Nyalla: PP Akan Hapus Stigma Organisasi Preman

0
346

Nusantara.news, Surabaya – Krisis kebhinekaan di tengah carut marut isu politik nasional membuat Pemuda Pancasila (PP) sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia turut hadir dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama mengawal ideologi bangsa, yaitu Pancasila.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan bahwa kehadiran PP merupakan salah satu kemewahan politik di Jatim, alasannya sederhana bahwa PP berhasil mempertahankan secara konsisten dan berkomitmen menggunakan Pancasila sebagai idiologi dan pandangan hidup dalam beroganisasi.

“Saat ini, sudah jarang kita dengarkan seorang ideolog yang menjelaskan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Oleh karena itu kehadiran PP yang mempertahankan Pancasila sebagai ideologi organisasi merupakan satu kemewahan politik bagi Jawa Timur,” ungkap Pakde Karwo disela-sela Musyawarah Wilayah VII PP Jatim di Surabaya.

Lebih lanjut, Pakde Karwo berpesan agar nilai kultural dan spiritual sebagai basis pembangunan di Jawa Timur dapat menyelesaikan segala persoalan secara adil. Janganlah membangun budaya tanding untuk menyelesaikan persoalan. “Kedua basis tersebut dapat menyelesaikan persoalan dalam perbedaan. Tujuannya membentuk masyarakat yang harmoni, sejahtera dan saling menghormati,” pungkasnya.

Senada Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila KPH Japto Soerjosoemarno, SH pada kesempatan itu sangat mengapresiasi kehadiran Pakde Karwo selaku Gubernur Jatim pada acara Muswil VII PP Prov. Jatim. Hal tersebut mempunyai arti seorang bapak yang memperhatikan pada anak-anaknya yaitu organisasi-organisasi yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Dengan demikian anak-anak juga akan memperhatikan bapaknya dengan cara ikut menyelesaikan persoalan yang ada di daerah. Membangun Jawa Timur lebih baik dengan cara selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan tidak membeda-bedakan serta selalu berpikir jernih dalam menyingkapi semua persoalan tentu sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya.

PP menurutnya bukanlah partai politik, tetapi organisasi sosial kemasyarakatan yang mempunyai sayap partai politik yang bertujuan memperjuangkan kebutuhan para kadernya.  Selain itu PP mempunyai tugas memperbaiki situasi yang saat ini terkotak-kotak sebagaimana yang terjadi sebelum Indonesia merdeka. Hal tersebut dilakukan karena PP dalam berorganisasi berdasarkan ideologi Pancasila.

Sementara itu Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti yang terpilih dalam Muswil menyatakan siap membawa organisasi yang dipimpinnya lebih baik lagi, dan menjadikan ormas kepemudaan itu menjadi lebih santun. Dengan cara mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang menjaga kebhinekaan yang selama ini sudah terkotak-kotak dengan mengesampingkan segala perbedaan.

“PP Jatim siap untuk mengawal Pancasila. NKRI harga mati. Sudah waktunya bagi kami untuk menghilangkan stigma sebagai organisasi preman dan mengembalikan organisasi ini ke marwahnya yaitu mengawal Pancasila dan Republik Indonesia dari ancaman asing yang tak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan negara,” tegasnya.

Pria yang juga Ketua KADIN Jatim ini berpesan kepada seluruh kadernya untuk bersama-sama membangun Jawa Timur. Selain itu, seluruh kader harus dapat membuktikan bahwa Pemuda Pancasila bukan stigma buruk, yang biasa disebut preman, dan koruptor. “Pemuda Pancasila adalah organisasi pemersatu bangsa yang menuju Indonesia lebih baik. Mari kita buktikan bahwa PP adalah organisasi yang tertib dan memiliki fungsi nyata di dalam masyarakat,” pesanya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here