OJK Malang Minta Masyarakat Waspada Investasi Bodong

0
113

Nusantara.news, Kota Malang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat tidak mudah tergoda dengan tawaran menggiurkan dari perusahaan-perusahaan yang menawarkan produk investasi ilegal. Praktek investasi bodong itu belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.

Karena jasa investasi itu  tidak memiliki izin, maka akan sangat rawan  penipuan, sehingga akan menimbulkan kerugian  masyarakat. Banyak masyarakat yang ditawari investasi dengan janji keuntungan yang sangat tinggi di luar batas kewajaran. Selain janji keuntungan yang tidak masuk akalm pihak yang menawarkan investasi juga melibatkan tokoh agama dan atau tokoh masyarakat untuk mempermudah mendapatkan nasabah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Krisna menyarankan masyarakat untuk waspada dan berhati-hati saat mendapat tawaran investasi dengan dengan nilai keuntungan puluhan persen perbulan. Indra mengharapkan, apabila mendapati tawaran seperti itu, masyarakat  langsung bertanya kepada OJK terkait perusahaan tersebut, baik riwayat maupun kejelasan perusahaannya. Indra menyebut patokan aman bagi imbal tawaran investasi adalah suku bunga yang berjalan ketika investasi dilakukan.

“Dalam investasi itu ada prinsip ‘high risk, high return’. Sebagai patokan kalau mau berinvestasi, persentase keuntungan harus berpatokan pada nilai suku bunga yang sedang berjalan, bukan ujug-ujug mendapat imbal tinggi,” ujar Indra

Indra minta masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran investasi, terutama investasi yang keuntungannya tidak masuk akal, dan jangan mudah tergiur akan janji hasil yang diiming-iminginya.

“Pertama, cek riwayat perusahaannya. Kedua, tanya produknya. Ketiga, patokan aman untuk bagi hasilnya. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming bagi hasil yang tinggi dan kurang masuk di akal, minimal 30 persen per-bulan,” tandas Kepala OJK Malang tersebut.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan investasi harus terdaftar di OJK. Kepala OJK Malang menyebutkan bahwa ada puluhan perusahaan yang tidak terdaftar di OJK. Selain itu, juga belum ada warga yang menjadi investasi dari perusahaan yang tidak terdaftar tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat terkait investasi bodong pada tahun lalu, namun masyarakat harus tetap waspada, berhati-hati dan jeli apabila mendapati tawaran investasi,” ujar Indra.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here