Optimalkan KPD, Strategi Jatim Genjot Perdagangan

0
224
Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan paparan di Musrenbang 2018 dan RKPD Pemprov Jatim di Surabaya. Foto: Nusantara.news

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya genjot peningkatan pembangunan di sektor perdagangan. Salah satunya dengan memperkuat perdagangan antar daerah, dengan membuka 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur yang dihadiri Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo di Grand City, Surabaya, Rabu (12/4/2017).

“Melalui KPD tersebut, berbagai kegiatan bisa dilakukan. Di antaranya melalui promosi produk unggulan Jatim, temu bisnis dan transaksi dagang, support value chain komoditas dalam negeri, business aggregator dan market intelligent,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Dijelaskan, pada tahun 2016 dilakukan 10 misi dagang. Itu bertujuan mempertemukan produsen dengan pembeli secara langsung di beberapa daerah di Indonesia. Misi daganga itu antara lain ke Kepulauan Riau dengan nilai transaksi Rp51,5 miliar, Kalimantan Barat dengan nilai transaksi Rp19 miliar, dengan Jakarta nilai transaksi Rp661 miliar, Kalimantan Timur nilai transaksi Rp372,8 miliar, Sulawesi Selatan dengan nilai transaksi Rp99,7 miliar, NTB dengan nilai transaksi Rp216,3 miliar, NTT dengan nilai transaksi Rp189,7 miliar, dengan Maluku nilai transaksi Rp393,8 miliar, Sulawesi Utara nilai transaksinya Rp183,5 miliar.

Sementara, komoditi yang dibawa Jawa Timur diantaranya beras, pupuk, buah dan sayur, bibit, produk olahan makanan dan minuman, mesin, serta produk kerajinan. Pada tahun 2017 ini, juga akan dilakukan misi dagang Jawa Timur dengan sembilan tempat diantaranya Jakarta, NTB, Kaltim, Kalsel, Sulteng, Sultra, dan Sumut.

“Diharapkan pada tahun ini angkanya semakin besar dibandingkan tahun lalu,” kata Pakde Karwo.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperkuat perdagangan dengan menggelar Pameran Terpadu yakni komoditas unggulan seperti fashion, kerajinan, kulit dan produk kulit, perhiasan, alas kaki, kosmetik, logam, kayu, dan aksesoris.

Pada tahun 2016, di antaranya dilakukan dengan Medan dengan nilai transaksi sebesar Rp873 juta, dengan Batam nilai transaksi sebesar Rp2,249 miliar, dan Jambi nilai transaksi sebesar Rp691,4 juta. Di daerah lain seperti Bengkulu juga menjadi tujuan kegiatan Jawa Timur dengan hasil transaksi sebesar Rp741,1 juta, Balikpapan sebesar Rp1 miliar, Banjarmasin sebesar Rp2,02 miliar, Mataram sebesar Rp. 624,2 juta, Kupang sebesar Rp1,38 miliar.

“Pada tahun 2017 ini, akan dilakukan pameran terpadu dan serupa di 14 daerah,” ungkapnya.

Sementara untuk pengembangan ekspor ke luar negeri diawali dengan peningkatan kualitas SDM IKM yang berorientasi ekspor dan standarisasi produk berorientasi ekspor. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga melakukan promosi atau pameran skala internasional yang dikoordinasikan dengan atase perdagangan di 23 negara dan Indonesia Trade Promotion Center di 19 negara.

“Negara yang menjadi tujuan promosi di antaranya Rusia, Korea Selatan, China, Jerman, Ausralia, Vietnam dan Jepang,” kata Pakde Karwo.

Ditambahkan, untuk kinerja perdagangan Jawa Timur sendiri tiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya ekspor antar daerah. Pada tahun 2016 kinerja perdagangan di Jawa Timur surplus Rp100,56 triliun. Untuk kinerja ekspor antar daerah dan luar negeri pada tahun 2016 mencapai Rp808,69 triliun dan impor luar negeri serta antar daerah mencapai Rp733,42 triliun.

Semangat merangkai jalur perdagangan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini perlu terus ditingkatkan, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dan, harus bisa dilanjutkan oleh siapa saja yang memimpin Jawa Timur ke depan. Jika tidak, Jawa Timur akan tertinggal dengan daerah lain di Indonesia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here