Mudik Lebaran, Sekitar 11 Juta Orang Tinggalkan Jatim

0
74

Nusantara.news, Surabaya – Di musim mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah atau tahun 2017 ini, berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur diprediksi lonjakan penumpang yang mudik tahun ini mencapai 11.136.740 orang. Jumlah tersebut meningkat dibanding musim mudik tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 10.730.540. Mereka mudik menggunakan angkutan transportasi umum menuju ke kampung halamannya baik di Jawa atau luar Pulau Jawa. Gubernur Jawa Timur Soekarwo optimistis musim mudik tahun ini berjalan lancar.

“Saya yakin semuanya akan berjalan lancar,” ujar Soekarwo.

Pakde Karwo sapaan Soekarwo menyebut mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut dengan menambah moda transportasi, baik untuk bus, kapal api dan kapal laut. Untuk bus, disipkan sebanyak 5.805 unit untuk mengangkut sebanyak 5.916.751 penumpang dan sebanayak 49 kapal untuk mengangkut 1.912.365 orang penumpang.

Penerbangan di bandara disiapkan sebanyak 412 flight untuk mengangkut sekitar 1.858.265 penumpang. Untuk kereta api disediakan sebanyak 604 gerbong guna mengangkut 1.249.462 penumpang. Serta sebanyak 777 bus untuk mengangkut 73.535 orang pemudik. Dari jumlah bus yang ada, sebanyak 530 unit bus merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah Provinsi Jawa Timur, selebihnya bantuan sponsor.

Untuk transportasi kereta api mudik gratis disediakan 126.303 kursi untuk 138 perjalanan. Sedangkan angkutan laut disediakan untuk masyarakat yang tinggal di kepulauan. Serta disediakan fasilitas 24 perjalanan untuk sedikitnya 10.800 penumpang.

Pagi tadi, Jumat (23/6/2017) Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberangkatkan 604 orang di program Mudik Gratis Melalui Kereta Api di Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya. Kereta Api yang dipergunakan para pemudik, yakni Kereta Api Rel Diesel (KRD) tujuan Surabaya-Kertosono.

Soekarwo menyebut, di musim mudik tahun ini, jumlah kursi penumpang untuk kereta api yang disiapkan untuk Mudik dan Balik Gratis sebanyak 126.303 orang dengan 14 rangkaian kereta api, 7 jurusan, dan 138 trip.

“Kapasitas penumpang yang disediakan tahun ini naik 12 persen dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 113.080 penumpang dengan 7 jurusan dan 131 trip,” terang Soekarwo kepada wartawan.

Khusus untuk angkutan mudik gratis kereta api telah disiapkan kereta api Dhoho tujuan Surabaya-Blitar via Kertosono dengan 4 rangkaian, Kereta Api Penataran tujuan Surabaya-Blitar via Malang dengan 4 rangkaian, Kereta Api Tumapel tujuan Surabaya-Malang dengan 1 rangkaian. Juga Kereta Api KRD tujuan Surabaya-Kertosono dengan 2 rangkaian, Kereta Api KRD tujuan Sidoarjo-Bojonegoro dengan 1 rangkaian. Selain itu juga disediakan Kereta Api Probowangi tujuan Surabaya-Banyuwangi dengan 1 rangkaian dan Kereta Api TawangAlun tujuan Malang-Banyuwangi dengan 1 rangkaian.

Soekarwo menyebut mudik balik gratis ini merupakan wujud terima kasih pemerintah terhadap masyarakat yang telah ikut membantu mewujudkan suasana aman dan nyaman di Jawa Timur.

“Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jatim merupakan bentuk terimakasih kepada masyarakat Jatim yang telah berkontribusi besar tak hanya bagi Jatim tapi juga Indonesia,” jelasnya.

Ke depannya, Pakde Karwo berharap agar jumlah kapasitas yang disediakan untuk penumpang mudik lebaran bisa ditambah.

Sementara, di kesempatan yang sama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memberangkatkan 5.060 orang penumpang yang mudik dengan bus, dilepas di halaman kantor Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim (Dishub LLAJ), Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (23/6/2017).

Jumlah armada bus yang diberangkatkan pagi itu mencapai 92 bus dengan rute tujuan Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Jember, dan Surabaya-Bondowoso. Sehari sebelumnya di tempat yang sama juga dilaksanakan pemberangkatan 81 bus untuk mengangkut 4.455 pemudik dengan tujuan 20 kabupaten/kota di Jatim.

Untuk armada bus, tahun ini Pemprov Jatim menyediakan 777 armada untuk melayani penumpang mudik gratis. Sedangkan untuk moda kereta api, disediakan 126.303 seat dengan 14 rangkaian kereta api, 7 jurusan, dan 138 trip, atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya yang hanya menyediakan 113.080 seat, 7 jurusan, dan 131 trip

“Secara keseluruhan, tahun ini Pemprov Jatim bekerjasama dengan seluruh pihak melayani 210.638 pemudik gratis baik via armada bus, kapal laut, maupun kereta api. Semoga ini bisa membantu masyarakat agar bisa merayakan lebaran dengan gembira, selamat, dan kondisi fisiknya fresh” kata Gus Ipul.

Mudik Gratis Kurangi Kepadatan dan Tekan Kecelakaan

Masih menurut Gus Ipul, program mudik gratis bertujuan untuk mengurangi kepadatan, baik kepadatan kendaraaan di jalan, maupun kepadatan/penumpukan penumpang di stasiun, terminal, maupun pelabuhan. Dengan berkurangnya kepadatan kendaraan di jalan, diharapkan kasus kecelakaan juga dapat ditekan.

Dia mencontohkan, pada 2015 terjadi 900 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 200 orang. Jumlah itu berkurang pada 2016 dimana terjadi 700 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 87 orang. Sebanyak 70 persen dari kasus kecelakaan tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua.

“Dengan program mudik gratis ini, kami harap bisa menyeimbangkan jumlah pemudik di stasiun, terminal, dan pelabuhan sehingga tidak terjadi lagi uyel-uyelan di lokasi tersebut. Serta yang lebih penting lagi, kami harapkan tidak ada lagi kasus kecelakaan di jalan saat mudik lebaran,” katanya.

Berangkatkan 1.500 Mudik Gratis Indomaret

Setelah memberangkatkan mudik gratis di kantor Dishub, Gus Ipul beserta rombongan menuju Indomart Frontage Ahmad Yani untuk kembali memberangkatkan 1.500 pemudik yang diangkut oleh 25 bus dengan tujuan Surabaya-Banyuwangi, Surabaya-Jember, Surabaya-Trenggalek, Surabaya-Magetan, serta rute Surabaya-Jogja, Surabaya-Solo, dan Surabaya-Purwokerto.

Dirinya berpesan kepada pengemudi bus agar taat pada rambu-rambu lalu lintas, jika lelah, diharapkan pengemudi dapat beristirahat di tempat-tempat peristirahatan sementara yang telah disediakan pemerintah, dan swasta.

“Istirahatlah jika lelah dan jaga keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pesannya.

Sementara, Pimpinan Cabang Indomaret Frontage Jalan Ahmad Yani, Iskandar mengatakan, penyelenggaraan mudik gratis ini sudah kedelapan kalinya diadakan.

Tahun ini, Indomaret melayani 10.118 pemudik gratis secara nasional. Sementara untuk di Jawa Timur sendiri Indomart melayani 1.500 pemudik dengan 25 bus.

“Semua penumpang diikutkan asuransi Jasa Raharja. Namun kita semua berharap semuanya selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Soekarwo Ingatkan ASN Tidak Cuti di luar Cuti Bersama Lebaran

Masih terkait lebaran, Soekarwo menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Jawa Timur untuk tidak mengambil cuti tambahan di luar cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah atau 2017 Masehi.

Himbauan itu dituangkan melalui Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Sekdaprov Jatim Dr. Akhmad Sukardi, nomor 862/8832/204.3/2017 tanggal 6 Juni 2017. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan memberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah cuti bersama Idul Fitri 1438 H.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur Benny Sampirwanto, Jum’at (16/6/2017).

Pemprov Jawa Timur melarang ASN ambil cuti di musim lebaran tersebut merujuk himbauan Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi/Menpan RB nomor B/21/M.KT.02/2017 tanggal 30 Mei 2017, perihal himbauan untuk tidak memberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah cuti bersama Idul Fitri 1438 H.

Benny mengatakan, tujuan himbauan ini agar penyelenggaraan pelayanan publik bagi masyarakat tetap berjalan maksimal. Sedangkan bagi PNS Pemprov Jawa Timur yang tidak bisa mengikuti cuti bersama karena memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti pegawai rumah sakit dll, akan diberikan tambahan cuti tahunan.

“Kepada ASN tersebut akan diberikan tambahan cuti tahunan sejumlah cuti bersama,” katanya.

Selain himbauan tidak menambah cuti, Soekarwo juga meminta seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur untuk masuk kerja seperti biasa usai cuti bersama. Selain itu, usai pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri berakhir, dipastikan seluruh aktivitas instansi pemerintah harus sudah berjalan normal, terutama pelayanan publik.

Ditambahkan, tingkat kehadiran hari pertama masuk usai lebaran di Pemprov Jawa Timur selama ini cukup baik, tidak ada seorang pun yang membolos.

Merujuk pada edaran gubernur tersebut dan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, diharapkan seluruh Kepala OPD/Unit Kerja secara berjenjang untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi atas SE Gubernur tersebut.

“Himbauan ini untuk menjaga kedisiplinan ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here