Misionaris Amerika Obok-Obok Sumenep Lewat Sosialisasi Kebangsaan

2
126

Nusantara.news, Sumenep – Ketenangan Sumenep, beberapa hari ini geger. Berkedok sosialisasi kebangsaan terdapat pemberian bingkisan beratribut agama tertentu  kepada sejumlah siswa SD di Kecamatan Manding dan Kota Sumenep, Madura, Jatim. Sebuah lembaga dari Amerika Serikat ada dibelakangnya

Kamis(23/2/2017) sejumlah pengurus MWC GP Ansor Manding mendatangi Polres Sumenep, mereka menyampaikan  hasil investigasi terhadap bingkisan yang diberikan pada siswa saat pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Manding.

“Pengurus MWC NU Manding telah melakukan investigasi. Hasilnya bingkisan itu dinilai menyelipkan ajaran agama tertentu di luar Islam. Hal itu sempat menimbulkan keresahan di kalangan wali murid, karena sebagian besar beragama Islam,” kata Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Sumenep, Muhri Zain.

Sosialisasi wawasan kebangsaan pada sejumlah SD di Kecamatan Manding yang diselenggarkan oleh Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudaya Kejuangan 45 Sumenep dengan Yayasan Sejahtera Bangsa Mulia(YSBM), Gresik. Kegiatan yang berisi  Sosialisasi Jiwa Semangat Nilai-nilai Kejuangan 45 (JSN 45)/ Wawasan Kebangsaan, Love Sex Dating (LSD), dan Pemberian Paket Hadiah.

Dalam sosialisasi tersebut , diakhir acara setiap peserta mendapat bingkisan, diduga disisipi ajaran agama tertentu. Tiap bingkisan berisi barang variatif, sejumlah produk dari luar negeri, seperti Amerika, China, Singapura, Vietnam. Di antaranya alat tulis, kaos, jaket, kaos kaki, handuk, sandal, makanan ringan, dan permen. 

Barang-barang tersebut bertuliskan simbol agama lain selain Islam. Padahal, di Sumenep mayoritas penduduknya muslim. Akibatnya, sejumlah orang tua siswa menolak dan mengembalikan bingkisan tersebut. “Kami mendesak Polres untuk mengusut tuntas peristiwa itu, karena sangat menyinggung perasaan umat Islam,” ujarnya.

Sosialisasi wawasan kebangsaan yang sedianya digelar mulai 21-23 Februari 2017 ke sejumlah sekolah sesuai surat ijin Dinas Pendidikan Sumenep akhirnya dihentikan sebelum waktunya. Penghentian karena dinilai menimbulkan keresahan. “Persoalan proses hukum itu merupakan kewenangan Polres. Kami hanya menyampaikan hasil investigasi para ulama, dan berharap Polres bisa bersikap tegas,” tandasnya.

Sementara itu sehari sebelumnya puluhan kiai dan santri dari sejumlah daerah di Sumenep mendatangi Hotel Musdzalifah untuk menemui pihak YSBM.

Dengan fasilitator aparat keamanan terdapat kesepatan antara sejumlah Kiai, Kadisdik Sumenep H A. Shadik dan Budi Dwi Prasetyo, Ketua YSBM. Setuju menarik semua bingkisan yang terlanjur tersebardan  menyatakan menghentikan aktivitasnya ke sejumlah SD dan SMP di Sumenep.

Kadisdik H A. Sadik juga mengaku kecolongan dengan beredarnya bingkisan beratribut Kristen. Menurut H Sadik, dirinya sengaja menyetujui surat permohonan Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumenep untuk melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan di 11 SD dan SMP Manding.

“Kenapa saya menyetujui? Karena kegiatan itu saya anggap bagus untuk menambah wawasan para anak didik. Belakangan ada bingkisan berisi atribut Kristen, dinas tidak mengerti dan kecolongan namanya,” jelas H Sadik, kepada sejumlah kiai dan santri di ruang lobi Hotel Musdhalifah, yang disaksikan sejumlah media.

Usai membuat pernyataan, Budi Dwi Prasetyo mengaku tidak mengerti terhadap isi bingkisan tersebut. Bingkisan itu, katanya, diberi oleh lembaga Samaritan’s Purse sebagai bingkisan usai sosialisasi kebangsaan. “Jumlah semua 2000 bingkisan. Yang tersebar di empat SD,” ujar Budi Prasetyo.

Berdasarkan penelusuran NUSANTARA.NEWS  lembaga Samaritan’s Purse yang di sebut  Budi Prasetyo sebagai donator adalah sebuah organisasi bantuan kemanusiaan Kristen evangelis yang menyediakan bantuan kepada orang yang membutuhkan fisik sebagai bagian penting dari pekerjaan misionaris Kristen.

Presiden organisasi adalah Franklin Graham, putra dari penginjil Kristen Billy Graham. Nama organisasi didasarkan pada Perumpamaan Perjanjian Baru Orang Samaria, di mana Yesus menggunakan perumpamaan untuk mengajarkan orang satu bentuk Peraturan Emas; “cintai tetanggamu seperti kamu mencintai diri sendiri”.

Purse Samaritan bekerja di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Ini telah menjadi pemodal utama untuk Carllen Yafet Afrika Pertolongan yang beroperasi di Kenya dan Sudan Selatan.  Karya kemanusiaan dari Carllen Yafet Afrika bantuan di Timur Utara, Elgeyo Marakwet, Narok, Busia, Meru, Kajiado dan kabupaten Baringo telah melihat peningkatan yang luar biasa dalam kehidupan ophans dan janda rentan.

Markas internasional Purse Samaritan adalah di Boone, North Carolina, dengan fasilitas  tambahan di Charlotte dan Wilkesboro Utara, NC kantor Afiliasi di Australia, Kanada, Jerman , Irlandia, Hong Kong, Belanda, dan Inggris. kantor lapangan yang terletak di sekitar 20 negara di lima benua.

Ini menjadi lonceng peringatan bahwa masuknya LSM asing ke Indonesia dengan berbagai cara, bila tidak hati-hati bukan Cuma agama, namun ideology pancasila bisa diputarbalikan, karena semangat nasionalisme harus tetap digelorakan. []

2 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here