Mewakili Indonesia, Huraira Leather Bag Diundang ke Moscow

0
66
Elly Mashitoh bersama Siti Huraira.

Nusantara.news, Surabaya – Tas kulit buatan tangan arek Surabaya, Huraira Leather Bag (HLB) mendapat kehormatan untuk mengikuti pameran internasional di Moscow, Russia.

HLB setelah sebelumnya dilakukan penilaian oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mengikuti Collection Premiere Moscow (CPM) 2017, mendapat predikat baik dan dinilai sudah layak untuk go international membawa nama Indonesia di ajang pameran internasional.

Ada beberapa label yang akan disertakan dalam pameran kelas dunia, dan HLB adalah satu-satunya yang berasal dari Kota Surabaya.

Keikutsertaan HLB diperoleh setelah perwakilan dari Kemenperin, Elly Mashitoh yang juga sebagai manajer internasional exhibition Kemenperin menemui pemilik HLB, Siti Huraira di galerinya yang berada di Jalan Jambi No 3 Surabaya, Senin (17/4/2017).

“Kami dari Kemenperin telah lama memantau Huraira Leather Bag, dan kami simpulkan produk ini siap mengikuti event-event internasional. Dan, Kemenperin memberi fasilitas agar produk-produk lokal asal Indonesia memiliki pasar di luar negeri,” kata Elly Mashitoh kepada wartawan.

Menurut Elly Mashitoh, pada dua event nasional terakhir yang diikuti HLB yaitu Indonesia Fashion Week (IFW) dan Adiwastra Nusantara, HLB hasilnya sangat bagus. Bahkan saat IFW, both HLB sempat kosong sebab produknya habis terjual dan harus menunggu kiriman dari Surabaya.

“Tahun ini kita sertakan Huraira Leather Bag ke pameran di Moscow karena pasar dalam negeri sudah oke. Dibawa ke beberapa event hasilnya bagus. Di IFW produk tasnya dinilai paling bagus, sampai sold out. Juga saat Adiwastra juga oke. Padahal itu kan pameran kain khususnya batik, tas kulitnya Ibu Huraira ternyata laku keras juga,” jelasnya didampingi Ny Siti Huraira.

Ditambahkan, Indonesia bakal mengikuti pameran Collection Premiere Moscow (CPM) 2017 di Rusia, pada 30 Agustus hingga 2 September 2017. Ini partisipasi kedua Indonesia dalam pameran bertaraf internasional yang sudah diselenggarakan 29 kali dalam kurun 14 tahun.

CPM sendiri bersifat business-to-business (b-to-b), yang berarti para pembeli adalah pelaku sektor industri tekstil, seperti butik. Namun tak tertutup kemungkinan terjadi transaksi reatail, saat pameran berlangsung.

Tahun lalu, empat label yang dibawa Indonesia ke Moskow, yaitu Itang Yunasz Ready to Wear, Alleira Batik, Ardistia New York, dan Warnatasku. Tak sembarangan, keempat label ini terpilih setelah melalui beberapa proses seleksi.

Menurut Elly Mashitoh, pasar di Rusia dan Eropa Timur pada umumnya masih sangat terbuka lebar. Tujuan ikut pameran tentu saja membuka pasar baru bagi produk fashion Indonesia. Huraira Leather Bag diikutkan sebab tas adalah bagian atau asesoris dari fashion tersebut.

“Memang tidak bisa dalam satu kali pameran langsung terjadi transaksi, buyer akan menilai apakah produk kita di Indonesia sendiri sudah mantap. Tahun lalu, produk ready to wear milik Itang Yunasz sampai menolak order. Ini transaksi b-to-b, jadi ketika ada order 2.000 potong, Itang Yunasz harus menolak kewalahan,” kisahnya.

Khusus produk HLB, Elly Mashitoh menaruh harapan besar tas (clutch) spesial HLB yaitu tas lukisnya akan menuai sukses di Moscow.

Cluth painting-nya sangat unik, esklusif dan kualitasnya premium, sangat layak untuk dipamerkan di level internasional,” tandasnya.

Tidak berlebihan jika karya anak bangsa tepatnya dari Surabaya ini, juga dipakai untuk konsumsi aksesories para peminat produk lokal. Selain kualitasnya telah diakui dunia, bangsa Indonesia juga harus bangga dengan memakai produk dalam negeri, tidak mengandalkan produk asing.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here