Mike Pence Bawa USD 10 Miliar ke Indonesia, 6 Miliar untuk Blok Natuna?

0
109

Nusantara.news, Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence berkunjung ke Indonesia pada Kamis (21/4) dalam rangkaian tour pertamanya ke Asia. Selain Indonesia, Pence juga mengunjungi Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Sebagaimana halnya kunjungan sejumlah pemimpin negara sebelumnya seperti Arab Saudi dan Prancis, Wakil Presiden AS ini datang ke Indonesia membawa sejumlah rencana kerja sama dan investasi. Apalagi perusahaan-perusahaan raksasa asal Amerika sudah lama bercokol di Indonesia, seperti Freeport (pertambangan) dan ExxonMobil (migas).

Setelah melakukan pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo kemudian dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Mike Pence mengumumkan, AS telah melakukan kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan dan energi senilai USD 10 miliar atau sekira Rp 133 triliun lebih.

Dalam kunjungannya, Pence dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan kerja sama senilai USD 6 miliar (Rp 80 triliun) antara PT Pertamina dan ExxonMobil.

Seperti diketahui, ExxonMobil adalah perusahaan migas asal AS yang punya konsesi migas dalam konsorsium East Natuna. Kuat dugaan, perjanjian kerja sama yang diteken antara kedua belah pihak terkait blok migas dengan cadangan gas terbesar di Indonesia itu.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sebelumnya pernah memberi sinyal tentang penandatanganan kontrak ladang gas raksasa di Laut Natuna, yang katanya akan terjadi dalam waktu dekat.

“Natuna ada kabar bagus, Mark (Senior Vice President ExxonMobil Corporation, Mark W Albers) kemari, dia janji dalam sebulan ini dia kirim surat resmi untuk (kepastian) East Natuna,” kata Arcandra pada 18 Aprlil lalu.

Selama ini, pengelolaan Blok East Natuna mengalami tarik menarik, karena belum adanya kesepakatan terkait skema porsi bagi hasil antara pihak pemerintah dan kontraktor yakni antara PT Pertamina, ExxonMobil dan PTT EP Thailand.

Menurut Wamen, proyek Blok East Natuna selama ini terkatung-katung. Pertamina memang tercatat masih menjadi pemimpin konsorsium Blok East Natuna, namun keputusan tersebut berdasarkan keputusan pemerintah. Sementara, jika melihat kontrak kerja sama yang lama, tatkala blok migas ini bernama Natuna D Alpha, ExxonMobil masih tercatat sebagai operator blok migas tersebut.

“Surat dari kami (yang menyebutkan Pertamina sebagai kepala konsorsium), tapi ExxonMobil masih melihat ada kontrak lama yang belum clear,” tutur Arcandra beberapa hari sebelum kedatangan Wapres AS ke Indonesia.

Kedatangan Pence ke Indonesia, selain untuk tujuan lobi terkait Freeport, juga diduga kuat ada hubungannya dengan lobi soal ExxonMobil, mengingat mantan salah satu petinggi ExxonMobil, Rex Tillerson, saat ini juga menjadi menteri di jajaran kabinet Presiden Donald Trump, yaitu sebagai menteri luar negeri.

Sebetulnya, pemerintah telah menargetkan kontrak blok East Natuna diteken tahun lalu tapi rencana terus molor hingga pertengahan Januari 2017. Target kembali mundur karena konsorsium di blok East Natuna (Pertamina, ExxonMobil, dan PTT Thailand) terlebih dulu ingin menunggu hasil review techonology and market review (TMR) blok tersebut. Target TMR selesai akhir tahun 2017, sehingga kontrak kerja sama East Natuna diharapkan bisa ditandatangani akhir tahun ini.

Selain itu, dalam kedatangan Wapres AS ditandatangani pula kerja sama antara PT PLN dengan Pacific Infrastructure Capital Group senilai USD 2 miliar atau Rp 26 triliun.

Sebanyak 11 kerja sama bisnis dan investasi ditandatangani oleh kedua negara. Misalnya, kontrak kerja sama bidang pertahanan dengan perusahaan pesawat terbang Lockheed Martin untuk penyediaan sistem senjata dan penyerang untuk jet tempur F-16, dan kesepakatan kerja sama dengan ExxonMobil, salah satunya untuk menjual 1 juta ton gas alam cair ke perusahaan minyak milik negara, PT Pertamina.

Penandatangan di bidang industri militer juga memasukkan kesepakatan dengan perusahaan Honeywell untuk memasok mesin turboprop ke perusahaan kedirgantaraan di Indonesia, dan sistem metering listrik senilai USD 2 miliar kepada konsorsium perusahaan.

“Kami mencari perdagangan dengan Indonesia yang bebas dan adil, untuk menciptakan win-win, baik untuk negara kita dan seluruh rakyat kita,” kata Pence di akun twitternya, men-twit dari Indonesia pada  Jumat (21/4).

Wakil Presiden Mike Pence mengakhiri tour Asia-nya di Indonesia pada Jumat dan lalu terbang menuju Australia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here