Mendag Puji Keberhasilan Jatim untuk Swasembada Pangan

0
59
Menteri Perdagangan bersama Gubernur Soekarwo melepas pengiriman beras dan gula ke luar Jatim.

Nusantara.news, Surabaya – Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita mengaku gembira atas keberhasilan Jawa Timur untuk swasembada pangan, itu dikatakan disela meresmikan pengiriman secara simbolik bahan pangan berupa beras ke sejumlah daerah di Indonesia, yang dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (19/4/2017).

Didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo serta pejabat terkait, secara simbolis Mendag melepas pengiriman 66 ton  beras dan 22 ton gula ke Papua, Nusa Tenggara Timur dan ke Kalimantan Timur yang diangkut menggunakan enam truk container.

“Kita bangga Jawa Timur berhasil dan bisa membantu provinsi lainnya di Indonesia,” kata Mendag Enggartiasto Lukita.

Sebelumnya, Enggartiasto saat memasuki ruangan tempat digelarnya acara di hotel tersebut sempat menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah ada tinta warna ungu, tanda kalau dirinya selesai menyalurkan suara hak pilihnya di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, pagi sebelum tiba di Surabaya. “Iya, ini saya sudah mencoblos,” ujarnya sambil memperlihatkan jarinya.

Enggartiasto Lukita mengungkapkan ketersediaan bahan pangan yang berlebih di Jawa Timur, dipastikan tidak akan ada gejolak harga termasuk menjelang hari besar keagamaan. Dirinya juga meminta kepada Gubernur Jawa Timur dan kepala daerah di kabupaten/kota untuk ikut mengawasi stok pangan dan harga menjelang hari raya.

“Kami sudah mengeluarkan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 soal kewajiban seluruh distributor, sub distributor, dan agen bahan pokok untuk mendaftar secara online dan manual. Mereka juga wajib melaporkan stok yang mereka miliki. Nanti akan kami teruskan sampai ke provinsi dan kabupaten/kota,” tegas Enggartiasto Lukita.

Dirinya bersyukur dan mengaku bangga, Jawa Timur menjadi lumbung pangan, selain untuk kebutuhan sendiri juga bisa menyuplai beberapa daerah yang masih kekurangan.

“Kami berharap secara real time tiap daerah mengirim posisi real stock sehingga kita bisa isi beberapa daerah yang masih kekurangan stok bahan pangan,” tambahnya.

Untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan pangan, pihaknya menyebut Kementerian Perdagangan terus mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, termasuk menjelang ramadan dan lebaran.

Seperti mengadakan rakor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di tiap provinsi di Indonesia. Juga rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait distribusi barang ke daerah lainnya, dan juga melakukan optimalisasi penyerapan dan distribusi cabe dan bawang  merah.

Semoga keberhasilan Jawa Timur yang mampu menyediakan kebutuhan pangan, bisa ditularkan ke daerah-daerah lain di Indonesia. Karena, ketersediaan bahan pangan yang mencukupi dipastikan akan menjaga kestabilan harga dan inflasi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here