Merapat ke Hanura, Gus Ipul Jajaki Rekomendasi Politik?  

0
185

Nusantara.news, Surabaya – Saifullah Yusuf diam-diam menghadiri agenda Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Srikandi Partai Hanura se-Jawa Timur periode 2017 – 2022, Sabtu (11/3/2017) di Dyandra Convention Center Surabaya. Apa maksud dan tujuan Gus Ipul hadir di acara tersebut? Bagaimana tanggapan partai besutan Wiranto ini?

Maklum, peta kekuatan politik Jawa Timur saat ini masih belum berpihak kepada Gus Ipul. Lampu hijau partai-partai politik di Jawa Timur kepada sosok yang sudah dua periode menemani Gubernur Soekarwo masih belum tampak.

Bahkan, beberapa partai besar justru memberikan sinyal kepada lawan politiknya, Khofifah Indar Parawansa. Hal ini dibuktikan dengan kehangatan yang tercipta kembali antara Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo dengan Mensos belakangan ini.

Tak hanya itu, fenomena kerudung  warna kuning yang selama ini dikenakan Khofifah saat kunjungan resmi atau tak resmi ke Jatim semakin boleh jadi merupakan sinyal kedekatannya dengan Golkar. Sumber di kalangan politisi nasional menyebutkan bahwa, Presiden Joko Widodo sudah merestui Khofifah untuk maju di Pilgub Jawa Timur 2018 nanti.

Menanggapi isu politik terkait arah dukungan Partai Hanura terhadap sosok yang akan diusung dalam Pilgub Jatim 2018, Sekretaris DPD Hanura Jawa Timur Warsito mengungkapkan bahwa kedatangan Gus Ipul dalam acara pelantikan kepengurusan srikandi Hanura, hanya sebatas silaturahmi bersama dengan para kader Hanura di Jatim.

“Hanura tak mengelak kalau Gus Ipul adalah sosok yang kini dinilai paling serius maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) di Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Namun, kedatangannya ke pelantikan adalah untuk bertemu kader-kader Hanura Jatim. Lha mosok ditolak (apa mesti ditolak) Mas, kan silaturahmi,” jelas Warsito kepada Nusantara.news, Sabtu (11/3/2017).

Pria yang juga salah satu pengusaha besar di Jatim ini menambahkan bahwa Gus Ipul sampai saat ini adalah sosok yang paling rajin melakukan silaturahmi antar partai. Tidak hanya itu, Gus Ipul sendiri merupakan salah satu figur yang dinilai pas jika nanti maju di Pilgub Jatim 2018.

“Gus Ipul saya nilai sudah layak untuk menempati posisi Jatim 1. Dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo terasa sudah cukup bagi Gus Iplu untuk membenahi Jatim lebih baik lagi untuk meneruskan tongkat estafet Pakde Karwo yang akan segera selesai masa kepemimpinannya,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi mengenai rekom Partai Hanura kepada Gus Ipul, Warsito tak bisa menjelaskan secara terbuka. Menurutnya, semua keputusan tentang siapa yang bakal mendapat rekom dari Hanura tergantung keputusan Ketua DPP Hanura.

“Wah, soal itu saya nggak bisa jawab. Semua kan harus dikomunikasikan lebih lanjut, mengenai siapa sosok yang bakal diusung oleh Hanura. Keputusan ada di tangan Ketua Umum partai. Coba sampeyan cek atau konfirmasi kepada ketua,” urainya.

Sementara itu Komisioner KPU Jatim Choirul Anam mengungkapkan bahwa berdasarkan Peraturan KPU, syarat pencalonan seseorang maju Pilgub melalui jalur pencalonan parpol harus diusung minimal 20 kursi di parlemen, atau 25 persen akumulasi suara sah.

Hanura Jawa Timur hanya memperoleh 3,74% atau hanya 2 kursi di DPRD Jatim. Sementara untuk yang maju jalur perseorangan atau independen syaratnya adalah mendapatkan dukungan 6,5% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir.

Nah, ketika pemilu terakhir kemarin yakni pilpres 2014, jumlah DPT di Jatim sebanyak 30.638.982. Dengan demikian, jalur perseorangan harus mengantongi dukungan sedikitinya 1.991.534 orang (6,5% x 30.638.982) yang dibuktikan melalui pengumpulan KTP. “Jadi, untuk maju jalur independen harus mendapat dukungan minimal 1.991.534 orang,” tegas Anam. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here