Mensos Resmikan Makam R.A Kartini Sebagai Destinasi Wisata Ziarah Nasional

1
83
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berziarah ke makam R.A Kartini

Nusantara.news, Rembang – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan yang telah berjuang untuk Indonesia. Bertepatan dengan momen Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri untuk berziarah ke tokoh nasional yang membela emansipasi wanita.

Bahkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara Peringatan Hari Kartini ke-43 di Alun-alun Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (21/4/2017). Mendampingi Mensos adalah Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras, Bupati Rembang Abdul Hafidz, diikuti lebih dari 1.500 peserta. Tema Hari Kartini kali ini adalah “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Mewujudkan Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia.”

“Sebagaimana pemikiran Kartini bahwa kebangkitan seseorang ditandai dengan kebangkitan cara berpikir dan pendidikan yang baik, maka momentum ini memberi pesan kepada kita bahwa meningkatnya kualitas perempuan Indonesia mendorong meningkatnya kualitas keluarga. Hal ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memajukan bangsa dan negara,” katanya.

Khofifah mengungkapkan Kartini tidak menuntut persamaan hak dalam segala bidang. Ia hanya menuntut agar perempuan diberi hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan yang layak bagi perempuan memungkinkan mereka memiliki kesempatan lebih baik untuk mendapatkan akses di berbagai bidang dalam kehidupan dan lingkungan

Untuk itu, Mensos meminta seluruh pemangku kepentingan memberikan akses yang lebih baik kepada perempuan terutama yang tinggal di pelosok daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak dan lebih baik sehingga memungkinkan lahirnya generasi unggul di masa depan.

Selain pendidikan, lanjut Mensos, Kartini juga bertekad menjadi muslimah yang baik sebagaimana bunyi surat Albaqarah ayat 193 yaitu minazh zhulumaati ilan nuur (dari gelap menuju cahaya), yang tercermin dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

“Filsafat keagamaan dan kebhinekaan Kartini sangat dalam sekali. Saya bisa memahami hal ini karena dia juga santri dari Kiai Soleh Darat, guru pendiri NU K.H. Hasyim Asy’ary dan juga guru pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan. Mungkin sosok spiritualitas Kartini tidak banyak muncul, namun hari ini kita bisa menjadikan referensi membangun Islam yang rahmatan lil ‘alamin yaitu Islam yang damai dan penuh kasih,” paparnya.

Kartini lahir di Mayong, Jepara 21 April 1879. Ia meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Berdasarkan Keputusan Presiden No 108 tahun 1964 maka pada 2 Mei 1964 Kartini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Usai memimpin upacara, dalam rangkaian kunjungannya Mensos menyerahkan kaki palsu dan kursi roda kepada sejumlah penyandang disabilitas dan meresmikan makam R.A. Kartini sebagai Destinasi Wisata Ziarah Nasional.

Selanjutnya Mensos beserta rombongan melakukan ziarah ke makam R.A. Kartini. Dari lokasi makam, Mensos bertolak ke pabrik PT Semen Indonesia dan PT Semen Gresik, Tbk untukbmenyerahkan beasiswa kepada anak-anak yang tinggal di sekitar Pabrik Semen Indonesia, meresmikan 5 taman bacaan dan 1.000 Al Quran untuk panti asuhan, pondok pesantren, dan masjid di sekitar pabrik.

“Di Hari Kartini ini saya mengajak generasi muda meneladani semangat dan nilai-nilai kepahlawanan dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai profesi dan kemampuan masing-masing. Jadilah Kartini masa kini, Kartini yang tangguh, memiliki wawasan ke depan, memiliki kepedulian terhadap sesama, Kartini yang mampu menjaga keluarganya dan mencetak anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang membanggakan,” demikian Khofifah.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here