Pakde Karwo Temui Buruh, Berharap Aksi May Day Tertib dan Damai

1
74

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada semua elemen buruh di Jawa Timur yang ingin menggelar aksi di peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day 1 Mei 2017, ikut menjaga tetap terciptanya ketertiban dan keamanan. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Bersama Forpimda Jawa Timur dan seluruh perwakilan organisasi buruh Jawa Timur di Hotel Sheraton Surabaya, Jumat (28/4/2017) malam.

Gubernur Soekarwo meminta aksi damai harus diutamakan, karena ekonomi adalah soal persepsi. Jika ada kerusuhan, maka persepsinya menjadi tidak baik sehingga jalannya roda perekonomian di Jawa Timur akan ikut terganggu. Pada May Day nanti, semua elemen buruh di Jawa Timur diharapkan ikut mendukung kondusifitas keamanan.

“Agar tetap baik, mari kita tuangkan persepsi itu dalam rapat bersama. Jadi tidak aksi di jalan. Karena kita adalah orang, bukan orang-orangan, kita harus memanusiakan manusia. Pada dasarnya manusia bisa diajak dialog. Karena itu, saya akan undang kembali perwakilan buruh pada Minggu jam 12.00 WIB (30/04/2017) untuk berdiskusi lebih detil,” kata Soekarwo.

Menurut Pakde Karwo, sapaan Gubernur Soekarwo, dirinya telah menyiapkan tim untuk berdiskusi bersama buruh terkait tuntutan yang akan diajukan, baik secara lisan maupun tertulis. Serta menjamin seluruh aspirasi buruh akan dicarikan jalan keluar yang terbaik. Pihaknya juga akan menekankan pendekatan dialog dan musyawarah sebagai pilihan utama dalam proses penyelesaian perburuhan di Jawa Timur.

“Saya menyambut baik adanya list yang telah disusun oleh masing-masing serikat pekerja buruh. Tuntutan itu nanti akan dibagi dalam beberapa kategori sesuai dengan tanggung jawab wilayah pemerintahan. Ada yang menjadi wewenang pemerintah pusat, provinsi dan daerah,” ujarnya.

Sementara, Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Machfud Arifin menegaskan, dirinya juga mendukung silaturahmi selalu diadakan rutin tiga bulan sekali. Tujuannya agar para buruh dapat menyalurkan aspirasinya dalam forum diskusi, kemudian dipecahkan secara bersama-sama guna mencari solusi. Bukan lewat aksi di jalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Terkait aksi May Day, Irjen Polisi Machfud Arifin mengijinkan para buruh yang ingin turun ke jalan, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan pengguna jalan yang lainnya. “Aksi boleh dilakukan asalkan damai dan tidak membuat sumbatan di jalanan. Kami siap mengamankan May Day 1 Mei, besok,” tegasnya.

Senada, Irdam V Brawjiaya, Kolonel Muhammad Nur Rahmad, juga ikut mengimbau agar para buruh dapat menjaga situasi kondusif di Jawa Timur agar roda perekonomian berjalan lancar.

“Jika ekonomi lancar, investor masuk. Sudah ada contoh di daerah lain dimana buruhnya rusuh kemudian investornya lari, dan ekonomi jadi mati,” katanya.

Nur Rahmad juga menyatakan kesiapannya personilnya untuk ikut mengawal peringatan May Day, besok. “Kami siap mendukung sepenuhnya pengamanan May Day,” tegasnya.

Ikut hadir di acara silahturahmi tersebut diantaranya ada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur Sukardo, juga jajaran Polrestabes Surabaya, Mojokerto, Gresik, SIdoarjo, Perwakilan Kejaksaan Tinggi, Kodam V Brawijaya dan puluhan pimpinan organisasi buruh dari seluruh Jatim.

Hal menarik yang perlu disimak, hampir setiap tahun berbagai elemen buruh di Jawa Timur menyuarakan masih minimnya hak yang diterima dibanding dengan kewajiban yang dilakukan. Dari pengalaman itu, selayaknya institusi dan elemen terkait ikut meluruskan dan mengawal aturan, agar para buruh tidak lagi berteriak di jalan lantaran hak yang diterima tidak berimbang dengan jerih payah yang dilakukan. []

1 KOMENTAR

  1. pekerja buruh nasional masih belum berubah, ingin upah dan fasilitas sama dengan manajer, tambah umsk, uang tranport, uang makan, bpjs plus asuransi, thr plus bonus, hari libur yg banyak….hahaha.bvi

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here