Michael Flynn Mundur, Upaya Menjegal Kerja Sama AS-Rusia?

0
70
Michael Flynn (Foto: AP)

Nusantara.news, Washington – Gejolak terjadi antara tim penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Rusia dalam beberapa hari ke belakang, mengundang penasaran sejumlah anggota senat AS. Tidak sedikit senator Partai Republik, partai yang mengusung Trump, menuntut Gedung Putih menjelaskan, apa yang sebenarnya terjadi

Setelah penasihat senior bidang keamanan nasional Michael Flynn mengundurkan diri pada Senin (13/2) lalu, Trump berusaha mengalihkan perhatian orang-orang terhadap apa yang dia sebut sebagai upaya penggulingan penasihat keamanan nasionalnya, Michael Flynn lewat pembocoran informasi intelijen. Apakah Trump merasa ada upaya menjegal pemerintahannya untuk melakukan kerja sama dengan Rusia?

Trump terpaksa “memecat” Flynn setelah terungkap bahwa dia membahas soal sanksi AS terhadap Rusia dengan duta besar Rusia untuk AS, sebelum Presiden Trump diangkat sebagai presiden. Flynn juga dianggap telah memberi laporan palsu kepada Wakil Presiden AS Mike Pence tentang percakapan yang dilakukannya dengan dubes Rusia itu.

Drama pengunduran diri atau lebih tepatnya pemecatan Flynn adalah yang terbaru di antara serangkaian drama lain yang kontroversial dari Gedung Putih setelah Trump dilantik sebagai presiden 20 Januari 2017 lalu.

Pada saat melakukan konferensi pers dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Rabu (15/2), Presiden Trump mengatakan, Flynn seorang jenderal pensiunan Angkatan Darat, adalah “pria yang luar biasa” yang telah dianiaya oleh berita media.

Tapi Partai Demokrat, meragukan Departemen Kehakiman Trump atau Kongres yang dipimpin Partai Republik akan mendalami masalah ini dengan serius.

Demokrat lebih mendorong untuk dibentuknya penyelidikan independen terkait komunikasi ilegal antara Flynn dan pemerintah Rusia serta upaya apapun yang dilakukan oleh Flynn atau pejabat Gedung Putih lainnya untuk menutup-nutupi kesalahan.

Sejauh ini para ketua Komisi Kehakiman Senat AS baik dari Republik mupun Demokrat telah meminta Direktur FBI James Comey untuk mengirimkan dokumen, dan memberikan penjelasan mengenai pengunduran diri Michael Flynn.

Laporan Biro Investigasi Federal dan Departemen Kehakiman yang menyebabkan penasihat keamanan nasional Michal Flynn “terjungkal” dari jabatannya, menimbulkan pertanyaan besar bagi Senator Chuck Grassley dan Dianne Feinstein. Mereka ingin mendalami apa sebenarnya yang didiskusikan Flynn dengan pejabat Rusia.

Senat dan Komisi Intelijen DPR serta subkomisi dari Komisi Kehakiman Senat AS telah mengumumkan akan memulai penyelidikan terhadap dugaan upaya Rusia mempengaruhi Pemilu AS melalui hacking komputer.

Badan-badan intelijen AS sebelumnya menyimpulkan bahwa Rusia melakukan hacking dan membocorkan email Partai Demokrat selama kampanye presiden, sebagai bagian dari upaya untuk mengarahkan suara dalam Pilpres 8 November mendukung Trump.

Pertanyaan Kongres soal dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS seakan mendapatkan momentum dengan skandal Michael Flynn. Saat ini Kongres bisa menekan badan-badan intelijen dan penegakan hukum untuk mengakses dokumen rahasia mereka.

FBI dan sejumlah badan intelijen AS  saat ini tengah menyelidiki operasi spionase Rusia di Amerika Serikat. Mereka melihat adanya kontak di Rusia antara petugas intelijen Rusia atau orang lain yang memiliki hubungan dengan pemerintahan Vladimir Putin dengan orang-orang yang terhubung ke Trump atau tim kampanyenya.

FBI juga baru-baru ini mempertanyakan soal Flynn terkait kontak telepon dengan duta besar Rusia di Washington. Sejauh ini belum ditemukan bukti adanya kolusi dalam upaya pemenangan Pemilu antara Rusia dan tim kampanye Trump dalam kasus Flynn. Flyyn atau orang lain yang terhubung dengan Trump juga belum terbukti melakukan kegiatan kriminal lainnya.

Sejumlah pengamat meyatakan keprihatinannya tentang kondisi Gedung Putih. Badan-badan intelijen sekarang mengawasi Trump.

“Komunitas intelijen mengatur Gedung Putih, itu tidak boleh,” kata Stephen Vladeck profesor hukum yang berfokus pada masalah hukum konstitusional dan keamanan nasional dari University of Texas.

Sejak awal upaya Gedung Putih untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia ditentang sejumlah pihak termasuk dari kalangan partai Republik, pendukung Presiden Trump dan Partai Demokrat. Trump dikritik karena Washington menjadi lunak sikapnya terhadap Rusia terkait aneksasi Crimea dari Ukraina oleh negeri Putin serta agresi Rusia terhadap Suriah.

Apakah skandal pengunduran diri penasihat senior keamanan nasional Gedung Putih Michael Flyyn menjadi bagian dari operasi “penggembosan” mencegah Trump menjalin kerja sama erat dengan Presiden Putin? Mungkin saja. [ ]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here