Naga-Naganya Koalisi ‘Abang-Ijo’ Berlanjut ke Kota Malang

0
104
Ilustrasi Koalisi Abang-Ijo (Sumber: Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Nusantara.news, Kota Malang – Beberapa gelagat menjadi sebuah pertanda kemunculan koalisi ‘Abang-Ijo’ atau merah hijau yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diusung Pilgub Jatim dan beberapa daerah lain bisa jadi akan terbentuk di Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Rencananya Walikota Malang, M Anton sebagai petahana akan maju untuk kedua kalinya  melalui PKB. Namun hal tersebut tampaknya menjadi pertimbangan atas langkah-langkah yang diambil melalui gerbong PDIP untuk didiskusikan dan dokonslidasikan lebih lanjut.

Secara peta kekuatan politik memang terbagi 2 poros besar dalam eksekutif dan legislatif di Kota Malang. Kedua partai tersebutsaling berkompetisi untuk menunjukan kemampuan memimpin suatu daerah.

Di tataran eksekutif yakni Walikota beserta jajarannya, di tampuk PKB dimana partai tersebut berhasil mendudukkan Anton di kursi N1 alias Wali Kota Malang yang merupakan posisi tertinggi lembaga eksekutif daerah.

Sementara itu, PDIP memenangkan pemilu dan menempatkan kadernya sebagai pemimpin DPRD Kota Malang yang notabene lembaga legislatif tertinggi daerah. PDIP pun mendapatkan kursi terbanyak di lembaga legislatif daerah ini, sekitar 11 kursi DPRD Kota Malang mampu dikuasi oleh PDIP.

Kondisi serupa pun hampir sama seperti peta kekuatan politik di Jawa Timur, yakni pertautan antar kubu merah dan hijau. Hingga saat ini kedua partai besar itu belum menunjukkan pilihan politik yang pasti.

Akibatnya, partai-partai lain di Kota Malang juga masih banyak yang bungkam dan memilih menunggu arah pergerakan poros kekuatan partai politik tersebut. Namun, juga ada beberapa partai yang berani untuk menunjukkan kekuatannya dengan menggalang koalisi, seperti Hanura, PAN yang selanjutnya nanti akan juga disusul oleh Gerindra dan PKS.

Berbagai wacana yang dimunculkan partai-partai lain juga belum menunjukkan keseriusan signifikan untuk menggalang kekuatan politik dalam Pilkada Kota Malang, hanya beberapa koalisi-koalisi yang baru terbentuk namun langkahnya beum juga terlihat dengan pasti.

Kabar PDIP akan Rekom Petahana

Masih ayemnya pergerakan politik di Kota Malang, terdengar kabar bahwa M Anton santer disebut-sebut memiliki peluang besar mendapat rekomendasi PDIP, untuk maju kembali menjadi Calon Walikota Malang periode 2018.

Kabarnya, M Anton sempat melakukan pertemuan tertutup dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP di Jakarta. Hal tersebut dilakukan pasca PDIP bersama PKB menetapkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf sebagai bakal calon yang akan di usung pada Pilkada Jatim 2018.

M Anton pun mengklaim sudah berkomunikasi dengan DPP PDIP terkait Pilkada Kota Malang 2018. Hasil komunikasi itu, PDIP memberi ‘sinyal’ kepada dirinya untuk menahkodai Kota Malang satu periode lagi mendatang.

Dilansir dari MalangTIMES, Ketua DPC PKB Kota Malang tersebut bahkan sempat menanyakan apakah pendaftaran bakal calon melalui PDIP masih dibuka. “Apa pendaftaran di pusat (DPP PDIP) masih buka? Saya memang tidak mendaftar di ingkat kabupaten/kota. Namun sebelumnya saya sudah pernah melakukan komunikasi dengan DPP PDIP sekali, waktu di Jakarta,” ujarnya Walikota Malang Petahana tersebut.

Sedangkan ditempat terpisah, Ketua Tim Penjaringan Bacalon Kepala Daerah PDIP Kota Malang, I Made Rian DK mengatakan DPP PDIP belum menutup pendaftaran Bacalon kepala daerah tingkat kota dan kabupaten.

“Sampai saat ini pendaftaran di DPP masih terbuka. Namun, mengenai keputusan soal koalisi Abang-Ijo itu sepertinya belum itu masih menjadi keputusan dan rekomendasi dari pusat, untuk saat ini masih penjajakan beberapa koalisi partai,” ujarnya.

Made menerangkan bahwa memang ada imbauan dari pusat ke dewan pengurus daerah untuk membangun komunikasi politik dengan PKB. “Memang ada kabar dan himbauan dari DPP dan DPD untuk melakukan pendekatan ke NU (Nahdlatul Ulama) dalam hal ini PKB,” jelas Dia.

Banyak calon yang mendaftarkan diri dari PDIP, dan dari pendaftar tersebut memiliki modal sosial dan kapabilitas yang cukup baik. Seperti, Wakil Walikota Malang, Sutiaji juga mendaftar sebagai Bakal Calon Walikota Malang dari PDIP. “Selanjutnya pasti akan digodok kembali di Internal PDIP, siapa yang pantas dan akan maju sebagai N1”

Sekretaris DPC PDIP Kota Malang, Abdul Hakim mengaku pihaknya juga masih menunggu petunjuk dari pusat. Terutama soal peluang maju bersama Anton dalam Pilkada 2018 mendatang.

“Memang ada wacana seperti itu, Namun, untuk oknum siapa kandidatnya masih belum tahu, Setahu saya memang banyak yang mendaftar melalui PDIP, dan itu ranah keputusan tetap di pusat,” jelas Hakim.

Komunikasi Anton dengan DPP PDIP melalui Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan pengurus lain, sewaktu ia di Jakarta dalam membuat skema dinamika politik Jatim.

PKB Butuh Koalisi

Terdengar kabar bahwa Ketua DPD PKB Kota Malang, M Anton akan mendapatkan rekom dari PDIP, secara situasi politik terlihat memang PKB Kota Malang membutuhkan Koalisi untuk berkompetisi di Pilakada Kota Malang 2018 mendatang.

Namun, sebagai kader PKB, Anton menjelaskan bahwa dia masih menunggu keputusan DPP PKB terkait bakal calon kepala daerah yang akan diusung PKB untuk Pilkada Kota Malang 2018. “Sebagai kader, saya ikut keputusan DPP PKB, untuk kelanjutan kedepannya atau akan berkoalisi dengan PDIP atau tidak,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa untuk Pilkada Kota Malang 2018 mendatang, dirasa perlu PKB untuk menggandeng koalisi, tidak berdiri sendiri. “Yang jelas, PKB (di Kota Malang ini) perlu untuk berkoalisi. Kemarin ada pendaftaran bakal calon wakil walikota itu salah satunya yang menjadi dasar mencari dukungan dari pihak eksternal untuk bergerak bersama kami,” ujar Politisi Partai berlambang bola dunia dan sembilan bitang teresbut.

Ia menjelaskan bahwa sekma masyarakat di Kota Malang pun memiliki beberapa kelompok dan golongan. “Banyaknya golongan, ormas serta partai di Kota Malang membuat kami juga akan memetakan kembali kekuatan politik dan kami cari target yang satu visi untuk bisa berkoalisi,” ungkapnya.

Terkait dengan pendaftaran bakal calon Wakil Walikota Malan (N2), M Anton menjelaskan banyak pendaftar bakal calon N2 melalui PKB Kota Malang, banyak kandidat yang tidak memiliki partai.

“Hanya satu aja calon N2 yang kader Partai Demokrat. Tapi keputusan akhir seperti apa saya belum tahu,” tegas pria yang akrab disapa Abah Anton tersebut. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here