Nuansa Kampung Topeng Baran, Hidupkan Kembali Topeng Malangan  

0
312

Nusantara.news, Kota Malang – Nuansa kampung ini sontak terlihat menjadi pusat kebudayaan kerajinan Topeng Malangan. Di beberapa sudut kampung ini dihiasi oleh lukisan, ornamen dan topeng – topeng. Kampung ini terletak di  Dusun Baran Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang – Malang.

Kampung Wisata tersebut diresmikan oleh Walikota Malang, H. Moch. Anton dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Malang, Dr. Idrus, Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryani beserta Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Sebelumnya kampung tersebut menjadi tempat penampungan gelandangan dan pengemis yang kemudian disulap menjadi Kampung Wisata Topeng Malangan. Ada sekitar ±100 topeng yang dipajang di sekitaran kampung tersebut. Dari banyaknya topeng itu, dua topeng dipajang dengan ukuran yang sangat besar.

Moch. Anton, Walkota Malang menyatakan, kehadiran kampung wisata 100 topeng ini selain dapat melestarikan kebudayaan asli Malang, juga meningkatkan sektor pariwisata di kota Malang, serta dapat meningkatkan sektor ekonomi di lingkungan masyarakat setempat, khususnya warga kampong topeng Baran.

“Saya berharap agar warga desa dapat semakin mandiri dan dapat terus berkreasi demi peningkatan kesejahteraannya,” jelas Abah Anton.

Bambang, warga setempat mengatakan ini merupakan suatu hal inisiatif yang bagus. Ia mengatakan, di sini masih dalam tahap pembangunan, termasuk taman, bengkel kerja, gorong–gorong dan beberapa infrastruktur lain.

Ia berharap bahwa hal ini nantinya bisa mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar yang banyak memiliki latar belakang “profesi” jalanan.

“Di sini kami bisa sharing, dan ada beberapa pendampingan dari pihak pemerintah setempat di bengkel kerja, yang kemudian bisa membuat invosi usaha baru untuk menunjang kebutuhan hidup kami. Saya berharap hal ini akan tetap berlanjut dan semakin membaik,” tandas bambang.

Nuansa konsep yang dibangun di kampung tersebut turut memunculkan kembali budaya Topeng Malangan, yang semakin berkurang  karena semakin hilangnya para pengrajin. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here