Menuai Dukungan Projo, Khofifah Siap Kawal Nawacita

0
75
Sebagai ormas, datangnya dukungan dari DPD Projo Jawa Timur menjadi kekuatan tambahan Menteri Sosial Khofifah Indar parawansa ke Pilgub 2018.

Nusantara.news, Surabaya – Ada sinyal penting dari agenda Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ketika menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Pro Jokowi (Projo) ke-3 yang digelar DPD Projo Jawa Timur, Minggu (20/8/2017) di Surabaya. Terutama jika dikaitkan dengan terobosan komunikasi politik elite PKB Muhaimin Iskandar kepada presiden agar ‘menghalangi’ Khofifah maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 Jawa Timur.

Sinyal itu berupa janji dukungan total kepada Khofifah untuk segera mencalonkan diri yang dilontarkan Ketua DPD Projo Jawa Timur Suhandoyo. “Kami akan membantu memintakan restu melalui pimpinan di DPP Projo di Jakarta kepada Presiden Joko Widodo,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Lamongan tersebut, Senin (21/8/2018).

Meski berstatus organisasi kemasyarakatan, Projo merupakan salah satu elemen penting di balik suksesnya Jokowi memenangkan Pemilihan Presiden 2015. Datangnya dukungan dari arus bawah, mau tidak mau bakal jadi pertimbangan serius Jokowi. Apalagi sebagai mesin suara, Projo terbukti ampuh sebagai penggerak dukungan program Nawacita Jokowi.

“Itu yang jadi pertimbangan utama kami. Projo Jawa Timur hanya akan mendukung calon gubernur yang bisa mengawal sembilan agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo atau Nawacita. Dan itu saya yakini sebagai Menteri Sosial, tentunya Bu Khofifah ikut mendukung Nawacita sehingga kami undang di acara HUT Projo,” terang mantan legislator yang memutuskan mundur untuk ikut Pilkada di Lamongan tersebut.

Tak hanya melalui Projo, Suhandoyo juga akan berusaha melalui internal partai agar rekomendasi diberikan kepada Khofifah. Jika itu terjadi, tentu bakal menjadi amunisi penting bagi Khofifah mengingat PKB sejak awal sudah mendeklarasikan mendukung Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Tak heran, Khofifah sempat dirundung ketika hadiri acara Projo Jawa Timur karena terkait Pilgub 2018.

Nggak benar itu. Saya hadir karena organisasi Projo mendukung program Nawacita seperti yang menjadi komitmen pemerintahan, sebagaimana telah diumumkan Presiden Joko Widodo kepada publik usai dilantik,” katanya.

Namun dia menyampaikan terima kasih kepada berbagai elemen yang telah memberikan dukungan padanya maju pilgub. Dia mengakui ada sejumlah partai politik yang hingga kini masih terus berkomunikasi menyamakan visi untuk membangun masa depan Jawa Timur. “Semua itu menjadi bagian yang nanti pada saatnya jika telah memungkinkan saya akan melapor ke Presiden Joko Widodo,” katanya.

Namun untuk saat ini, Khofifah menegaskan, masih memegang mandat Presiden sebagai Menteri Sosial. “Sebagai pemegang mandat Presiden, saat ini saya harus tetap memaksimalkan kinerja tugas saya di Kementerian Sosial,” ucapnya dalam acara yang bertemakan ‘Bekerja Bersama Mengawal Nawacita’ tersebut.

Khofifah menuturkan progam Nawacita telah menjadi komitmen pemerintah. Di kementerian sosial, bahkan ada beberapa poin Nawacita yang secara spesifik menjadi tugasnya. Seperti kebhinekaan, perlindungan sosial yang komprehensif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Jadi dari sembilan poin program Nawacita, ada tiga poin yang memiliki keterkaitan langsung dengan kementerian sosial,” katanya.

Mensos memastikan pemerintah selalu melakukan proses pengukuran program Nawacita dari seluruh kinerja kementerian. “Termasuk di Kementerian Sosial juga selalu mengukur kinerja sesuai dengan ‘breakdown’ Nawacita yang menjadi tugas kami,” ucapnya.

Menurut Khofifah, siapapun elemen masyarakat yang berkomitmen mengawal implementasi Nawacita, setiap kementerian akan secara terbuka bersedia memberikan paparan kinerja yang telah berlangsung hingga hari ini maupun akan datang. “Kami juga bersedia menerima masukan atau rekomendasi dari elemen masyarakat demi penguatan implementasi Nawacita,” katanya.

Khofifah menegaskan, selama dirinya masih memegang mandat Presiden sebagai Menteri Sosial, akan terus mengawal program Nawacita yang menjadi tanggung jawabnya di kementerian yang dipimpinnya. Termasuk di Jawa Timur kendati ada sebagian pihak yang mengkaitkan dengan agenda pilgub.

Kendati belum memberi kepastian maju hingga kini, namun sinyal dukungan dari beberapa partai yang memiliki keterwakilan di DPRD Jawa Timur tentu tidak bisa dianggap enteng. Sama-sama berbasis dari Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah memang cenderung lebih populer di kalangan kultural. Berbeda dengan Gus Ipul yang terkesan sudah mengunci dukungan dari struktural NU dan PKB.

Apalagi dengan bergabungnya Projo, dan kemungkinan besar PDI Perjuangan, peta kantong suara kepada Khofifah hampir pasti bakal berubah. Terutama jika dikaitkan dengan karakteristik wilayah di Jawa Timur. Dari 4 subkultur besar di Jawa Timur (Mataraman, Arek, Pendalungan, Madura), hasil dua gelaran pilgub sebelumnya, wilayah Mataraman yang tidak bersahabat dengan Khofifah.

Padahal wilayah ini secara proporsi pemilih, paling besar, Mencapai 40 persen dari total pemilih. Dengan adanya jaminan dari Suhandoyo yang juga Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI), setidaknya massa PDI Perjuangan punya alternatif lain dalam suarakan hak pilihnya jika tidak ada kader yang mencalonkan diri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here