Nurhayati Assegaf akan Maju Pilgub Jatim, Ini Kata Pakde Karwo

0
183
Ketua DPD Partyai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo.

Nusantara.news, Surabaya – Menanggapi pemberitaan media tentang rencana Nurhayati Ali Assegaf yang akan ikut meramaikan perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo menegaskan kalau proses tersebut tergantung di tangan Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Katanya dia sudah muter-muter. Tapi waktu ketemu saya dia menyampaikan (kalau akan maju di Pilgub Jatim-red), memang belum. Namun itu haknya,” kata Soekarwo.

Dikatakan Soekarwo, keputusan pencalonan menjadi gubernur berada di majelis tinggi partai. Prosesnya akan melalui mekanisme termasuk lebih dulu diawali dengan dilakukan survei. “Majelis tinggi akan mengambil keputusan melalui survei. Nanti September, itu diinformasikan oleh majelis tinggi,  kalau sudah keluar hasilnya,” jelas Pakde Karwo.

Menurut orang nomor satu di Partai Demokrat Jawa Timur ini, semakin banyak nama yang muncul jauh-jauh hari sebelum proses tahapan pencalonan di Pilgub 2018, sangat bagus bagi jalannya demokrasi di Jawa Timur. Artinya, semakin banyak yang ingin maju, demokrasi itu berjalan. “Kalau yang berat itu, kalau pagi-pagi tidak ada yang mencalonkan,” ungkapnya.

Kemudian Pakde Karwo mengingatkan, nantinya agar semua kader tetap tunduk pada hasil survei yang dilakukan oleh partai berlogo segitiga mercy tersebut. Jika fakta survei yang didapat memang tidak bagus, dia menyarankan untuk tidak memaksakan diri. Jika tetap ingin maju dalam perhelatan Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang, Soekarwo menyarankan untuk bergabung sebagai calon wakil gubernur. Tapi, seandainya untuk posisi calon wakil gubernur juga tidak ada yang mengajak bergabung, lebih baik tidak terlalu memaksakan.

“Kalau orangnya bagus, tapi survei hasilnya 0,2, ya tidak bisa. Orangnya kurang bagus, tapi disukai masyarakat juga bisa. Ada dua hal di dalam demokrasi, dikenal dan kredibel,” tegasnya.

Soekarwo juga mempersilahkan munculnya sejumlah nama dari birokrat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa timur yang juga digadang oleh sejumlah pihak, cocok maju di Pilgub Jawa Timur 2018.

Misalnya ada nama nama Wahid Wahyudi, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jatim, Nurwiyatno dari Inspektorat Daerah, Fattah Jasin pejabat Asisten II Sekdaprov Jawa Timur, Heru Thahjono Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Hadi Prasetyo yang menjabat Komisaris Utama PT SIER yang sebelumnya adalah Asisten II Sekdaprov Jawa Timur.

“Silakan, dari birokrat maju Pilgub Jatim. Tapi ada konsekuensinya, harus mengundurkan diri dari PNS,” tegas Pakde Karwo.

Dikatakan, kalau birokrat masih aktif, masih punya jaringan dan akses yang luas. Kalau pensiun jaringannya berkurang. Dia mengibaratkan seorang jenderal bintang empat tapi pensiun dibandingkan jenderal bintang dua masih aktif, masih punya rantai komando.

Semakin banyak calon yang maju berarti demokrasi khususnya di Jawa Timur berjalan baik. Perlu dipahami oleh masyarakat, memilih pemimpin yang bisa mensejahterahkan masyarakat Jawa Timur, bukan pemimpin yang mensejahterakan dirinya sendiri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here