Meskipun Ditentang China, AS Tempatkan Anti Rudal THAAD di Korsel

0
141
Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)yang ditempatkan AS di Korsel/Foto Wikipedia

Nusantara.news, Seoul – Kecaman China atas penempatan sistem pertahanan anti peluru kendali (rudal) canggih milik Amerika Serikat di Korea Selatan (Korsel) tidak digubris, Selasa (2/5) kemarin, pemerintah AS mengumumkan sudah beroperasinya THAAD di Korsel.

Memang, ungkap seorang pejabat militer AS, sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) belum beroperasi maksimal. Namun setidaknya THAAD yang dipasang sudah mampu mencegat rudal-rudal yang ditembakkan dari Korea Utara (Korut).

Pengumuman itu dibenarkan oleh Kantor Berita Korsel Yonhap. Penempatan THAAD, jelas Kantor Berita Yonhap, adalah melindungi Korsel dari ancaman dipercepatnya uji coba nuklir yang sering diungkap pemerintah Korut.

Sebagai sistem pertahanan anti serangan rudal, sejauh ini THAAD memang memiliki presisi yang tak tertandingi. Sistem ini bahkan mampu melawan ancaman dengan mobilitas dan penempatan baterei unit strategis.

Penempatan THAAD sudah digagas sejak lama oleh pemerintah AS dan Korsel, namun mendapat penentangan dari pemerintah China dan Rusia. Jepang yang merasa terancam oleh Korut, lewat Perdana Menteri Shinso Abe setuju dengan penempatan Thaad di Korsel.

Tentu saja Cina yang bersama Rusia sejak awal menentang keras penempatan itu mendesak AS segera menghentikan pengoperasiannya. Namun pejabat militer AS beralasan, sistem THAAD yang memiliki kemampuan operasi awal hanya untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan rudal Korut

Pemerintah Cina tetap curiga dengan maksud-maksud lain penempatan THAAD, “Kami dengan tegas akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan-kepentingan kita,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, dalam keterangan persnya Rabu (3/5) ini.

Beijing beralasan radar THAAD bisa digunakan pemerintah AS memata-matai wilayahnya, Pemerintah China juga tidak percaya dengan jaminan pemerintah AS bahwa THAAD benar-benar digunakan hanya untuk kepentingan pertahanan.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mendesak China berbuat lebih untuk mengendalikan program nuklir dan peluru kendali negara tetangganya, Korut, dan baru-baru ini memuji upaya yang dijalankan Presiden China, Xi Jinping.

Sejak perang saudara 1950-1953 yang memisahkan Korea menjadi Korut dan Korsel secara resmi memang kedua negara itu belum menyatakan penyelesaian perang. Upaya-upaya unifikasi Korea acap dilakukan namun selalu gagal.

Bahkan secara berkala Korut acap kali melancarkan ancaman untuk menghancurkan Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here