Novel Hibahkan Hidupnya untuk KPK

0
132
Novel Baswedan

Nusantara.news, JAKARTA – Masyarakat dibuat terperanjat dengan musibah yang menimpa penyidik senior Novel Baswedan. Kini, Novel terbaring di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara akibat luka serius di tubuhnya setelah disiram air keras oleh dua orang pengendara sepeda motor di dekat rumahnya, Selasa (11/4/2017).

Siapa sebenarnya Novel yang telah menghibahkan hidupnya untuk pemberantasan korupsi ?

Berdasarkan penelusuran nusantara.news dari berbagai sumber, selama ini, Novel dikenal sebagai sosok yang keras dalam memegang teguh prinsip.

Pria kelahiran Semarang, 38 tahun ini bergabung ke KPK pada Januari 2007, ketika lembaga ini dipimpin Taufiequrachman Ruki.

Lulusan Akademi Kepolisian 1998 ini adalah cucu Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan, jurnalis, diplomat dan sastrawan yang juga anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), dan Anggota Dewan Konstituante.

Selama berkiprah di KPK, Novel banyak menangani kasus besar, seperti kasus cek pelawat untuk 39 anggota Komisi Keuangan DPR pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.

Saat itu, tersangka penyuap Nunun Nurbaetie yang tak lain istri mantan Wakapolri Adang Darajatun itu kabur ke sejumlah negara. Alhasil, Novel sukses memulangkan Nunun ke tanah air dan menjalani hukumannya.

Tak sampai disitu, sepupu mantan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah yang kini calon gubernur DKI Anies Baswedan ini juga berhasil memulangkan Bendagara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang lari ke Cartagena Kolombia.

Selain itu, Novel juga berhasil membongkar kasus suap proyek penyesuaian infrastruktur daerah yang menyeret sejumlah politisi DPR. Dalam memimpin penyidikan kasus ini, Novel dihadapkan pada tingkat kesulitan yang luar biasa, karena melibatkan pimpinan Badan Anggaran DPR yang ikut memuluskan pencairan dana proyek senilai Rp 7,7 triliun.

Sekali lagi, Novel mampu menunjukkan kepiawaiannya dengan menyeret ke sel penjara politikus Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati dan Fahd A Rafiq, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Sejumlah tersangka korupsi pun berhasil diciduk Novel, di antaranya Bupati Buol Amran Batalipu serta tiga tersangka suap anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau.

Ada juga kasus yang menyita perhatian masyarakat yang dibongkar Novel, yakni  kasus jual beli perkara pemilukada yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Novel dikenal memiliki integritas tak pandang bulu dalam membongkar kasus korupsi. Buktinya, Novel terdepan dalam menyidik kasus yang menyeret sejumlah pejabat Polri yang notabene adalah seniornya di kepolisian. Kasus besar di Polri yang berhasil diungkapnya adalah kasus proyek simulator kemudi Korlantas.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Korps Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang ketika itu menjadi Gubernur Akademi Kepolisian akhirnya dipidana penjara.

Kasus teranyar yang ditangani Novel adalah kasus proyek e-KTP yang menyeret nama sejumlah pejabat negara, mulai dari Ketua DPR RI Setya Novanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly hingga Calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sejak ditugaskan di KPK, Novel telah bertekad untuk memberantas korupsi. Hidupnya sudah dihibahkan untuk negara dan bangsa demi pemberantasan korupsi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here