Musim Giling Tebu Tahun Ini, Jatim Target Lumbung Gula Nasional

0
220
Tahun 2016 PTPN XI mencatat telah menggiling tebu petani dan tebu lahan HGU sebanyak 5.106.563 ton tebu. Dan telah menghasilkan produksi gula kristal putih (GKP) mencapai 319.913,1 ton gula. Dan pencapaian ini merupakan yang terbesar karena berkontribusi terhadap total produksi nasional.

Nusantara.news, Surabaya – Memasuki musim giling tebu 2017, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI optimis Jawa Timur akan menjadi lumbung gula nasional. Hal ini seperti diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PTPN XI M Cholid seiring dengan potensi besar produksi tebu di Jawa Timur.

Menurutnya, untuk mencapai Jatim lumbung gula nasional, pihaknya telah membuat beberapa terobosan. Berbagai upaya telah dilakukan perseroaan untuk mencapai target sebagai salah satu provinsi kedua terbesar di Jawa karena berkontribusi 14,5% terhadap total produksi nasional.

PTPN XI sendiri telah mencatat, pada tahun 2016 perseroan telah menggiling tebu petani dan tebu lahan HGU sebanyak 5.106.563 ton tebu. Dan telah menghasilkan produksi gula kristal putih (GKP) mencapai 319.913,1 ton gula. Dan pencapaian ini merupakan yang terbesar karena berkontribusi terhadap total produksi nasional.

“Tahun ini kita akan meningkatkan produksi gula menjadi 432.327,7 ton dari 5.490.006 ton tebu yang digiling. Untuk mencapai target tersebut, tentunya kita secara bersama-sama harus bisa mencapai rendemen tebu pada akhir giling yakni 8% melalui berbagai cara,” tegasnya saat Media Update Industri Gula dan Buka Bersama PTPN XI, Senin (12/6/2017).

Tak hanya itu saja, Cholid juga menjelaskan, bahwa untuk mengejar rendemen tinggi pihaknya sudah melakukan berbagai cara. Di antaranya yaitu mengubah pola kerja petani terutama bagaimana sistem tebang yang baik, muat dan angkut yang selama ini menjadi momok bagi hasil tebu Petani yang seharusnya punya ciri (Manis, Nersih dan Segar).

“Bersama dengan seluruh CEO pabrik Gula di Jawa Timur, kami semua sepakat, mulai tahun ini semua PG hanya akan menerima tebu yang bersih dan berkualitas tinggi untuk digiling di pabrik kami. Ini semua dilakukan agar para petani tidak menebang tebu dengan cara sembarangan, masih kotor dan ada yang tingkat kemasakannya belum siap untuk ditebang,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, PTPN XI juga menyiapkan strategi jitu untuk mendongkrak produksi gula di Jatim. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kinerja pabrik dengan melakukan perbaikan (off farm) secara kontinyu untuk menjami mutu gula itu sendiri. Serta demi kelancaran musim giling serta persiapan proyek revitalisasi di PG Djatiroto dan PG Asembagus.

PTPN XI juga berencana akan mengaktifkan kembali PASA (Pabrik Alkohol dan Spiritus) Djatiroto sebagai industri etanol, bahkan saat ini telah melakukan persiapan kelengkapan pengolahan dan proses etanol mengingat lama tidak aktif. Termasuk pembuatan instalasi limbah dan menjajaki pangsa pasar, diharapkan akhir tahun sudah bisa running. PASA Djatiroto mempunyai kapasitas 15 kiloliter per hari.

PTPN XI Bantu Petani Dapatkan KUR

Tak hanya program yang disebutkan di atas utuk meningkatkan produksi gula Jatim. PTPN XI juga memikirkan nasib petani guna meningkatkan produksi tebu, dan diyakini bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani tebu di Jawa Timur.

Pertama, PTPN XI akan membantu para petani untuk mendapatkan pendanaan yang cepat dan tepat bagi petani dengan cara menggunakan skema-skema sperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit di Bank Jatim, melalui bank BUMN atas jaminan PTPN XI, maupun melalui program Kementrian dan Bina Lingkungan (PKBL).

Kedua, para petugas PTPN XI akan menyediakan layanan mekanisasi untuk para petani tebu sehingga membuat pekerjaan on farm lebih cepat dan efisien. Termasuk dalam penggunaan alat-alat pemupukan, alat-alat membuka lahan.

Ketiga, PTPN XI berkoordinasi atau kerja sama dengan perusahaan penyedia pupuk agar pemupukan tanaman tebu petani rakyat dan tebu sendiri bisa tepat waktu dan tidak terlambat sehingga pertumbuhan tebu pun dipastikan bisa seragam.

Keempat, PTPN XI akan secara langsung mengatur dan menyiapkan program pemantauan tebu yang siap atau matang untuk ditebang dan digiling.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here