Menteri PAN-RB: Daerah Lain Harus Tiru Pemerintahan Banyuwangi

0
149

Nusantara.news, Banyuwangi – Kabupaten Banyuangi Jawa Timur mampu melakukan transformasi ke arah inovasi pelayanan publik yang baik. Pelaksanaan e-village, e-budgeting dan e-monitoring mampu meningkatkan kapabilitas, kinerja dan keterbukaan dalam pelaksanaan proyek. Karena itu Pemerintah Kabupaten Banyuangi dipilih sebagai pemerintahan terbaik dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tingkat Kabupaten Tahun 2016, dengan nilai A.

Demikian dikemukakan Menteri PAN-RB Asman Abnur yang menobatkan Bupati Banyuangi Abdullah Azwar Anas sebagai bupati terbaik bidang SAKIP, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Selasa (31/1/2017).

Menurut Asman Abnur, apa yang telah dilakukan  Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi harus ditiru oleh daerah lain dengan memodifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing masing.

”Saya sudah meminta Bupati Banyuwangi untuk presentasi dan menyiapkan tim yang akan membantu daerah lain ketika akan mencontoh sistem yang dijalankan Banyuwangi,” ungkapnya.

Azwar Anas yang kini masuk bursa calon Gubernur Jatim mengatakan, pencapaian sebagai pemerintahan terbaik di bidang SAKIB yang membanggakan, tidak terlepas dari berbagai macam inovasi di sektor birokrasi yang dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir seperti pemakaian teknologi informasi yang terkemas dalam e-government dan e-village budgeting.

“Banyuwangi telah mempresentasikan apa yang kami lakukan di hadapan Kementrian PAN-RB, Bappenas, Kementrian Kominfo dan Kantor Staf kepresidenan,” kata Anas.

Salah satu sistem yang menurut Anas akan diadopsi oleh beberapa daerah lain adalah e-audit yang mengintegrasikan audit BP dengan sistem audit internal Pemkab Banyuwangi. “Sistem kerja e-aduit memberikan gambaran data secara cepat tentang SKPD yang telah melaksakan audit dan mana yang belum,” lanjut Anas.

Pelaksanaan e-government di Banyuwangi menghasilkan dampak positif terhadap efisiensi program. Berdasarkan data, Banyuwangi berhasil melakukan penghematan anggaran sebesar Rp213 miliar atau 13% dari total belanja langsung. “Jadi program kita sudah menganut asas money follow result, yang berorientasi pada manfaat program,” ujar Anas. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here