Pembangunan Pasar Blimbing Molor 7 Tahun

Merasa Dipermainkan, PT KIS Siapkan Gugatan ke Pemkot Malang

0
150

Nusantara.news, Kota Malang – Molornya pembangunan Pasar Blimbing selama 7 tahun, yang disebabkan oleh faktor internal pemerintah, membuat PT Karya Indah Sukses (KIS), selaku investor Pasar Blimbing, meradang. Untuk itu PT KIS akan mengajukan jalan hukum melalui gugatan terhadap Pemerintah Kota Malang.

Direktur PT KIS, Yusron Virmanza, menjelaskan bahwa sebelumnya Wahyu Setianto selaku Kepala Dinas Perdagangan mengatakan relokasi kembali molor karena terlewatnya satu tahapan, yakni pertemuan di DPRD. Wahyu menyebut, rencanannya pertemuan itu akan berlangsung Kamis (16/3/2017) atau paling lambat Jumat (17/3/2017) lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda terlaksananya pertemuan untuk tahapan akhir, dengan langkah relokasi sementara pedagang yang harusnya sudah dilaksanakan Rabu (15/3/2017) itu. Yusron sendiri mengaku belum mendapat undangan.

“Harusnya Rabu lalu sudah jalan, paling lambat Kamis atau Jumat. Namun hingga saat ini tidak undangan untuk pertemuan dari Pemkot, sehingga tidak ada kejelasan untuk kelanjutan pembangunan tersebut,” ujar Yusron kepada Nusantara.news, Sabtu (18/3/2017)

Dengan latar tersebut, Yusron menilai, Pemkot telah mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat di Hotel Sahid Montana sebelumnya. Menurut Yusron, terdapat beberapa poin kesepakatan yang tidak terlaksana. “Sebanyak 4 poin kesepakatan yang beum terlaksana, dan itu domainnya pemerintah,” ungkapnya.

Salah satunya adalah relokasi pedagang yang molor dari rencana. Yusron menegaskan bahwa proses pembangunan ini memang molor. Salah satunya karena ketidakjelasan jadwal relokasi pedadang. “Relokasi pedagang molor lagi. Kami akan menggugat Pemkot Malang. Gugatan tersebut bisa perdata atau pidana,” tegasnya.

Terkait dengan langkah hukum yang akan diambil oleh PI KIS Yusron mengatakan, “Kalau gugatan pidana bisa dilakukan karena adanya pembohongan di beberapa kesepakatan. Kalau gugatan perdata bisa saja dilakukan, lantaran Pemkot telah melakukan kelalaian dengan sengaja atas pembangunan yang molor ini.”

Ia menambahkan, keterlambatan ini mengakibatkan kerugian bagi PT KIS.  “Pembangunan sudah molor tujuh tahun, memakan kerugian pihak kami yang membengkak hingga puluhan miliar. Kita juga orang bekerja. Tolong pemerintah pengertiannya,” ujar Yusron dengan nada kesal.

Untuk itu PT KIS tengah menyiapkan beberapa dokumen legal yang akan dijadikan bahan gugatan. “Kami sedang rapat intensif dengan manajemen untuk siapkan data, berkas atau materi untuk menempuh langkah hukum,” jelas Yusron.

Kejadian ini, menurut Yusron, menunjukkan bahwa Pemkot tidak konsisten dan profesional. “Kalau ini molor lagi, Pemkot tidak konsisten dan profesional dalam kerjasama. Kami merasa sudah dipermainkan selama tujuh tahun. Maka jalan satu-satunya biar pengadilan yang menyelesaikan,” tandasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here