Mensos RI: Pemerintah Selalu Hadir, Beri Santunan Rakyat yang Tertimpa Musibah

0
76

Nusantara.news, Surabaya –  Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menegaskan, negara selalu hadir di tengah rakyatnya, apalagi yang tengah tertimpa musibah seperti bencana alam, seperti tanah longsor.

“Bantuan berupa santunan kematian itu diberikan sesuai Permensos, Rp15 juta diberikan kepada keluarganya yang tertimpa musibah,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (11/2/2017).

Khofifah menyebut, saat ini ada 12 keluarga yang menerima santunan kematian, karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia akibat musibah tanah longsor di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Terkait musibah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kintamani, yang menewaskan 12 orang, Kementerian Sosial memberikan santunan dan diberikan kepada keluarganya.

“Sesuai ketentuan, setiap jiwa mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta, ini berlaku untuk semuanya,” ungkap Khofifah.

Kembali dia menegaskan, aturan tersebut merupakan bukti hadir nya pemerintah di tengah masyarakat. Salain santunan bagi korban meninggal pihaknya juga memberikan bantuan kepada korban musibah yang mengalami luka berat, per orang masing-masing Rp5 juta.

Santunan kematian tersebut diserahkan kepada ahli waris, termasuk kepada 12 keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana longsor di Kintamani, Bali.

Pihaknya berharap, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan bagi yang mengalami luka berat, dirinya mendoakan agar lekas sembuh.

Untuk diketahui, 12 orang, termasuk 3 anak-anak masing-masing berumur satu, tujuh dan sepuluh tahun meninggal dunia saat terjadi tanah longsor. Tanah longsor terjadi di Desa Awan, Desa Sukawana dan Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, peristiwa itu terjadi saat turun hujan lebat, Kamis malam (9/2/2017)

“Hujan ekstrem yang terjadi sepanjang hari Kamis itu memicu tanah longsor. Ada 12 orang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran material tanah, di 3 desa di Kecamatan Kintamani,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Nusantara.news.

Sutopo menyebut, hujan ekstrem dengan intensitas 145 mm per hari itu juga terjadi di Karangasem, sehari sebelumnya, Rabu (8/2/2017).

Dan, diprediksi hingga Sabtu (11/2/2017) hujan lebat kembali terjadi di wilayah Bangli, Jembrana, Buleleng, Tabanan, Gianyar, dan Badung. Terkait itu BPBD mengimbau masyarakat di Bali untuk waspada terhadap bencana longsor, banjir dan puting beliung.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here