Pakai Seragam PDIP Pemberian Khofifah, Suhandoyo Maju Pilgub Jatim

0
247

Nusantara.news, Surabaya – Ada yang menarik saat Bakal Calon Gubernur/Wakil Gubernur (Bacagub/Bacawagub) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Suhandoyo saat mengembalikan formulir pendafaran ke kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Jalan Kendangsari Surabaya, Jumat (7/7/20170. Diantar ratusan orang kader pendukungnya, Suhandoyo sengaja memilih ‘hari cantik’ mengembalikan persyaratan untuk kelengkapan sebagai pendaftar yang akan ikut berlaga di Pilgub Jawa Timur 2018, mendatang.

“Kita sengaja memilih ‘hari cantik’ untuk mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD PDI Perjuangan Jatim. Kita lihat saja tanggalnya tujuh, bulannya tujuh dan tahunnya 2017, bertepatan juga dengan hari Jumat, menurut saya itu hari baik,” ujar Suhandoyo ditemui usai prosesi acara penyerahan formulir pendaftaran, di Posko Pemenangannya di Perumahan Puri Taman Sari Blok AA/8, Jambangan, Surabaya, Jumat petang.

Mas Handoyo panggilan Suhandoyo yang juga anggota Komisi E DPRD Jawa Timur tersebut menjelaskan, keberangkatannya ke kantor DPD PDI Perjuangan diantar puluhan kader setianya, yang semuanya mengenakan kemeja putih. Selain dari elemen PDI Perjuangan, juga ada dari Barisan Banteng Muda Indonesia (BMI) Jawa Timur, serta relawan yang dulu tergabung ikut mensukseskan kemenangan Joko Widodo ke kursi RI-1 atau Presiden, yakni Relawan ProJokowi (Projo). Serta kader dan simpatisan Suhandoyo lainnya.

“Mereka adalah relawan dari BMI dan relawan ProJo dari 23 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dengan semangat, mereka bertekad dan siap untuk mengantar Mas Handoyo menang di Pilgub Jatim,” lanjut Erjik Bintoro yang juga Ketua Tim Relawan Pemenangan Suhandoyo.

Seragam PDIP Pemberian Khofifah Indar Parawansa

Kepada wartawan, Suhandoyo yang juga Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jawa Timur sekaligus juga Ketua ProJo untuk wilayah Jawa Timur itu mengaku mendapatkan suntikan semangat karena sebelum berangkat ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk mengembalikan formulir pendaftaran ditelepon oleh Khofifah Indar Parawansa, yang tak lama kemudian ajudan Khofifah memberikan dua pakaian seragam PDIP Perjuangan kepada Suhandoyo.

“Iya, sebelum berangkat ke DPD PDIP, saya ditelepon Ibu Khofifah dan dikirimi dua baju seragam partai (PDIP). Satu ukuranya L-1, dan satu baju lainnya berukuran L-2, semoga ini menambah barokah bagi kami semua, termasuk untuk masyarakat Jawa Timur,” terang Suhandoyo disambut tepuk tangan kader pendukung yang ikut mendampinginya.

Lantaran menunggu kiriman seragam warna merah khas PDI Perjuangan yang dikirim oleh Khofifah, di Posko Pemenangan dan BMI Jawa Timur yang bersebelahan dengan rumah tinggalnya, Suhandoyo dan timnya rela menunda keberangkatan ke DPD PDI Perjuangan.

“Sedianya terjadwal untuk pengembalian formulir ke DPD PDI Perjuangan Jatim dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Kemudian diundur sekitar setengah jam, karena menunggu kiriman baju dari Ibu Mensos Khofifah Indar Parawansa,” kata Erjik menjelaskan.

Lantaran itu, mereka mengakui keberangkatan mengembalikan formulir menjadi terlambat. Setelah kiriman baju dari Khofifah tiba, langsung dipakai oleh Suhandoyo dan berangkat ke DPD PDI Perjuangan.

“Ukuran bajunya pas untuk yang L-2, ndak tahu apakah ini merupakan isyarat,” terang Suhandoyo sambil melempar senyum dan kembali lagi mendapat sambutan riuh tepuk tangan pendukungnya.

Menimpali itu, Erjik melempar gurauan kalau baju kiriman dari Khofifah adalah perlambang kesuksesan Suhandoyo maju di bursa pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Timur.

“Baju yang satu berukuran L-1, baju yang satunya berukuran L-2. Ternyata saat dipakai Mas Suhandoyo yang cukup atau pas adalah bajunya berukuran L-2. Mas Suhandoyo ‘kan daftar cawagub, berarti pas L-2 sesuai bajunya,” gurau Erjik, mantan DPRD Kediri yang juga menjabat Sekretaris BMI Jawa Timur itu.

Mendapat apresiasi dan kiriman baju dari Khofifah, Suhandoyo mengaku sangat bangga termasuk saat memakai baju model koko tersebut. Kemudian, dengan serius lelaki bertubuh tegap itu sedikit menjabarkan visi misi yang akan dijalankan jika nantinya menang di bursa pemilihan.

“Intinya, dalam visi misi yang kita siapkan adalah membuat Jatim sebagai daerah tujuan pariwisata, baik itu wisata alam serta wisata religi. Itu, seperti yang kita ketahui bersama Jatim banyak ditempati oleh Waliallah yakni Walisongo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Tetapi, selain prioritas tersebut juga tidak kita abaikan sektor-sektor lain untuk kemajuan menuju Jatim menjadi lebih baik,” urainya.

Sementara, soal menang atau kalah, mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jawa Timur itu menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai, selain tak dipungkiri juga berharap dukungan masyarakat Jawa Timur.

“Digandengkan dengan siapa pun saya siap, tidak ada masalah. Komunikasi dengan Ibu Khofifah saya sangat intens. Saya baik dengan Ibu Khofifah, dengan Gus Ipul dan dengan Pakde Karwo juga dengan semuanya,” tuturnya.

Suhandoyo kemudian menegaskan, Khofifah dimungkinkan akan mendapat rekom dari partainya, PDI Perjuangan untuk maju sebagai Bacagub Jawa Timur meski tidak mendaftar ke DPD PDI Perjuangan Jatim.

“Kalau Anda lihat, sama seperti Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Ahok tidak mendaftar. Tetapi, untuk kepentingan rakyat, Basuki Tjahaja Purnama diusung oleh PDIP,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here