Pasti Ada Kader NU yang Populis dan Mampu Melanjutkan Sukses Pakde Karwo

0
195

Nusantara.news, Surabaya – Kalau diseleksi dengan baik, pasti ada kader Nahdlatul Ulama (NU) yang populis dan memiliki kemampuan meneruskan sukses Pakde Karwo (Soekarwo) sebagai Gubernur Jatim. Hal ini dikemukakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD seusai mengikuti Temu Tokoh Jawa Timur bertajuk “Siapa dan Bagaimana Jatim Pasca Pakde Karwo?” yang digelar dalam rangka perayaan Hari Jadi Ke-9 Bios Televisi di Gedung Robotika Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (23/5) malam.

Pakde Karwo yang hadir dan jadi bintang dalam acara itu mengungkap kunci suksesnya yakni, sebagai pemimpin harus terus belajar dari masyarakat dan melibatkan mereka dalam pengambilan kebijakan.

 

Mahfud yang sangat dekat dengan NU, yakin pasti ada kader NU yang cocok dengan tipikal Pakde Karwo yang populis.

Hanya saja, siapa sosok kader NU yang populis, yang mumpuni dan berkemampuan melanjutkan program kerja Pakde Karwo, Mahfud yang juga mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur, tidak menyebut nama.

Dia hanya mengatakan, “Saya kira banyak, cuma saya tidak tahu siapa-nya. NU itu gudangnya kader, kalau mau menyeleksi pasti ada yang bisa meneruskan visi-nya Pakde Karwo.”

Cuma, imbuh Mahfud, tradisi di NU itu ya begitu, biasalah, tradisi rebutan lebih menonjol ketimbang tradisi mempersilakan orang yang lebih baik tampil. Akibatnya, adakalanya, kader NU yang lebih baik tidak tampil.

“Itu sering jadi masalah,” urai Mahfud seraya menekankan kembali bahwa kalau NU benar-benar melakukan seleksi terhadap kadernya, pasti ada kader populis yang layak dan mumpuni meneruskan sukses Pakde Karwo.

Terkait kiai yang menyurati PKB, untuk kepentingan Pilgub Jawa Timur, Mahfud menanggapi sebagai hal yang biasa saja. Menurut Mahfud hal itu bukan intervensi terhadap sebuah partai.

Nggak apa-apa, itu namanya aspirasi biar dipertimbangkan. Aspirasi itu bisa datang dari siapa saja. Jadi itu bukan intervensi, karena bukan ngambil keputusan, itu menyampaikan aspirasi. Saya kira aspirasi itu bisa disampaikan kepada siapa saja, kepada PKB, PPP kepada Golkar dan lainnya. Karena NU itu kadernya banyak di berbagai tempat sehingga nanti disalurkan lewat itu,” terang Mahfud.

Terkait PKB akan memunculkan calon tunggal untuk perhelatan Pilgub Jawa Timur, Mahfud mengaku tidak mengetahui secara persis.

“Saya tidak tahu, kita lihat saja perkembangannya,” tegasnya.

Namun, siapapun yang nanti maju dalam Pilkada Jatim, sosok pemenangnya haruslah sosok yang bisa melanjutkan program yang telah digagas dan dijalankan Pakde Karwo yang populis yang pro-rakyat.

Gubernur Jatim lima tahun ke depan, katanya, diharapkan mewarisi kepiawaian Pakde Karwo yang mampu berkomunikasi dengan berbagai elemen, termasuk dengan rakyat. Pakde Karwo Juga melek teknologi informasi, dan yang tak kalah penting berani melakukan terobosan untuk kepentingan rakyatnya.

“Pakde Karwo, sudah bagus. namanya mungkin akan disebut-sebut juga dalam Pilpres 2019 mendatang. Ini menjadi tantangan bagi calon Gubernur jatim mendatang. Kalau bisa, yang terpilih adalah sosok yang lebih bagus lagi,” harap Mahfud.

Mahfud memberikan terkanan tersendiri terhadap faktor leadership. Karena, seringkali orang khawatir suatu daerah akan mundur karena masalah leadership yang rendah,  di mana seseorang menang karena rekayasa politik.

“Saya berharap di Jatim hal seperti itu tidak terjadi,” katanya.

Pakde Karwo, bersama wakil rakyat, juga elemen lainnya berhasil merumuskan dan menjalankan kebijakan-kebijakan populis. Populis tidak hanya pada angka-angka ekonomi saja, tapi juga menjaga hubungan sosial politik terbangun secara baik dengan semua elemen.

“Pakde Karwo bisa bergaul dengan rakyat. Tiru lah Pakde Karwo untuk calon gubernur ke depan,” tegas Mahfud.

Ditambahkan, pemilihan gubernur di Jawa Timur ketika itu sempat panas. Namun, usai pilgub Pakde Karwo bisa merangkul lawan-lawan politiknya menjadi kawan seperjuangan dan bersama-sama membangun Jawa Timur menuju lebih baik seperti sekarang ini.

“Gubernur yang mewarisi Pakde Karwo nanti tinggal enaknya. Karena tinggal melanjutkan saja program yang populis, jangan sampai dibongkar-bongkar lagi yang sudah bagus,” kata Mahfud.

Mahfud yang putra asal Madura ini berpesan agar rakyat Jawa Timur pandai memilih pemimpin setelah dua periode kepemimpinan Pakde Karwo.

“Kita harus relakan Pakde Karwo yang sudah memimpin hampir 10 tahun. Jatim harus tetap jadi benteng untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here