Menyehatkan Oposisi

0
73

AKSI tipu-tipu Ratna Sarumpaet yang membuat heboh itu sebenarnya soal “kecil”. Amat banyak kejadian serupa di masyarakat. Jangankan pura-pura dipukuli, perempuan tua yang dibunuh pun banyak. Tapi, karena pemain drama yang satu ini menjadi anggota tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masalahnya menjadi membesar, karena langsung dikaitkan dengan politik menjelang pemilu.

Tentu ada yang berharap jika kasus “penganiayaan” bisa menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lain. Harapan demikian tentu saja tak dilarang, karena sering terjadi kemenangan atau kekalahan politik justru ditentukan oleh faktor-faktor yang berada di luar rumus kontestasi elektoral.

Tak semua  faktor itu tercipta tiba-tiba, karena adakalanya juga sengaja direkayasa. Aksi necessary evil (kejahatan yang diperlukan) seolah-olah lazim dalam berpolitik. Sejauh hanya menjadi gimmick, tak mengapa. Strategi marketing di bidang apa pun sering menyajikan gimmick yang tak biasa sebagai kiat pendukung. Tergantung kreativitas masing-masing untuk menampilkan gimmick yang berkualitas atau justru yang memperlihatkan kebodohan.

Namun, kalau kiat tambahan ini menjadi strategi utama dalam konteks kontestasi Pilpres, berarti kualitas politik kita memang sudah berada di titik nadir.

Politisi kita hanya bernafsu untuk menang, dan untuk itu dia akan melakukan apa saja. Karena itu, kepada masing-masing kubu capres ini kita kembali mengingatkan satu hal: Bangun kekuatan meraih kemenangan, dan bangun kekuatan menghadapi kekalahan.

Slogan “siap menang, siap kalah” yang ramai disosialisasikan setiap menjelang pemilu, seyogianya diartikan secara ekstensif. “Siap menang” itu tidak hanya siap memenangkan, tapi siap mengemban kekuasaan sesuai batas kewenangan yang konstitusional. “Siap kalah”  mesti dimaknai lebih dari sekadar legowo, berbesar hati dan menghormati pemenang, tetapi juga siap melanjutkan peran politik di ranah berbeda dan dengan cara berbeda.

Artinya, kedua pasangan capres harus merumuskan dua hal sekaligus: Cara berkuasa sebagai pemerintah, dan cara beroposisi mengimbangi pemerintah.

Pemerintah yang akan dipimpin pemenang Pemilu nanti tidak boleh dibiarkan  melaju sendirian tanpa pengimbangan yang proporsional dari parlemen. Oposisi yang konstruktif dan efektif di parlemen sangat diperlukan akan memberikan kontrol yang kuat kepada pemerintah. Keberadaan oposisi akan membuat pemerintah terpacu meningkatkan kinerjanya, dan berusaha keras memenuhi tugas-tugas pemerintahan dan tugas pembangunan. Jika itu tercapai, bangsa ini beruntung, karena program pembangunan tidak bisa lagi disusun dan diterapkan sembarangan oleh eksekutif.

Tidak adanya oposisi yang serius  dan konsepsional –artinya bukan sekadar melawan—adalahg  pengingkaran politis dan sosiologis terhadap perolehan suara hasil pemilu yang memaparkan kenyataan bahwa ada masyarakat yang tidak setuju dengan pemerintah. Sedih, jika pengingkaran itu justru dilakukan oleh partai pengusung pasangan capres-cawapres yang kalah.

Oleh karena itu, Presiden yang terpilih dalam Pemilu 2019 nanti, harus benar-benar menerapkan prinsip the winner takes all. Jangan menarik-narik partai dari kubu seberang untuk duduk dalam kabinet. Tutup rapat-rapat pintu koalisi pasca-Pemilu Presiden.

Presiden baru nanti tidak hanya bertanggungjawab membangun pemerintahan yang solid dan berkualitas, tetapi harus pula mengambil tanggungjawab membangun oposisi yang kuat di parlemen.

Namun itu hanya bisa tercapai jika presiden terpilih nanti menyadari dalam menyelenggarakan negara ini perlu perspektif dalam dimensi yang beragam. Itu artinya tidak cukup dengan perspektif pemerintah, tapi juga perlu diperkaya dengan perspektif oposisi. Dari situlah lahir cara pengelolaan negara yang komprehensif.

Sudut pandang presiden baru nanti semestinya adalah kualitas penyelenggaraan negara, bukan semata stabilitas pemerintah dengan mengunci mulut oposisi.  Pihak oposisi pun harus meluruskan persepsi. Jangan hanya melawan karena tak kebagian. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here