanyaan yang hadir dalam pertemuan itu semuanya menjawab tidak ada yang dipotong. “Tadi kan tahu sendiri jawaban ibu-ibu soal ada tidaknya potongan,” jabar Ketua PP Muslimat NU tersebut.

Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos Nurpudjianto, dalam sambutannya menyebutkan di Jawa Timur, jumlah penerima bantuan sosial PKH tunai 500.848 keluarga dengan jumlah Rp946.602.720.000 dan PKH “non-tunai” 598.306 keluarga Rp1.130.798.340.000.

Sedangkan penerima PKH tunai dan “non-tunai” di Tuban sebanyak 42.091 keluarga dengan jumlah Rp79.551.990.000 dan bantuan beras sejahtera (rastra) 106.814 keluarga dan bantuan sosial disabilitas 21 jiwa.

Di Tuban Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi Wakil Bupati (Wabup) Noor Nahar Hussein menyerahkan berbagai bantuan kepada keluarga PKH yang berprestasi juga melihat proses transfer penyaluran bansos melalui petugas juga edisi mobil android.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here