Nasihat Gubernur Jatim untuk Walikota dan Wakil Walikota Baru Kota Batu

0
70
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (Sumber, Aziz Ramadhan-MalangTODAY)

Nusantara.news, Kota Batu – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Walikota Batu yang lama ke  yang baru digelar dalam Paripurna Istimewa di DPRD Kota Batu, Senin (8/1/2018) kemarin. Dilantiknya istri Walikota Batu yang lama, yakni Dewanti Rumpoko, melanjutkan tonggak estafet kepemimpinan suaminya.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Malang Rendra Kresna, Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Malang Abdul Malik, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, dan beberapa jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batu.

Gubernur Jatim, Soekarwo menyampaikan beberapa pesan dan nasihat untuk Pemerintah Kota Batu dalam kepemimpinan Dewanti Rumpoko mendatang. Ia menegaskan agar Pemkot Batu harus miliki komitmen dalam menyusun program “Harus selaras dan berintegritas dengan RPJMN dan RPJMD Pemprov Jatim,” ujarnya.

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko (Sumber: Ben-Radar Malang)

Selain itu, Soekarwo menyoroti untuk menggenjot pengentasan kemiskinan masyarakat Kota Batu. “Masalah kemiskinan dan ketimpangan di Kota Batu saya berherap kedepan bisa di tekan,” tandasnya.

Seperti yang diketahui mulai 2012 – 2017, indeks kemiskinan stagnan di angka 4,47 persen – 4,48 persen terkesan terjadi stagnasi, hal tersebut yang kemudian membuat Soekarwo untuk menekan kembali angka tersebut.

Bidang perdagangan dan pertanian juga tak lupa menjadi sorotan Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo. Ia mengatakan perlunya peningkatan di bidang pertanian terutama pasca panen tersebut tidak hanya dijual mentah namun dikembangkan.  “Misal kentang, saya sarankan bisa diolah lagi jadi kripik kentang. Dengan pengemasan yang menarik,” pungkasnya

Mengingat Kota Batu komoditas utamannya terkenal sebagai kawasan pertanian dan perkebunan dapat dikembangkan juga kawan pertanian dan perkebunan.

“Saya rasa sudah baik kawasa wisata yang bertemakan agro, namun tetap produktivitas buah-buahan dan sayuran juga harus ditingkatkan, jangan sampai Kota Batu hilang citrannya sebagai Kota Apel dan lain sebagainya julukannya,” pungkas Pakde.

Tekan Pengelolaan Anggaran

Selain masalah umum yang disoroti Soekarwo seperti penyelarasan program, pengentasan kemiskinan, pertanian, perkebunan, dan perdagangan, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan angaran dengan baik agar tidak terjadi celah perilaku korupsi dan penyelewengan anggaran.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Walikota Batu sebelumnya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena di duga melakukan suap proyek pengadaan barang Pemerintah Kota Batu.

Selain, itu Malang Corruption Wacth (MCW) juga mencatat beberapa temuan-temuan kasus yang diduga terjadi penyelewengan atau korupsi di Kota Batu. Tercatat 8 Kasusu Korupsi, 4 penyelidikan, dan 4 tahap penyidikan selama 2017.

Untuk mencegah hal tersebut, Soekarwo menyarankan konsep e-budgetting. Pengelolaan secara praktis dan akuntabel dengan berbasis elektronik/daring. Dengan penerapan konsep tersebut akan terdata detail, baik mulai jumlah realisasi anggaran, nama pengguna dan alamatnya tercatat lengkap.

Ia menambahkan, perlu dikuatkan pula sebuah integritas kinerja. Integritas ini penting diterapkan  yang ditujukan kepada OPD, DPRD dan aparatur lainnya. ”Karena Integritas adalah kuatnya sikap dan pandangan seseorang, kalau dilarang (korupsi) ya tidak dilakukan, sistem akuntabilitas pemerintah pun juga harus dicermati dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan nantinya” tutup Gubernur Jatim dua periode tersebut. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here