Metode Perakitan Ford yang Ditiru Produsen Mobil Dunia

0
88
Dengan metode perakitan ban berjalan Ford menjadi pelopor produksi mobil secara massal di dunia

Nusantara.news, Jakarta – Sebelum ditemukannya “mesin uap”” dunia tampak berjalan begitu lambat. Era kereta kuda berjalan tertatih melintas abad. Revolusi industri yang didukung oleh sejumlah penemuan penting membangkitkan gairah teknisi dan pengusaha untuk segera mengakhiri era “kereta kuda”.

Era “kereta kuda” benar-benar berakhir setelah Perang Dunia II – kecuali untuk daerah pedalaman Asia, Afrika dan kepulauan-kepulauan yang berserak di Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Sejak 1920-an jalan-jalan di Eropa dan kota-kota besar Amerika Serikat (AS) mulai dijejali kereta-kereta mesin dengan desain yang masih meniru “kereta kuda”.

Henry Ford sang penemu produksi mobil secara massal

Henry Ford memiliki andil yang besar dalam mengakhiri era “kereta kuda”. Pabriknya yang memproduksi mobil secara massal – dengan sistem ban berjalan – dengan biaya yang lebih murah dan terjangkau konsumen kelas menengah. Metode Ford selanjutnya ditiru produsen mobil lainnya. Dalam sekejap “kereta mesin” benar-benar menggantikan “kereta kuda”yang sudah melayani umat manusia selama berabad-abad.

Persaingan dan Kerja Sama

Semua itu tidak terlepas dari penemuan Karl Benz dan penemu-penemu mesin sebelumnya. Selanjutnya pendaftaran paten antara perusahaan yang satu dan lainnya berjalan secara simultan. Sebut saja mesin Daimler asal Jerman juga sudah digunakan oleh Emile Levassor dan Armand Peugeot pada 1890 di tanah Perancis. Kedua orang inilah peletak dasar industri otomotif di Perancis.

Peugeot Type 3

Bahkan tahun 1891 Auguste Doriot dan Louis Rigoulot – kolega Peugeot – menyelesaikan perjalanan terpanjang dengan kendaraan bertenaga bensin saat Peugeot Type 3 buatan sendiri yang dirancang dan dibuat sendiri – menempuh jarak 2100 Km dari Valentigney ke Brest pulang pergi. Perjalanan ini napak tilas balapan sepeda Paris-Brest-Paris selama 6 hari yang dimenangkan oleh Charles Terront.

Desain pertama untuk mobil Amerika dengan mesin pembakaran internal bensin dibuat tahun 1877 oleh George Selden da Rochester, New York. Selden mengajukan permohonan paten pada 1879 – namun permohonan paten itu dianggap habis masa berlakunya karena contoh kendaraan yang akan dipatenkan tidak pernah dibuat.

Setelah tertunda selama 16 tahun dan disertai bukti lampiran aplikasi akhirnya 5 November 1895 Selden diberikan hak paten di Amerika Serikat. Tapi paten milik Selden digugat oleh Harry Ford dan lainnya dan dibatalkan pada tahun 1911.

Mobil Amerika yang menggunakan bahan bakar bensin pertama kali dibangun dan diuji coba oleh Duryea bersaudara di Springfield, Massachusetts, 1893. Pengenalan kepada umum pertama mobil produksi “Duryea Motor Wagon” bertempat di Taylor Street, Metro Center, Springfield, 21 September 1893.

Lainnya, The Studebaker Automobile Company – anak perusahaan pembuat kereta kuda yang sudah lama berdiri – mulai membuat mobil pada tahun 1897 dan mulai menjual kendaraan listik pada 1902 dan kendaraan bensin pada 1904.

Gairah zaman pembuatan mobil untuk menggantikan “kereta kuda” juga diupayakan oleh sejumlah teknisi di Inggris dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda. Thomas Rickett bahkan sudah menjalankan produksi pada tahun 1860. Selanjutnya Santler dari Malvern diakui oleh “Veteran Car Club of Great Britain” karena telah membuat mobil bertenaga bensin pertama tahun 1894, diikuti oleh Frederick William Lanchester tahun 1895.

Kendaraan pertama di Inggris Raya berasal dari Daimler Company – sebuah perusahaan yang didirikan oleh Harry J. Lawson setelah membeli hak paten atas mesinnya. Perusahaan Lawson membuat mobil pertamanya pada tahun 1897 – dan mereka melahirkan nama Daimler yang sebenarnya pengusaha otomotif berkebangsaan Jerman.

Tentang penggunaan bahan bakar diesel sudah dipatenkan oleh insinyur Jerman Rudolf Diesel pada tahun 1892. Desain ciptaannya disebut “New Rational Combustion Engine”. Baru pada 1897 mobil dengan bahan bakar diesel untuk pertama kalinya dikenalkan kepada publik. Memang, kendaraan bertenaga uap, listrik dan bensin berkompetisi selama beberapa dekade – dengan dominasi mesin dengan bahan bakar bensin.

Produksi Massal

Karl Benz memang penemu desain mobil modern pertama di dunia. Namun produksi skala besar baru dimulai oleh Ransom Olds – pemilik Oldsmobile – di Lansing, Michigan, Amerika Serikat sejak tahun 1901. Produksi skala besar dimungkinkan melalui teknik perakitan stationer yang dipelopori oleh Marc Isambard Brunel di Portsmouth Block Mills, Inggris, tahun 1802.

Mobil Ford yang diproduksi tahun 1910

Gaya perakitan produksi massal dan bagian yang dapat diperhatikan juga dipelopori di AS oleh Thomas Blanchard tahun 1821, di Springfield Armory, Springfield, Massachusetts. Konsep ini selanjutnya lebih dikembangkan oleh Henry Ford sejak 1913 dengan jalur perakitan bergerak pertama di dunia untuk mobil di Highland Park Ford Plant.

Mobil-mobil Ford yang diproduksi secara bergerak dalam interval 15 menit – jauh lebih cepat ketimbang metode sebelumnya. Produktivitasnya juga meningkat 8 kali lipat. Jumlah pekerjaan yang dilakukan manusia juga terpangkas – dari 12,5 jam menjadi hanya 1 jam 33 menit. Tapi cat menjadi hambatan hingga pabrik cat Duco menemukan jenis cat yang lebih kering pada 1926.

Namun pekerja di pabrik karoseri Ford gajinya lumayan tinggi. Dia bisa memiliki Model T dengan pembayaran empat bulan. Selain itu prosedur keselamatan benar-benar dijaga. Para pekerja selalu dipekerjakan di lokasi tertentu untuk menghindari mereka keluyuran. Kebijakan itu ternyata ampuh mengurangi tingkat kecelakaan kerja. Kombinasi antara upah tinggi dan efisiensi selanjutnya disebut “Fordism”.

Keuntungan efisiensi dari jalur perakitan juga bertepatan dengan peningkatan ekonomi AS. Jalur perakitan yang bergerak memaksa pekerja bekerja dengan kecepatan tertentu dengan gerakan yang sangat berulang – sehingga menghasilkan lebih banyak output setiap pekerja. Sedangkan di negara lain menggunakan metode yang kurang produktif.

Truk Ford yang diproduksi tahun 1939

Metode produksi ini juga ditularkan Ford saat membangun pabrik di luar negeri, seperti Ford Perancis dan Ford Inggris tahun 1911, Ford Denmark tahun 1923 dan Ford Jerman tahun 1925. Citroen adalah perusahaan Eropa asli pertama yang mengadopsi metode produksi Ford pada tahun 1921. Metode perakitan itu selanjutnya ditiru secara meluas di Amerika dan Eropa.

Meskipun berbagai desain perputaran mesin tanpa piston (rotary pistonless) telah mulai bersaing dengan piston konvensional dan crankshaft – hanya versi Mazda dari mesin Wenkel yang memiliki keunggulan dengan performa yang terbatas. Namun persaingan desain bertambah marak dengan teknologi digital belakangan ini yang memungkinkan mobil tanpa pengemudi. Google telah merancang mobil itu dengan tenaga listrik.

Tapi yang jelas, tercatat lebih dari 100 ribu paten yang telah berkontribusi atas penciptaan mobil dan sepeda motor modern yang kita kenal sekarang ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here