Pabrik Gula Kebon Tebu Mas Hancurkan Industri Gula Nasional    

1
1535

Nusantara.news, Lamongan – PG KTM setiap hari menggiling gula berbahan rafinasi, dengan produksi 12 ribu ton cane per day , atau setara dengan  438 ribu ton pertahun, siap hancurkan industri gula nasional.

Rencana penutupan 9 pabrik gula dimana terbanyak di Jawa Timur menimbulkan pertanyaan lantas bagaimana bangsa ini memenuhi kebutuhan gulanya? Mengingat ke-9 pabrik tersebut produksinya sebesar 120-140 ribu ton, dan jatim adalah sentra utama produsen gula nasional dengan proporsi 40%.

Terkait gula fokus pemerintah masih sebatas ketahanan gula, belum pada tataran kedaulatan gula. Dengan demikian impor masih menjadi adalan untuk memenuhinya.

Tahun lalu para petani tebu bersama pekerja perkebunan sendiri tergabung APTPPI dan APTRI, sudah secara tegas suarakan penutupan PG KTM karena dianggap sekadar kedok masuknya gula mentah impor selama musim giling.

Keinginan ini direspon Pemprov jatiim dengan mengeluarkan surat kepada kementrian pertanian, kementrian perindustrian dan kementrian perdagangan melalui Surat Gubernur Jawa Timur No. 513/3170/118-07/2016 tertanggal 18 Agustus 2016 tentang impor gula di Jawa Timur. menyebut bahwa, “… ijin kuota impor gula Kristal putih maupun gula Kristal mentah (raw sugar) sebagai bahan baku pabrik gula baik yang sudah dikeluarkan atau akan dikeluarkan ijinnya oleh pemerintah agar tidak dibongkar di Jawa Timur selama musim giling/produksi…”.

Sementara musim giling saja berlangsung selama 180 hari, sehingga ada 185 hari gula kristal mentah bisa dilakukan bongkar di Jatim. Dalam musim giling saja PT.KTM berani melakukan bongkar sebanyak 30ribu ton maka bisa dibayangkan bila tidak musim giling.

Terlihat ketika beberapa pabrik gula disekitar lamongan yakni PG Gempol Kerep Gedek, Mojokerto, dan PG Jombang Baru di Jombang sudah berhenti giling sebab sudah tidak ada bahan baku. Beda halnya dengan PG KTM, sampai saat ini masih beroperasi.

Setiap hari ratusan truk bermuatan gula mentah dengan kapasitas minimal 20 ton/truk masuk ke Pabrik. Melihat pelat nomor truk yang berasal dari luar propinsi, kuat dugaan gula tersebut dibongkar diluar Jatim. Beberapa sopir truk yang ditemui oleh Nusantara.News mengaku mereka membawa muatan dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Akibatnya banyaknya truk bermuatan besar ini yang setiap hari hilir mudik, maka jalan propinsi pada ruas babat-bts.jombang mengalami kerusakan. Setiap tahun dialokasikan hampir Rp10miliar untuk pemeliharaan, namun intensitas kendaraan berat yang lewat tinggi, pemeliharaan jalan tidak berjalan optimal.

Setiap hari PG KTM mampu memproduksi 9000 ton cane per day, sehingga setahun produksinya mencapai 328,5 ribu ton.  Bahkan jika berproduksi dengan kapasitas penuh yakni 12000 ton gula /hari maka dalam setahun akan memproduksi 438 ribu ton. Sehingga penutupan 9 pabrik dapat ditutup oleh produksi PG KTM.

Keberadaan PG KTM disatu sisi bermanfaat bagi Lamongan karena mampu menyediakan lapangan pekerjaan, serta membantu kebutuhan gula nasional, namun disisi lain penggunakaan gula kristal row sugar membunuh ratusan petani tebu, dan mematikan pabrik-pabrik gula kecil yang banyak tersebar dijawa timur. Dan tentunya akan banyak pekerja pabrik yang di rumahkan.

Oleh karena itu PG KTM harus kembali kepada niat awal didirikan yakni mengolah tebu bukan rafinasi. Semoga pemilik PG KTM terbuka hatinya. []

1 KOMENTAR

  1. ya pemerintah sebagai pemrgang kebijakan harus tegas , kalau pg pg yg berbasis sudahtutup maka harga makin susah dikendalikan, yang lebih susah lagi kalau petani sdh mengalihkan lahannya ke komoditi lain pasti uk mengajak petani tanam tebu sdh susah lagi,…gula rafinasi dai luar naik melonjak kita jadi kelabkan, pengalaman kebijakan impor kedelai dan bawang putih , begitu petani tidak di untungkan ,kita pingin produksi lagi kedelai dan bawang putih petani malas ,bibit juga susah sdh gak ada…….mohon dengan hormat pemerintah jelih menyikapi .

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here