Moon Jae-in Menangkan Pilpres Korsel

0
76
Moon Jae-in, calon presiden Partai Demokrat Korea, beserta istrinya Kim Jung-sook melambaikan tangan setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Seoul, Korea Selatan, Selasa (9/5). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/djo/17

Nusantara.news, Seoul – Kandidat Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dari Partai Demokrat Liberal mengungguli 13 kandidat lainnya dengan selisih suara yang sangat njomplang.

Berdasarkan jajak pendapat dan exit-poll sejumlah lembaga, Moon meraih lebih dari 41 persen suara. Pesaing terdekatnya Hong Joon-pyo dari Partai Liberty Korea hanya meraih 23 persen dan Ahn Cheol-soo dari Partai Rakyat yang berhalauan tengah hanya kebagian 21 persen suara. Selebihnya dibagi untuk 10 kandidat lainnya.

Apabila hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil resmi penyelenggara pemilu setempat, Moon dipastikan akan menjadi Presiden Korsel. Sebab sistem Pilpres di Korsel tidak mengenal single majority seperti di Indonesia atau Perancis, melainkan siapapun peraih suara terbanyak langsung diumumkan sebagai pemenang.

Kemenangan Moon bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebelum Pilpres berlangsung sejumlah jajak pendapat sudah mengunggulkan Moon dengan persentase yang nyaris sama dengan jajak pendapat dan hasil exit-pool sesudah pemilihan.

Namun kemenangan Moon yang dalam kampanyenya menjanjikan akan melakukan pendekatan yang lebih bersahabat dengan Korea Utara (Korut) dikritik oleh pesaing terkuatnya, Hong Joon Pyo. Bahkan Hong meragukan sikap patriotis Moon yang hendak bersekutu dengan musuh.

Sebaliknya Moon berkilah, pendekatan bermusuhan yang dilakukan oleh Presiden berhalauan konservatif sebelumnya membuat Korut lebih agresif. Untuk itu Moon akan menjajaki pendekatan yang lebih bersahabat, termasuk membuka kembali Kompleks Industri Kaseong yang dikelola bersama Korut. Sayangnya kompleks industri ini berhenti beroperasi setelah Korut melakukan uji coba persenjataan nuklirnya yang ke-4.

Tingkat partisipasi Pipres di Korsel ini terhitung tinggi. Bahkan mencaai 80 persen dari 42 juta warga negara Korsel yang terdaftar sebagai pemilih. Tingginya animo itu tidak terlepas dari gejolak politik yang berhasil memakzulkan Presiden Park Geun-hye yang dituduh terlibat korupsi.

Tingginya partisipasi pemilih hanya bisa bersaing dengan Pilpres Korsel 1997 yang mengantar Kim Dae-jung terpilih menjadi presiden dengan tingkat partisipasi yang mencapai 80,7 persen.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here