Menteri Perdagangan Ungkap Alasan di Balik Kebijakan Impor Gula

0
209

Nusantara.news, Jember –

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita akhirnya angkat bicara mengenai penyebab pemerintah masih melakukan impor gula. Menteri perdagangan tidak membantah jika selama ini pemerintah melakukan impor gula untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Enggartiasto mengungkapkan jika penyebab utama impor gula adalah tingkat produksi dalam negeri yang tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. “Jumlah kebutuhan untuk industri sekitar 3,5 juta ton dan untuk konsumsi 3 juta ton. Sementara jumlah produksi gula dalam negeri hanya 2,2 juta ton. Untuk menyiasasti selisih tersebut pemerintah terpaksa melakukan impor gula,” ungkap Enggartiasto, saat berkunjung di Kabupaten Jember, Kamis (16/3/.

Pemerintah saat ini berupaya untuk mendorong produksi gula tebu dalam negeri agar bisa memenuhi kebutuhan konsumsi. Enggartiasto mengkritik beberapa badan usaha negara sebagai implementor peningkatan produksi tidak mampu melakukan kerja yang maksimal.

“Persoalannya adalah BUMN yang memproduksi gula, seperti PTPN dan RNI, mesinnya lebih tua dari saya. Untuk itu harus ada revitalisasi badan usaha tersebut,” ujarnya.

Menurut Menteri Perdagangan, salah satu aspek utama yang harus diperhatikan dalam industri gula adalah menjaga stabilitas harga tebu agar petani mendapatkan keuntungan yang cukup. Akibatnya, banyak petani menjual lahan mereka karena tidak ada imbalan keuntungan yang memada

“Coba kita lihat, siapa yang memiliki hak untuk lelang gula. Apakah benar milik petani atau hanya atas nama petani saja? Maka dari itu jangan ada dusta di antara kita, dan segera perbaiki nasib petani,” tegasnya.

Sesuai instruksi presiden, pihaknya akan memprioritaskan para petani dan membuat peraturan tata niaga yang baik sehingga tidak ada yang dirugikan dalam industri gula. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here