Moreno Mulai Ditimang Ramaikan Pilkada Kota Malang

0
86
Ilustrasi Kepemimpinan (Sumber: Euro Political Business Media)

Nusantara.news, Kota Malang – Munculnya anak muda dari generasi milenial di pentas politik memang hal biasa. Maka, Moreno, eks pembalap nasional yang kini menjadi DPR-RI kini mulai ditimang-timang sejumlah kalangan untuk meramaikan pentas politik Pilkada Kota Malang.

Bekal Moreno untuk menapak jejak kekuasaan di Kota Malang pun sudah dipandang cukup. Selain pernah memenangkan Pemilu Legislatif yang mengantarnya menjadi anggota DPR-RI, secara nazab atau garis keturunan, Moreno masih keturunan Bupati Malang ke-3, Raden Tumenggung Ario Notodiningrat, (1884 – 1894).

Persoalannya Moreno Soeprapto, putra dari pembalap legendaris Indonesia Tinton Soeprapto yang kini kader Partai Gerindra, namanya belum banyak disebut-sebut oleh Partai Politik dalam pentas Pilkada Kota Malang. Bahkan Gerindra di Kota Malang terkesan anteng-anteng saja. Tidak seperti partai lainnya yang sibuk membranding kader partainya sendiri kendati bermodal pas-pasan.

Tapi sebenarnya masih ada waktu dua pekan bagi Gerindra memajukan Moreno di tengah situasi politik Kota Malang yang terkesan stagnan. Dengan modal 4 kursi di DPRD Kota Malang, Gerindra memang membutuhkan 5 kursi lagi untuk bisa memajukan Moreno.

Sekarang kita lihat konstelasi politik Kota Malang. Parpol yang masih sekedar wacana dalam menentukan pilihan ada Golkar (5) dan Demokrat (5). Bahkan PDI-P belum menentukan siapa calon yang akan dimajukan nanti.

Artinya, kalau memang berniat memajukan Moreno dalam pentas Pilkada Kota Malang 2018, maka dibutuhkan keterampilan politik dari kader-kader Gerindra, khususnya di Kota Malang dan Jawa Timur untuk mendekati partai-partai politik yang masih galau dalam menentukan pilihan.

Bukan tidak mungkin Moreno disandingkan kader PDI-P dan diusung oleh PDI-P dan Gerindra sebagai Calon Walikota Malang. Dalam politik tidak ada yang namanya lawan atau musuh abadi. Kalau koalisi ini bisa terwujud, petahana tidak bisa lagi bersikap bertepuk dada dipasangkan dengan siapa saja pasti menang.

Namun terlepas dari jadi tidaknya Moreno ikut bertarung dalam pentas Pilkada Kota Malang, sesungguhnya karir politik yang sekarang diraihnya sudah luar biasa. Usia Moreno memang lebih tua 2 tahun dari Emil Dardak, namun sebagai anak muda yang lahir tahun 1982 dia masih pantas disebut generasi milenial.

Memang masih ada pro kontra terkait munculnya generasi milenial di pentas politik. Satu di antara alasan yang mengemuka adalah belum matang dan menguasai pengalaman medan politik di dalam pemerintahan. Dinamika perpolitikan yang terlihat semu dan abu-abu praktik konsolidasi, keberpihakan, dan sarat dengan kepentingan mungkin akan menyulitkan anak muda, awam dan baru dalam membacanya.

Pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Ahmad Syahdian, mengatakan figur pemuda daam kancah politik menjadi trend di beberapa daerah.

“Sosok Tsamara Amany Alatas yang berusia 21 tahun merupakan seorang politisi generasi milenial dari Partai Solidaritas Indonesia. Tsamara dikenal karena keberaniannya menyuarakan isu-isu politik Tanah Air.

Selain itu, Tsamara juga getol membela Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ia juga menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Eksternal Partai Solidaritas Indonesia.

“Adapun juga dalam Pilkada Trenggalek 2015 dengan Emil dan Gus Arifin (Bupati Emil Dardak dan wakilnya), juga Bupati Anas (Abdullah Azwar Anas) di Banyuwangi,” ujar Dian.

Emil Elestianto Dardak atau Emil Dardak  yang kini berusia 33 tahun menjabat sebagai Bupati Trenggalek sejak 17 Februari 2016. Emil yang berpasangan dengan Wakil Bupati, Mochamad Nur Arifin, memenangkan pemilihan kepala daerah serentak di Kabupaten Trenggalek tahun 2015 dengan perolehan suara sebanyak 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen.

Ia dan Mochamad Nur Arifin menjadi pasangan termuda pada pilkada serentak 2015. Emil menjadi peraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang dari Ritsumeikan Asia Pacific University pada usia 22 tahun. Dan kini, Emil digadang-gadang akan maju mejadi Calon Wakil Gubernur Jawa Timur dala helatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang.

Juga Mayor Inf. (Purn.) Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A.yang berusia 37 tahun adalah putera pertama Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Namanya mulai dikenal secara luas ketika dicalonkan oleh beberapa partai salah satunya Partai Demokrat di Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017.

Selanjutnya yakni H. Zumi Zola Zulkifli, S.TP, M.A yang berusia  37 tahun menjadi Gubernur Jambi petahana yang menjabat sejak 12 Februari 2016 untuk periode 2016–2021. Ia sebelumnya dikenal sebagai aktor yang membintangi beberapa film dan sinetron di Indonesia.

Dr. Ya’qud Ananda Gudban, SS., SST.Par.,MM, sudah tak asing lagi dalam kancah perpolitikan di Kota Malang. Anggota DPRD Kota Malang periode 2009-2014 dan 2014-2019. Beliau digadang-gadang akan maju menjadi calon Walikota Malang, berhadan dengan Petahan, M Anton dari PKB.

Selanjutnya yakni, Moreno Soeprapto berusia 35 tahun, yang merupakan anggota DPR RI 2014-2019 Aktif. Kini ia menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang. Pihaknya akan digadang-gadang maju sebagai Calon Walikota Malang, dimana ia juga memiliki garis keturunan dari Bupati Malang III, Raden Tumenggung Ario Notodiningrat, (1884 – 1894).

Akankah Moreno dapat mengikuti garis keturunan leluhurnya sebagai kepala daerah Malang? Dan apakan sosok figur pemuda akan meraih kursi Walikota Malang di Pilkada 2018 mendatang? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here