Naik Secara Signifikan per Tahun, DBD Intai Masyarakat Kota Malang

0
77
Ilustrasi Demam Berdarah (Sumber: Re-Edit, Aditya/Nusantara.news)

Nusantara.news, Kota Malang –  Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus, Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti ini paling fatal dapat menyebabkan kematian.

Penyakit DBD di Kota Malang mengalami tren peningkatan selama rentang waktu 2012-2016. Hal ini yang kemudian menjadi kewaspadaan bagi masyarakat untuk hidup sehat dan bersih.

Kenaikan secara signifikan setiap tahunnya, menjadi sorotan dan perhatian yang serius bagi Dinas Kesehatan.(Dinkes) Kota Malang. Tercatat dari data Dinkes Kota Malang menunjukkan, jumlah kasus DBD tahun 2016 sebanyak 402 kasus. Jumlah tersebut sudah melebihi angka tahun kemarin yang hanya 392 kasus.

“Pada tahun 2016 kemarin tercatat 402 kasus, sedangkan tahun sebelumnya sekira 392 kasus yang masuk dan tercatat pada laporan kami,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif.

Dosen Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma), Ibnu Fajar menyampaikan, fenomena tersebut mengacu pada pola hidup kesehatan masyarakat yang memiliki korelasi signifikan dengan keadaan ekonomi, kondisi lingkungan, dan perilaku masyarakat.

“Persepsi masyarakat Kota Malang akan kesehatan terlihat pada tingkat kepuasaan untuk pelayanan kesehatan seperti pada Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan untuk asuransi kesehatan masyarakat Kota Malang mengaku masih harus ditingkatkan lagi melihat fenomena DBD yang meningkat tersebut,” kata Ibnu Fajar.

Kondisi ini kemudian menjadi momok tersendiri bagi masyarakat, dan juga menjadi PR bagi Dinkes Kota Malang untuk menekan laporan kasus peningkatan DBD tersebut. “Peningkatan pada pelayanan, kebersihan lingkungan, serta menyoroti kawasan lingkungan kumuh dan pola hidup yang tidak sehat dan tidak bersih  menjadi awal munculnya penyakit, dan ini tidak boleh terus dibiarkan,” tandas Ibnu.

Ia menutup dengan berharap agar Dinkes Kota Malang bisa bergerak untuk menekan angka yang mendulang tinggi ini.

”Tidak hanya tugas Dinkes Kota Malang saja, namun masyarakat juga harus bahu membahu untuk menjaga lingkungan, agar tidak menjadi masalah baru di masyarakat karena penyebaran penyakit yang berbahaya tersebut, dan kami berharap angka tersebut bisa turn dan tidak bertambah lagi,” tutup Ibnu kepada wartawan, Jumat (5/5/2017).[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here