Mudik Lebaran, Ini Jalur dan Wilayah Rawan (Bagian 1)

0
191

Nusantara.news, Surabaya – Tradisi Mudik Lebaran menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan umat muslim setelah sebulan berpuasa, juga masyarakat lainnya di Indonesia. Menghadapi mudik, pemerintah daerah ikut sibuk menyiapkan kelayakan infrastruktur jalan, penyeberangan, kesiapan armada kapal dan lainnya untuk kenyamanan perjalanan mudik.

Masyarakat berharap pemerintah bisa memenuhi kebutuhan kelancaran saat perjalanan. Sampai ditujuan dengan selamat dan bisa bersilahturahmi dengan orang tua, handai taulan serta kerabat.

Perjalanan jauh, memakan banyak waktu serta melelahkan tak lagi sebagai penghalang. Lelah itu akan terobati setelah bertemu dan bercengkerama dengan sanak saudara. Ada hal penting yang tidak boleh diabaikan selama menempuh perjalanan mudik. Selain berharap pemerintah harus memastikan jalur mudik aman dan nyaman, pemudik sendiri tidak boleh lalai dengan kondisi kendaraan serta memperhatikan jalur dan wilayah yang dilalui.

Masuk Jawa Timur, ini wilayah yang harus diwaspadai

Saat melintas di wilayah Jawa Timur, kewaspadaan dan kehati-hatian harus terus ditingkatkan. Memahami kondisi wilayah yang dilalui, utamanya di daerah yang rawat terjadi kecelakaan.

Misalnya, sebelum masuk Surabaya, di Mojokerto pemudik perlu waspada agar tak terlibat kecelakaan. Sejumlah jalur alternatif di daerah ini tergolong rawan bencana alam serta kriminalitas.

Soal itu Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Wikha Ardilestanto mengatakan, jalur nasional Surabaya-Madiun dan jalur alternatif Mojokerto-Batu tergolong titik rawan kecelakaan.

Di kedua jalur tersebut, setidaknya terjadi 25 kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua dan empat selama mudik lebaran 2016. Korban meninggal 5 orang, luka berat 2 orang, korban luka ringan mencapai 35 orang.

“Titik rawan kecelakaan di jalur nasional mulai dari simpang tiga Jampirogo, Kecamatan Sooko hingga perbatasan Mojokerto-Jombang di Kecamatan Trowulan,” ujar AKP Wikha, Sabtu (10/6/2017).

Di jalur tersebut masih terdapat sejumlah ruas bergelombang, tengah dilakukan perbaikan. Seperti di depan pusat perkulakan sepatu (PPTS) Trowulan hingga di dekat jembatan timbang.

Ramainya kendaraan yang keluar dari jalan-jalan kecil menuju ke jalan nasional juga perlu diwaspadai, agar terhindar dari kemacetan serta kecelakaan.

“Di jalur tersebut banyak kendaraan keluar dari jalan kecil menuju jalur nasional sehingga kerap kali terjadi kecelakaan,” terang Wikha.

Guna menekan angka kecelakaan, petugas memasang spanduk peringatan untuk berhati-hati terutama di sepanjang jalur ke arah Jombang. Dan jika kelelahan disarankan untuk berhenti di rest area di jembatan timbang Trowulan, untuk pemudik dari dan ke arah Surabaya.

Sementara untuk jalur alternatif Mojokerto ke Batu atau sebaliknya lewat Pacet, kerawanan karena kondisi wilayah yang pegunungan. Untuk pemudik dari arah Cangar, Kota Batu harus waspada saat turun di tanjakan Sendi hingga Gotean.

“Kasus kecelakaan di jalut itu karena didominasi rem blong akibat terlalu panas, karena terus mengerem. Untuk itu kami pasang himbauan menggunakan gigi satu,” terangnya.

Daerah lainnya yang rawan longsor, berada di Kecamatan Trawas dan Pacet, tepatnya di simpang tiga Pacet-Cangar dan simpang tiga Pacet-Pertigaan Daplang Trawas.

Jika hujan, jalur mudik rawan banjir yang juga perlu diwaspadai ada di sepanjang Jalan Brawijaya, Kecamatan Pungging dan Jalan Raya Ngetrep, Ngoro. Jalur ini menjadi akses utama Mojokerto-Pasuruan-Malang. Guna mengurangi kerawanan di wilayah tersebut, pihaknya mengoptimalkan fungsi pos pelayanan dan pengamanan mudik.

“Kalau ada jalur kena bencana, kami informasikan ke pemudik termasuk untuk pengalihan arus,” terangnya.

Polisi juga mengigatkan daerah-daerah yang harus diwaspadai terjadi tindak kejahatan, yakni di lima zona, jalur Sedati, Kutogirang, Manduro Kecamatan Ngoro, Panjer Tempuran, Lebaksono di Pungging, Klenteng dan Awang-awang di Kecamatan Mojosari.

Zona 2, mulai dari Pasar Sawahan, Pacing, Ngranggon Kecamatan Bangsal, Tuangan Kalen, Randugenengan dan Rabdugede di Kecamatan Dlanggu hingga Pugeran, Pohjeher, Padi, Gumeng, Begagan Limo Kecamatan Gondang.

Zona 3, yakni jalur Sumberglagah, Daplang, Belik Trawas, Padusan, Pasar Pandan, Jubel, Cembor dan Claket, Pacet, Karangdieng, Pesanggrahan dan Simbaringin Kecamatan Kutorejo.

Zona 4, jalur Domas, Lengkong, Jatipasar dan Balongdowo, perbatasan Curah Malang di Trowulan, Dinoyo, Karangjeruk dan Perbatasan Candi Tikus dengan Gading di Kecamatan Jatirejo.

Zona 5, adalah Jalan Raya Desa Banjaragung, Sumolawang, Tangunan Kecamatan Puri, Jalan Raya Modongan dan Wringinrejo Kecamatan Sooko, Jalan Raya Desa Gayaman, Jabon, Ngarjo dan Sumberjati, Mojoanyar.

Masuk Jawa Tengah, waspadai kepadatan

Masuk wilayah Jawa Tengah, baik dari Jawa Barat atau Jawa Timur pemudik harus mewaspadai kepadatan sejumlah jalur serta rawan kecelakaan. Di Brebes, saat masuk tol fungsional dari Brebes Timur (Brexit) ke Gringsing, Batang dipastikan padat dilalui pemudik. Lantaran jalan tol masih berupa beton dasar atau lean concrete (LC) dan belum ada fasilitas seperti jalan tol pada umumnya.

Mengantisipasi kemacetan di Tol Pejagan-Brexit, Polres Brebes membangun tiga pos pantau. Masing-masing di KM 248, rest area KM 252, dan KM 263.

“Kemacetan diperkirakan tak separah tahun lalu lantaran sudah ada tol fungsional. Tetap dalam rangka Operasi Ramadniya Candi (ORC) 2017, kami mempersiapkan tiga pos pantau dalam tol,” kata Kapolres Brebes, AKBP Lutfie Sulistiawan, Selasa (13/6/2017).

Ada pula pos pantau di persimpangan Brebes Exit Timur (Brexit) dan di pintu tol Kaligangsa. Polisi juga akan menempatkan petugas yang harus bertindak cepat dalam mengurai arus lalu lintas.

Ditambahkan, jika sudah ada sekitar 6 ribu kendaraan per jam masuk ke tol yang terpantau petugas di pos, kendaraan lain akan dikeluarkan di pintu tol sebelumnya ke jalan arteri pantura. Polri, TNI, dan petugas kesehatan juga akan bersiaga di posko mudik tersebut.

Masuk Yogyakarta, waspadai daerah rawan Lakalantas

Termasuk di wilayah Kulonprogo menuju DI Yogyakarta. Karena menjadi pintu masuk dan pertemuan arus, Kulonprogo menjadi rawan kecelakaan.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Kulonprogo, Iptu Basuki Rahmat menyebut setidaknya ada lima titik rawan kecelakaan yang harus diperhatikan serta menjadi perhatian petugas.

Yakni, pintu masuk Kulonprogo di sebelah barat, tengah Kota Kulonprogo hingga menjelang masuk Kota Yogyakarta. Pemudi diminta untuk waspada saat melintas di daerah ini.

“Lima lokasi itu ada di Pongangan dekat Kota Yogya, kemudian Dudukan yang ada SPBE, ketiga Ngramang mulai dari pom bensin sampai pos polisi Milir. Serta sepanjang Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan, terminal sampai Toyan dan di daerah Palihan, dekat Koramil,” ujarnya (8/6/2017).

Toha menyebutkan, Satlantas Polres Kulonprogo setiap tiga bulan sekali memantau kejadian kecelakaan. Bila tak ada kejadian, lokasi pantauan kecelakaan dialihkan ke tempat rawan lainnya. Namun di Palihan, pemudik harus hati-hati karena banyak korban meninggal di daerah Palihan.

Polisi meminta pemudik harus hati-hati saat memasuki Kota Kulonprogo. Ini karena jalanan di Kulonprogo landai dan halus. Biasanya pengguna jalan terbuai dengan kondisi jalan yang lebar dan halus, dengan meningkatkan kecepatan. Diingatkan, di wilayah itu pengguna jalan biasanya mencapai titik Lelah, baik dari arah barat atau timur.

“Kulonprogo salah satu titik lelah bagi pemudik baik dari Jakarta dan lainnya. Di samping lurus, halus, dan bergelombang serta banyak tikungan. Misalnya di Ngramang jalanan berliku. Di Gembongan jalan lurus tapi cekung. Keduanya agak bergelombang jadi harus diwaspadai,” terangnya.

Saat malam hari pengguna jalan juga harus ekstra hati-hati, khususnya pengendara roda dua. Lantaran, ada perbedaan antara jalanan di Jawa Tengah, yaitu Purworejo dan Kulonprogo. Jalan di Purworejo sempit, tidak halus seperti di Kulonprogo.

“Jalan berbeda antara dari Purworejo ke Kulonprogo. Jangan lihat jalannya halus dan lebar, ini sangat berbahaya. Jangan karena ingin cepat sampai tetapi tidak berhati-hati,” katanya.

Masuk Brebes, waspadai enam titik rawan

Satlantas Polres Brebes juga memetakan titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas untuk jalur mudik lebaran 2017. Lokasi itu tersebar di jalur Pantura, tengah, dan selatan di wilayah tersebut.

“Ada enam titik rawan di wilayah Brebes. Tersebar di jalur Pantura, tengah dan selatan Brebes, itu harus diwaspadai,” kata Kasatlantas Polres Brebes AKP Arfan Zulkhan Sipayung, Selasa (4/4/2017).

Titik rawan Lakalantas tersebut berada di ruas jalan nasional juga jalur provinsi. Dua titik rawan kecelakaan di jalur Pantura adalah Cimohong Kecamatan Bulakamba dan di Kecamatan Wanasari.

Ruas jalan di dua titik tersebut spesifikasinya jalan lurus. Sehingga dimungkinkan terjadi human error atau faktor kelalaian manusia saat berkendara, dengan memacu kendaraan dengan kencang, atau ngantuk dan lain sebagainya.

Jalur lainnya yang juga perlu diwaspadai, ada di Ketanggungan dan Pejagan. Kemudian, untuk jalur selatan ada di Kecamatan Bumiayu dan Tonjong. Jalur tengah dan selatan Brebes ini merupakan jalur yang dilewati dari Jakarta menuju Jawa Tengah, Jogja atau sebaliknya.

“Kondisi lalu lintasnya ramai, untuk empat titik rawan kecelakaan di jalur tengah dan selatan Brebes merupakan jalur menuju Purwokerto dan Yogyakarta dari arah Jakarta atau sebaliknya,” ucapnya.

Wilayah Bumiayu dan Tonjong jalur selatan Brebes, juga rawan karena topografinya pegunungan dan jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan dan turunan sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Untuk menekan kecelakaan, petugas dengan pemerintah daerah setempat menambah rambu-rambu peringatan yang dipasang di sejumlah titik yang sering terjadi kecelakaan.

“Kami berharap tidak terjadi penumpukan kendaraan di Tol Brebes. Kami telah mempersiapkan 60 personel tim pengurai kemacetan menggunakan motor,” jelasnya.

Itulah sejumlah ruas jalan di Pulau Jawa yang perlu diwaspadai saat mudik lebaran. Selamat menikmati perjalanan mudik, semoga perjalanan lancar dan sampai di tujuan dengan selamat.[] Bersambung

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here