Menteri Pertanian Lepas Hasil Panen untuk Pasokan Bulog

0
180

Nusantara.news, Jombang – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman didampingi Kasad TNI Jenderal TNI Mulyono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Bupati Jombang Nyono Suharli, Komandan Korem Mojokerto Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo dan sejumlah pejabat lainnya melepas kiriman perdana 8 ton beras hasil panen di Jombang untuk Bulog Jawa Timur, itu adalah hasil panen olahan yang digarap di Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di areal milik Korem 082 / CPYJ Unit Kabupaten Jombang, Jumat (27/1/2017).

Atas keberhasilan Jombang yang bisa swasembada beras dan membantu ketersediaan beras untuk Bulog Jawa Timur, khususnya dalam menyumbang kebutuhan ketersediaan pangan nasional, Menteri Amran tak lupa melontarkan pujian kepada Kasad Jenderal TNI Mulyono. Peran TNI  yang memberdayakan personil Babinsa untuk melakukan pembinaan, menanam dan mengolah hasil panen di Jombang telah menampakkan hasil.

Ucapan terimakasih juga dilontarkan kepada Bupati Jombang Nyono Suharli dan masyarakat yang ikut mendukung keberhasilan tersebut.

“Tak lupa saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi luar biasa kepada Kasat TNI dan jajarannya, Bupati Jombang dan semua yang memberikan dukungan keberhasilan ini. Ini teknologi luar biasa yang teknologinya bekerja mulai hulu sampai ke hilir,” ujar menteri.

Program SP3T ini terbukti juga dapat menekan biaya produksi secara signifikan. “Cara ini bisa menekan biaya produksi sampai 50 persen, bisa menghemat biaya olah 2,5 juta per satu hektar dan meningkatkan harga kwalitas karena pecahan beras berkurang, meningkatkan harga jual dan pendapatan petani. Artinya ini akan meningkatkan pendapatan petani dan menekan harga di konsumen. Artinya kita bisa menekan inflasi dan kemiskinan di pedesaan,” kata Menteri.

Lanjut Amran, dengan biaya pasca panen yang hemat, maka petani akan memperoleh keuntungan yang cukup besar.

“Perlu dicatat, yang semula HPP nya Rp3.700 bisa terangkat menjadi 4.000, jika selirihnya 300 dikalikan 79 juta, artinya ada 23 triliun, atau 50 trilun yang bisa kita dapatkan. Luar biasa yang kita dapat dan luar biasa yang bisa kita hemat. Ini adalah solusi permanen yang selama ini diperdebatkan, jadi jangan melihat siapa yang mengerjakan, tapi apa yang dikerjakan, tidak peduli dilakukan wartawan, LSM atau siapa saja dari anak bangsa ini, untuk republik yang kita cintai ini,” tegasnya.

Sementara Nyono menyebut, hasil panen yang dikirim dari hasil SP3T adalah untuk yang ke empat kalinya. “Karena Jombang telah berhasil menjadi wilayah swasembada beras, yang merupakan daerah lumpung pangan nasional,” kata Nyono. Ia menambahkan, akan terus  melakukan perluasan areal tanam di Jombang.

Sangat menarik terobosan yang dilakukan Kabupaten Jombang ini. Menerjemahkan program nasional yang merupakan MoU Kementan RI dengan TNI, dengan memadukan model pertanian modern melalui SP3T. Khusus dengan peran TNI di Jombang adalah tentara yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di daerahnya, di bawah Komandan Korem Mojokerto Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo Tak salah jika Mentan Amran Sulaiman mengajak semua wilayah dengan unsur TNI nya untuk meniru Jombang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here