Paceklik Ikan, Nelayan Muncar Jual Perabotan Rumah

0
87
Karena siklus paceklik ikan, nelayan Muncar, Banyuwangi, terpaksa jarang turun melaut.

Nusantara.news, Banyuwangi – Siklus paceklik ikan di Muncar, Banyuwangi, terus berulang tiap periode. Salah satu dampak buruk yang dirasakan nelayan adalah turunnya pendapatan mereka secara drastis. Bahkan untuk membiayai kehidupan sehari-hari, mereka harus menjual seluruh perabotan rumah yang mereka miliki.

Para istri nelayan ini sejak tiga bulan terakhir terlihat menjual barang-barang milik mereka di pinggir jalan Pasar Tradisional Muncar. Ibu-ibu ini terlihat berjajar menunggui barang bekas masih layak pakai yang mereka jual, seperti piring dan gelas, sendok-garpu, rantang, hingga baju.

Salah satu keluarga nelayan yang menjual perabot rumah tangganya adalah Fadillah, yang tinggal di Desa Tembokrejo. Ia mengaku sudah dua bulan terakhir menjajakan isi rumahnya di Pasar Muncar. Hal itu dilakukan karena persediaan tabungan yang dimiliki sudah habis, setelah sang suami tidak melaut dalam enam bulan terakhir.

“Mau gimana lagi, tabungan sudah habis. Perhiasan sudah dijual dan digadaikan, untuk memenuhi kebutuhan, sekarang tinggal ini yang tersisa untuk di jual,” ungkapnya, senin (3/4/. Menurutnya, paceklik ikan sudah menimpa nelayan Muncar sejak delapan bulan terakhir. Puncak paceklik dirasakannya sejak suaminya tidak melaut enam bulan terakhir.

Hal yang sama juga dialami Maisah yang juga terpaksa menjual mangkok makan dan rantang seng miliknya. “Harga-harga di sini masih bisa dinego kok, yang penting ada yang laku buat beli beras”, katanya.

Para nelayan berharap paceklik ini segera berakhir. Mereka takut jika paceklik ini terus terjadi berkepanjangan, mereka tidak bisa mencari biaya untuk menutup kebutuhan sehari-hari karena barang rumah tangga mereka sudah habis terjual.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here