Muzakir: KPK Sudah Tahu Semua Soal e-KTP, Fahd Tak Perlu Jadi JC

0
167
Fahd A.Rrafiq

Nusantara.news, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah tahu semua soal dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP, termasuk orang orang yang terlibat. Sebab itu, Fahd A. Rafiq yang sekarang ditahan KPK dalam kasus Al-quran, tidak perlu lagi jadi justice collaborator (JC). Tapi, kalau memang dia tahu kasus e-KTP maka KPK harus investigasi.

Hal ini dikemukakan Prof. Dr. Muzakir, pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam percakapan dengan Nusantara.news, Rabu (3/5/2017).

Sikap penyidik KPK yang menetapkan Fahd A. Rafiq sebagai tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan Kitab Suci Al-Quran, bagi Muzakir memang agak aneh.

“Kasus ini kan sudah ditangani sejak beberapa tahun lalu dan sudah ada dua tersangka yang divonis pada 2013 lalu. Sekarang kok ada tersangka lagi, ini penanganan kasus kok dicicil seperti beli barang kreditan gitu?” cetus Muzakir.

Menurutnya, penanganan sebuah perkara harusnya tuntas. KPK harus menyeret semua pelakunya yang sudah terbukti. Sehingga, masyarakat tidak curiga ada sesuatu di balik penanganan kasusnya.

“Kalau begini caranya, masyarakat curiga jangan-jangan ada maksud tertentu di balik itu. Kalau memang Fahd terlibat, kenapa tidak dari dulu saja langsung divonis,” ujarnya.

Saat ditanya tentang khabar bahwa Fahd akan jadi justice collaborator (JC) untuk kasus e-KTP, Muzakir mengatakan langkah itu justru akan semakin membuat bingung masyarakat.

Apalagi, dalam dakwaan jaksa di persidangan kasus e-KTP sudah jelas disebutkan semua siapa-siapa yang terlibat, sehingga KPK tak butuh JC lagi.

Lha, lagi pula kalau Fahd jadi JC di kasus e-KTP berarti dia tahu semua dong. Jangan sampai Fahd sama dengan Nazaruddin (mantan bendahara Demokrat) yang selalu tahu dan muncul di hampir semua kasus korupsi. Bisa diartikan orang yang muncul di semua kasus itu sebenarnya adalah otaknya atau minimal ikut ngatur. KPK jangan terkesan hanya bisa pelihara JC, tapi tak bisa investigasi. Investigasi juga dong keterlibatan Fahd,” paparnya.

Kabar Fahd menjadi JC pada kasus e-KTP, karena anak mantan penyanyi dangdut A. Rafiq itu cukup dekat dengan sejumlah anggota DPR dan elit partai politik yang namanya disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tindak pidana korupsi pada Kamis, (9/3/2017) lalu.

Fahd yang saat ini sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dikenal memiliki pergaulan yang cukup luas. Tak heran, saat dilantik menjadi Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Sultan, Jakarta beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh menyempatkan diri untuk hadir, di antaranya Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Korps Alumni KNPI Aziz Syamsudin (saat itu masih menjabat Ketua Komisi III DPR) dan lainnya.

Karena itu, Fahd diyakini banyak mengetahui seluk beluk dan siapa saja yang terlibat dalam kasus e-KTP tersebut.

Seperti diketahui, pada Kamis (27/4) lalu, KPK mengumumkan Fahd sebagai tersangka dalam kasus Al-quran. Dalam perkara ini, dua orang terdakwa sedang menjalani hukumannya, yaitu mantan anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar yang divonis 15 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 1 bulan kurungan, dan anaknya Dendy Prasetia yang divonis 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 1 bulan kurungan pada 2013. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here