Pakde Karwo Ajak Polisi dan TNI Jaga Stabilitas Jatim

0
204

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak polisi dan TNI untuk terus menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Jawa Timur. Menurutnya, terjaganya stabilitas akan menjadikan situasi aman, nyaman, dan kondusif.

“Itu yang membuat pembangunan berjalan dengan lancar, serta berimbas positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur,” kata Soekarwo di Rapat Pimpinan (Rapim) dan Gelar Opsnal Polda Jawa Timur 2017 di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (8/2/2017).

Pakde Karwo, sapaan Soekarwo menegaskan, ada tiga aspek stabilitas yang harus terus dijaga, dibina dan terus ditingkatkan. Yakni stabilitas keamanan, stabilitas politik, dan stabilitas ekonomi. Masing-masing aspek tersebut akan membawa dampak yang signifikan bagi kelancaran pembangunan di Jawa Timur.

Stabilitas keamanan membuat iklim investasi menjadi lancar, investor pun tertarik. Stabilitas politik menjadikan penyelesaian APBD tepat waktu, Alhamdulillah politik di Jatim sangat kondusif, pemerintah dan DPR nya akur. Kemudian, stabilitas ekonomi membuat pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,55 persen dan PDRB-nya mencapai Rp1.855,04 triliun,” beber Pakde Karwo.

Ditambahkan, tercapainya pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lepas dari kerja keras, dan solidnya hubungan antara pemerintah, Polri, TNI, DPR, swasta, dan seluruh elemen masyarakatdi Jawa Timur.

“Saya bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh pihak atas terjaganya stabilitas di Jatim. Mari kita terus jaga stabilitas ini agar pembangunan berjalan lancar dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Kemudian, secara khusus, Pakde Karwo memuji polisi di Jawa Timur yang memiliki peran strategis dalam terjaganya stabilitas keamanan.

 “Kapolda Jatim bukan hanya Kapolda-nya Jatim saja, tapi juga Kapolda-nya Indonesia Timur. Pasalnya, Jatim menjadi pusat logistic and connectivity Indonesia bagian Timur,” katanya.

 Artinya, lanjut Pakde Karwo, jika terjadi sedikit saja keterlambatan distribusi barang di pelabuhan, atau keamanan yang kurang, maka harga barang di Indonesia bagian timur akanmerangkak naik.

 “Ingat, Jatim tidak hanya melayani kebutuhan 38,8 juta jiwa penduduk Jatim saja. Tapi juga melayani 110 juta jiwa penduduk di Indonesia bagian timur” pungkasnya.

 Untuk diketahui, di dalam Rapim Polda Jawa Timur itu dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana, pejabat utama Polda Jawa Timur, serta para Kapolres dan Kapolresta dari kabupaten/kota se-Jawa Timur.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here