Mugabe Tahanan Rumah Militer Sebut Tak Ada Kudeta

0
98
Situasi kota Harare, ibukota Zimbabwe saat pendudukan militer pada Rabu (15/11) kemarin

Nusantara.news, Harare – “Presiden Robert Mugabe aman-aman saja di kediamannya, Harare. Sebab target kami bukan presiden, melainkan bandit-bandit yang bersembunyi di sekitar presiden,” begitu pernyataan resmi Mayor Jenderal Sibusiso Moyo saat tentaranya menduduki stasisiun televisi pemerintah Zimbabwe Broadcast (ZBC) pada Rabu (15/11) kemarin.

Keberadaan Mugabe juga dikonfirmasi oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. Dalam percakapannya lewat telepon, ungkap Zuma, Rabu (15/11),  Presiden Mugabe mengatakan dirinya baik-baik saja. Sekarang Robert Mugabe berada dalam tahanan di sebuah rumah di Harare yang dijaga oleh personil bersenjata.

Komandan Pasukan Pertahanan Zimbabwe Mayjen SB Moyo membuat pengumuman tentang penyiar status negara bagian ZBC, dalam gambar diam ini yang diambil dari video 15 November 2017. ZBC / Handout via REUTERS

Hingga berita ditulis masih terjadi perundingan yang kemungkinan besar menyangkut transisi kekuasaan. Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang pekan lalu dipecat oleh Mugabe  dan melarikan diri ke Afrika Selatan dikabarkan sudah pulang ke Harare.

Kemungkinan besar Emmerson yang berusia 75 tahun, bukan 81 tahun seperti berita nusantara.news sebelumnya, akan menggantikan Mugabe hingga diselenggarakannya Pemilu.

Sebelumnya, setelah Mugabe memecat Emmerson, istri Presiden yang bernama Grace disebut-sebut akan menggantikan Emmerson menjadi Wakil Presiden. Grace didukung penuh oleh loyalis Partai ZANU-PF untuk menggantikan Presiden Mugabe yang sudah berusia 93 tahun.

Atas terjadinya krisis politik, sejumlah negara yang memiliki hubungan diplomatic dengan Zimbabwe sudah memberikan peringatan kepada warga negaranya yang tinggal di sana. Memang tidak terjadi pertempuran seru, namun situasi politik dikhawatirkan sewaktu-waktu berubah.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyarankan warga Inggris di Harare tetap tinggal di rumah atau tempat-tempat lainnya tempat bermukim hingga situasinya menjadi lebih jelas. Sedangkan kedutaan AS di Harare menasihati warga AS di Zimbabwe untuk “berlindung di tempat” sampai pemberitahuan lebih lanjut.

China, mitra dagang terbesar Zimbabwe, mengatakan pihaknya mengamati secara seksama situasi itu dan berharap pihak terkait dapat menangani urusan dalam negeri dengan benar. Dikabarkan pula China berinvestasi di pertambangan.  Disebutkan China berhubungan dekat dengan perwira-perwira angkatan darat, termasuk Jenderal Constantino.

Artinya, di luar permainan kekuasaan diantara tokoh lokal ada 3 negara yang langsung berkepentingan dengan Zimbabwe, masing-masing Inggris selaku bekas penjajah yang berkepentingan melindungi warga kulit putih keturunan Inggris, Amerika Serikat yang berkepentingan mencegah pengaruh China, dan China yang hadir sebagai investor utama di negara yang di ambang kebangkrutan itu.

Situasi Harare

Televisi ZBC milik pemerintah Zimbabwe adalah pertama-tama yang diduduki militer saat mengepung kota Harare. Pendudukan langsung dipimpin oleh Mayor Jenderal Sibusiso Mayo yang langsung memberikan keterangan pers lewat telivisi.

Peta kantor-kantor penting di Harare

Dalam siaran langsungnya, Mayjen Mayo menjamin keamanan Presiden Robert Mugabe. “Kami hanya menargetkan penjahat di sekitarnya yang melakukan kejahatan yang menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi di negara ini,” kata Mayjen Moyo, sambil membacakan sebuah pernyataan.

“Begitu kita menyelesaikan misi kita, kita berharap situasinya akan kembali normal,” lanjut Mayo sekaligus menghimbau dinas keamanan untuk bekerja sama “demi kebaikan” negara tersebut dan memperingatkan bahwa setiap provokasi akan “mendapat tanggapan yang sesuai”.

Panglima Angkatan Darat Jenderal Constantino Chiwenga, yang mengunjungi China pekan lalu, mengatakan pada hari Senin (13/11) lalu untuk bertindak menghentikan pembersihan dalam partai Zanu-PF yang berkuasa.Di Harare, beberapa orang menyapa berita itu dengan gembira.

“Kami akan memiliki kehidupan yang baik, kami menantikan Natal, karena apa yang telah terjadi,” kata seorang wanita kepada BBC News. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jenderal untuk menghapus tiran ini,” kata seorang pria. “Dia memerintah negara seolah-olah itu milik keluarganya.”

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ditahan di rumahnya dan “baik-baik saja”, mengutip sebuah pernyataan oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, yang telah berbicara kepadanya. Presiden kharismatis yang lahir dari suku terbesar di Zimbabwe itu menjalani tahanan rumah setelah militer menduduki Harare.

Tentara juga menyita markas besar penyiar nasional Zimbabwe. Meskipun tidak terjadi perlawanan yang berarti namun terdengar ledakan dan tembakan keras pada malam hari yang membuat situasi tampak mencekam.

Dikabarkan pula, laporan tentang kendaraan militer yang memblokir jalan-jalan yang dekat dengan parlemen di Harare, dan di luar markas partai Zanu-PF yang berkuasa. Sebelumnya, ledakan dan tembakan terdengar di pinggiran utara ibu kota, termasuk tembakan di dekat kediaman pribadi Presiden Robert Mugabe yang berusia 93 tahun.

Pada hari Rabu pagi, sebuah akun Twitter berlogo Partai Zanu-PF mengatakan telah terjadi “transisi tak berdarah”.  Sebelumnya akun twitter yang diduga milik bagian propaganda Partai ZANU-PF itu memposting “keluarga pertama”telah ditahan. Namun kebenaran dari isi postingan ini belum terkonfirmasi.

Pada hari Selasa (14/11), pejabat Zanu-PF menuduh panglima militer Jenderal Constantino Chiwenga “melakukan tindakan pembangkangan” karena menantang Mugabe atas pemecatan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa pekan lalu.

Zanu-PF mengatakan bahwa Jenderal Chiwenga “secara jelas dihitung untuk mengganggu perdamaian nasional … dan menyarankan tindakan yang beralasan di pihaknya karena ini dimaksudkan untuk menghasut pemberontakan”.

Pada hari Senin (13/11), Jenderal Chiwenga memperingatkan bahwa “pembersihan” di partai yang berkuasa harus dihentikan atau tentara akan masuk. Dan ancaman itu tampaknya sudah dibuktikan dengan pengerahan pasukan sejak Selama (14/11) hingga Rabu (15/11) kemarin.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari unsur pemerintah. Kenyataan itu dianggap sebagai indikasi Mugabe memang tidak lagi memegang kendali. Loyalis Mugabe yang beberapa diantaranya masih memegang pasukan juga belum bereaksi. Kalau terjadi arus balik perlawanan mungkin situasi akan berubah drastic.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here