ODHA Meningkat, Pemerintah Kabupaten Malang Harus Responsif

0
110

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Berdasar data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, pengidap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di tercatat 245 jiwa di tahun 2016. Sementara total pasien ODHA dalam beberapa tahun belakangan yang terekap mencapai sekitar 1.500 orang. Jumlah pasien ODHA tertinggi berada di empat kecamatan, yakni Gondanglegi, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung dan Turen.

Dengan kondisi tersebut Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Lulus Condro Trikoratno menyatakan, secara kuantitas Jawa Timur menempati urutan ke-2 terbesar nasional dalam jumlah ODHA setelah DKI Jakarta.

“Sementara Kabupaten Malang sendiri menempati urutan ke-2 terbanyak di Jawa Timur setelah Kota Surabaya,” ungkap Condro

Di tempat terpisah Ketua Warga Peduli AIDS (WPA) Turen, Tri Nurhudi Sasono mengungkapkan, ODHA di Kecamatan Turen mengalami tren kenaikan dari tahun 2016 ke tahun 2017. “Tercatat dalam data WPA, pasien ODHA Turen dari 46 orang di tahun lalu, kini menjadi 50 orang yang tersebar di 17 desa,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (19/3/2017).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menempatkan Turen tergolong ke dalam empat besar wilayah yang terdapat penyandang ODHA terbesar di Kabupaten Malang. “Turen dan wilayah di Malang Selatan memang menjadi zona merah ODHA,” jelas Nurhudi.

Pihaknya mengungkapkan bahwa besaran jumlah ODHA bisa saja bertambah sewaktu-waktu. Dia menyebutkan, data pengidap AIDS memang kurang bisa terlihat dengan jelas, karena kondisinya serupa dengan gunung es yang hanya tampak di permukaan.

“Kendala dalam mendata ODHA umumnya karena warga atau yang terkena AIDS  bersikap tertutup. Biasanya mereka melapor setelah akut, atau parah,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah kabupaten tanggap atas masalah ini serta mengambil langkah atau treatment untuk meredam serta mengurangi angka penderita ODHA. “Pemkab melalu Dinas Kesehatan atau Dinas sosial agar segera tanggap, dalam menekan angka penderita ODHA,” harap Nurhadi.

Jumlah penderita ODHA di Malang Selatan semakin tinggi. Salah satu faktornya adalah banyaknya warga yang bekerja di luar daerah atau menjadi TKI, serta ada pula yang bekerja di tempat ‘remang-remang’ seperti bar maupun warung yang kerap jadi tempat prostitusi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here