Ini Negara-negara dengan Militer Paling Kuat di Dunia

0
864
Angkatan Laut AS

Nusantara.news – Ketegangan di kawasan Semenanjung Korea yang meningkat belakangan ini antara Korea Selatan dan Korea Utara yang melibatkan Amerika (bersama Jepang) dan Cina sebagai kekuatan militer terbesar dunia, dikhawatirkan bakal berbuntut terjadinya perang terbuka. Sejauh ini, masing-masing pihak masih ingin mengedepankan diplomasi non-militer.

Di kawasan Asia, selain dua Korea, ketegangan juga mulai dirasakan meningkat di kawasan Laut Cina Selatan (LCS) yang mencakup negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Masing-masing negara berkepentingan silih berganti unjuk kekuatan militer di kawasan ini. Dimulai oleh Cina, yang diduga telah membangun pangkalan militer di beberapa kepulauan di LCS. Lalu Amerika yang mengirimkan kapal induk USS Carl Vinson ke kawasan ini dan melakukan patroli rutin sejak Februari lalu.

Terakhir Jepang berencana mengirimkan kapal militer terbesar miliknya, Izumo melewati kawasan perairan LCS pada awal Mei nanti, dan akan beroperasi di sekitar kawasan itu selama tiga bulan. Jepang memang bukan negara yang terlibat secara langsung dalam sengketa LCS, sehingga diduga kuat ada kepentingan Amerika di balik keterlibatan Jepang di kawasan ini. Karena Amerika menentang klaim Cina atas kawasan tersebut.

Di Timur tengah perang secara sporadis di wilayah-wilayah Suriah, Yaman, dan Irak, sudah pecah. Selain ada Arab Saudi, Israel, dan Iran, tentu saja militer Rusia, Amerika, dan negara-negara Eropa juga ikut terlibat di dalamnya.

Pertanyaan kemudian, negara mana yang paling kuat secara militer di dunia?

Untuk membandingkan secara obyektif, negara mana yang paling kuat secara militer, mungkin satu-satunya cara adalah melihat mereka berperang satu sama lain. Tapi untungnya, dunia tidak banyak memberi kesempatan untuk itu, setidaknya akhir-akhir ini.

Kendati perang-perang sporadis telah terjadi, seperti di Ukraina, Timur Tengah, lalu ketegangan militer terjadi di Korea dan Laut Cina Selatan, namun sebagian besar negara-negara di dunia hingga saat ini mengambil peran untuk menjaga perdamaian dunia.

Namun begitu, kekuatan militer negara-negara di dunia bisa dinilai tanpa harus ada peperangan. Misalnya, dengan melihat Indeks Firepower Global, yaitu peringkat 106 negara berdasarkan faktor-faktor yang mencapai lebih dari 50 item, termasuk item anggaran militer setiap negara, SDM dan jumlah alutsista yang dimiliki, serta sumber daya alam negara tersebut.

Tapi perlu dicatat, indeks yang dibuat Firepower Global ini hanya berfokus pada masalah kuantitatif bukan kualitatif. Misalnya Korea Utara secara kuantitatif memiliki 70 kapal selam, selisih 5 unit dengan AS, tapi kondisinya sudah tua dan jelas berteknologi lebih rendah jika dibandingkan yang dimiliki AS atau negara lain.

Sepertiga kapal selam Korea Utara masih bertenaga diesel Romeo yang berisik, sudah usang karena diproduksi sejak 1961. Kapal selam ini memiliki senjata yang hanya dapat ditembakkan sejauh 4 mil, bandingkan dengan kapal selam AS modern yang memiliki berbagai senjata dengan jarak tembak terjauh hingga 150 mil.

Kapal selam tua milik Korut

Selain itu, indeks tersebut juga tidak mencakup cadangan nuklir yang dimiliki oleh suatu negara, padahal nuklir masih menjadi kunci utama geopolitik dunia. Juga tidak mempertimbangkan negara-negara yang tidak memiliki Angkatan Laut karena dikelilingi daratan.

Bussines Insider, sebagaimana dilansir pada Kamis, 16 Maret 2017 meringkas menjadi 25 peringkat negara di dunia yang terkuat militernya dengan bersumber pada Indeks Firepower Global yang dirilis April 2016, namun telah disesuaikan dengan melakukan update atau koreksi sejumlah data yang diperlukan.

Kesimpulannya, hingga saat ini Amerika Serikat (AS) masih menjadi kekuatan militer terkemuka di dunia, dengan investasi terbesar di bidang ini.

AS memimpin dalam hal pengeluaran untuk militer yang hampir USD 600 miliar per tahun. Cina di tempat kedua, meski terpaut jauh dibanding AS, jumlahnya hampir USD 130 miliar, kurang dari sepertiga dari pengeluaran AS secara keseluruhan.

Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), AS sempat mengurangi anggaran pertahanannya hingga 7,8% terutama karena penarikan secara bertahap dari operasi militer di luar negeri, seperti di Afghanistan dan Irak. Tapi di era Presiden Donald Trump, dengan jargon ‘America First’ anggaran pertahanan AS naik lagi hingga 10%.

Baca: Demi Tingkatkan Anggaran Militer, Trump Potong Bantuan Dana Asing

Sementara, Rusia terus meningkatkan anggaran militernya hingga sebesar USD 88 miliar dan terus memodernkan alutsista serta menerapkan pelatihan militer dengan standar kualitas yang lebih tinggi.

Kapal induk

Kapal induk adalah kunci kekuatan militer dan berkontribusi besar terhadap kekuatan militer sebuah negara secara keseluruhan. Kapal-kapal raksasa ini memungkinkan negara-negara untuk melakukan sebuah operasi yang melampaui perbatasan negara mereka dan melintasi perairan seluruh dunia.

Kapal induk juga menjadi landasan bagi pesawat-pesawat tempur milik Angkatan Udara, juga untuk membawa pesawat udara tanpa awak (drone) yang saat ini sangat penting dalam permainan pengawasan global.

AS saat ini adalah pemilik kapal induk paling banyak dan paling canggih di dunia. Oleh karena itu, negeri Paman Sam memonopoli kekuatan militer di seluruh kawasan di dunia. AS telah  mengerahkan kapal induk induk menuju Teluk Persia untuk meningkatkan kekuatan udara dan laut sebelum melakukan serangan terhadap ISIS di Irak. AS juga memiliki kapal induk lain yang menjaga Semenanjung Korea.

Rusia sebelumnya telah menggunakan  sebuah kapal induk ke laut Mediterania untuk mendukung pemerintahan Assad di Suriah.

Berikut daftar 25 negara dengan militer paling kuat di dunia:

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here