Nelayan Protes Susi, Jokowi akan Evaluasi Penggunaan Cantrang

0
207
Illegal small-mesh seine net. Mafia Island, Tanzania. Project TZ0057 - Mafia Island Marine Park

Nusantara.news, Jakarta – Ada khabar baik bagi nelayan Indonesia yang selama ini menggunakan alat tangkap cantrang sebagai alat menangkap ikan. Khabar baik itu berupa pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan mengevaluasi larangan menggunakan cantrang. Presiden Jokowi mengatakan, akan melakukan tinjauan lapangan terlebih dahulu sebelum melakukan evaluasi.

Cantrang

Kata cantrang populer setelah Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengeluarkan Permen Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI, dengan alasan alat tangkap tersebut termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak habitat ikan. Trawls dan pukat tarik adalah alat tangkap ikan yang sudah biasa dipergunakan nelayan

Karena dilarang, nelayan menggantinya dengan apa yang disebut cantrang tadi. Ternyata, cantrang pun dilarang. Seperti larangan menggunakan trawls dan pukat tarik, Susi juga mengeluarkan surat Edaran Nomor: 72/MEN-KP/II/2016, tentang Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI).

Dalam surat edaran itu disebutkan, nelayan wajib mengganti cantrang dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan demi kelangsungan sumberdaya ikan.

Sejak saat itu muncul protes yang berujung Menteri KKP Susi Pudjisastuti akan dipanggil Presiden Jokowi.

Bahaya Cantrang

Larangan menggunakan cantrang, menurut Susi adalah untuk melindungi lingkungan. Cantrang, katanya, diyakini akan menjaring seluruh ikan, dari ukuran besar sampai ikan yang masih sangat kecil. Oleh sebab itu, apabila penggunaan cantrang tidak dibatasi, maka kekayaan laut Indonesia bisa hilang.

Kalau tidak dibatasi, kekayaan laut Indonesia akan musnah, sebagaimana terjadi di luat Timur Tengah yang dikeruk terus-menerus tanpa batas.

Laut Timur Tengah, kata Susi, dulu banyak ikannya, laut yang luar biasa subur, tapi sekarang berenang 2-4 mil ketemu ikan sudah bagus. Laut itu kini dijuluki death water. Apa Indonesia mau seperti itu.

Susi menegaskan, kebijakannya itu dilandasi oileh niat baik yakni untuk memberikan kesejahteraan kepada para nelayan agar bisa menangkap ikan sebagai mata pencaharian dalam jangka panjang, bukan hanya untuk 5-10 tahun.

Namun lain Susi lain nelayan. Menurut nelayan, cantrang tidak merusak, karena kalau jaring tersangkut pun yang rusak jaringnya bukan trumbu karangnya.

Seperti apa sebetulnya alat ini? Cantrang merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dam pemberat.

Subani, W dan H.R. Barus, dalam buku “Alat Penangkapan Ikan Dan Udang Laut Di Indonesia” menyebutkan alat cantrang digunakan untuk menjaring ikan jenis demersal. Ikan demersal merupakan ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau (zona demersal). Lingkungan mereka pada umumnya berupa lumpur, pasir, dan bebatuan, jarang sekali terdapat terumbu karang, dan oleh karena itu tidak merusak terumbu karang.

Jokowi

Di tingkat Susi dan nelayan sampai saat ini masih terjadi beda pendapat. Susi tetap bertahan sementara nelayan terus protes.

Dalam hal ini, langkah Presiden Jokowi mengevaluasi larangan penggunaan cantrang menjadi penantian. Nelayan tentu belum bisa semringah. Karena Susi tentu akan tetap ngotot mengingat adalah kewajiban Menteri Kelautan dan Perikanan melestarikan kelanjutan ketersediaan ikan baik sebagai bagian lingkungan maupun sebagai mata pencaharian nelayan.

Nelayan juga harus menahan kegembiraan. Betul Presiden Jokowi sudah menerima beberapa laporan mengenai semakin banyaknya protes atas larangan penggunaan cantrang.

Namun, Presiden Jokowi tentu tidak asal ambil keputusan. Presiden Jokowi sendiri mengatakan, terlebih dahulu akan melihat situasi-kondisi di lapangan, baru mengevaluasi kebijakan yang diambil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Apa gerangan keputusan yang akan diambil? Akankah Presiden Jokowi membatalkan larangan penggunaan cantrang atau membenarkan argumen Susi yang melarang cantrang? Pada waktunya akan terjawab. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here